Prolog

27 6 0
                                        


Kalian pernah gak sih, ngerasain rasanya gak bisa merelakan? Bukan maksudnya orang itu udah mati, tapi orang itu pergi untuk hal yang lain. Hal yang gak mungkin bisa kita gantikan.

Mungkin ini sepenggal dari ceritaku, cerita dimana aku mencitai seseorang, tapi aku sendiri belum bisa mengenal dia lebih dalam. Bagaimana mau mengenalnya lebih dalam? karena saat itu dia sudah pergi untuk menjalankan tugasnya.

Selain dia pergi, karena sifatnya yang dingin kepadaku, mungkin itu pun salah satu permasalahan aku tidak dapat mengenalnya lebih dalam untuk waktu yang singkat. Entah karena aku dan dia belum saling mengenal atau mungkin karena dia susah untuk di dekati siapa pun.

Padahal saat itu aku sadar, sadar kalau tak akan lama lagi kami berpisah. Tapi jangan salahkan perasaan. Aku sendiri gak ngerti kenapa perasaan manusia bisa melebihi akal sehatnya. Aku juga gak ngerti kenapa hati aku tetap setia padahal dia sendiri udah pergi. Gak tau bisa ketemu atau gak? Gak tau juga bisa saling sapa apa gak. Apalagi berharap suatu saat dia menganggap aku lebih.

Disini aku itu seperti tikus yang mengejar kucing. Ada dua kemungkinan, tikus dimakan kucing atau akan mati di tengah jalan. Mengejar yang semestinya tak dikejar. Bukan gitu juga sih, maksudnya mengejar sesuatu yang mustahil didapatkan.

Lucu aja sih, gak kebayang kalau emang kucing bakal menjaga tikus. Semua juga tau kalau tikus dan kucing gak akan bisa bersatu. Kayak film Tom&Jerry. Bedanya ini soal rasa, rasa cinta yang belum sempat di utarakan oleh ku, karena pada saat itu aku takut, takut dia tidak merasakan hal yang sama.

Satu tahun akan merasakan rasanya tanpa dia, menghibur hanya lewat foto-fotonya yang susah payah aku cari. Buka handphone cuma buat scroll chattingan yang udah basi, udah lama. Aku juga gak tau kenapa topik pembicaraan susah banget dicari. Karena jawaban dia yang singkat? Jadi aku makin resah untuk menanyakan hal-hal lainnya.

Namun, jika suatu saat dia akan memberiku 2 harapan aku akan menerimanya walau itu hanya sekedar harapan bukan JANJI. Terlepas dari itu jika dia tidak menepatinya, aku tidak tau. Harus bagaimana.

*Liza Ayyana*






My Second2 HOPEStories to obsess over. Discover now