1

81 3 1
                                    

Sebuah layar smartphone terlihat sedang memutar ulang sebuah video. Awalnya hanya ada hitam di layar, lalu beberapa saat kemudian mulai muncul gambar, sebuah ruang kelas.

"Turnamen Battle of Yggdrasil akan segera dimulai, mohon para peserta bersiap-siap."

Suara intercom dalam video itu terulang sampai tiga kali sebelum akhirnya orang yang merekam video itu mengarahkan smartphone-nya ke arah seseorang di depannya. Lalu ke sampingnya, dan ke sampingnya lagi. Sepertinya mereka duduk mengitari sebuah meja.

"Leonardo Axell, dari XII MIA 1, role killer, salam kenal."

Layar smartphone menunjukkan seorang remaja biasa saja, terlihat menggunakan topi dan kaos hitam dengan tulisan graffiti menghiasinya. Rambutnya pendek, tidak terlalu kurus namun tidak terlalu gemuk. Kata 'pas' sangat cocok untuk mendeskripsikannya. Lalu rekaman itu bergeser ke kanan, menunjukkan wajah lain.

"Lian, dari XII MIA 2, role healer, semoga kita bisa menang nanti!"

Pada layar smartphone terlihat seorang remaja tinggi lumayan kurus, poni rambutnya terpampang rapi dan dia memakai kupluk hijau. Dia memakai oversized shirt berwarna biru cerah dengan motif buah lemon. Bisa langsung ditebak bahwa Lian adalah orang yang ceria dan lincah hanya melihat dari video ini. Layar smartphone bergeser lagi meninggalkan Lian yang terus melambai-lambai dan mengeluarkan pose aneh ke arah kamera.

"Kevin Wei, dari XII MIA 1, role killer."

"Eh? Cuma segitu?" suara Lian terdengar. "Seharusnya kau menambahkan semacam kata-kata penyemangat atau quotes dari pemain professional!"

"Suka-suka."

Video menunjukkan seorang remaja yang lebih pendek dari Lian dengan badan berisi serta mata yang sipit dan tajam. Kemeja Biru laut slim fit dan rambut yang diberi pomade tipis cukup menceritakan kepribadian Kevin. Orangnya tidak banyak bicara, dan dari video ini terlihat dia dan Lian adalah teman yang cukup dekat. Kamera bergeser lagi dibarengi suara Lian dan Kevin yang sedang memperdebatkan sesuatu.

"Eric Hansel, dari XII MIA 3, role magician." Kali ini wajah yang cukup tenang terlihat di video. Kacamata dan gaya berpakaian rapi alias seragam sekolah lebih dari cukup untuk menceritakan kepribadian Eric.

"Kenapa kau memakai seragam?" suara sang perekam terdengar.

"Ah ini, aku, lupa kalau hari ini dresscode-nya bebas.." Eric terlihat malu-malu.

"Biarkan saja, setelah lulus nanti Eric akan pergi ke Belanda untuk kuliah jadi mungkin dia akan merindukan seragam ini," kata Lian , lalu tawa memenuhi video.

Kamera terlihat mengitari orang-orang tadi untuk beberapa saat sebelum Lian memberi isyarat untuk memutar kamera. Kamerapun berputar dan menunjukkan sebuah wajah baru lagi.

"Hai! Michael Wijaya, panggil saja MW, dari XII MIA 5! Kami akan bekerja dalam satu tim untuk memenangkan turnamen game BoY antar angkatan ini! Untuk kalian yang tidak tahu, Battle of Yggdrasil adalah MOBA game yang sangat populer! Semangat!!" MW dengan wajah sedikit bundar dan gaya berpakaian ceria itu melambaikan tangan ke video dan akhirnya mematikan rekaman tersebut.

Lian mematikan smartphonenya dan memasukkannya ke dalam saku.

Sudah hampir tiga tahun sejak saat itu. Coba kalau saat itu aku menolak ajakan MW untuk mengikuti turnamen, aku tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang, Lian berpikir dalam hati. Dia menyalakan lagi smartphonenya dan melihat jam yang menunjukkan pukul 05:32, masih sekitar satu setengah jam menuju jadwal kuliahnya.

LIGHTWhere stories live. Discover now