||DH|| Prologue

149 11 4
                                        

Hari baru dengan semangat baru.
Menyambut pelajaran baru di kelas baru.
Tanpa tau peraturan pun telah diubah jadi baru :)

🌻🌻🌻

Pagi pertama ajaran baru udah di mulai, semua pelajar mulai kembali ke sekolah masing-masing buat melanjutkan pendidikan setelah libur sebulan. Sama hal nya dengan Trisakti Senior Highschool . Aula sekolahnya udah penuhi sesak sama murid yang lulus seleksi a.k.a pendatang baru sampai murid yang naik ke kelas 2 dan 3.

"Perhatian semuanya!"

Perhatian seluruhnya beralih ke arah seorang pria muda yang  berdiri di podium dengan gagahnya. Pria itu Suho Diningrat, kepala sekolah sekaligus pemilik Trisakti Senior Highschool yang dikenal pak Suho.

"Gila sih, itu beneran kepala sekolahnya? Masih muda anjir, gue kira bapak-bapak kepala botak bagian depan."

"Gue bakalan betah sih sekolah di sini, sumpah!"

"Setuju gue, kepala sekolanya aja muda plus ganteng gak manusiawi gitu. Apalagi guru nya anjir."


Lebih kurang begitulah bisik-bisik murid kelas pertama di ajaran baru kali ini. Terpesona sama ketampanan uwu bapak suho tercinta tanpa tau fakta kalo beliau udah menikah, bahkan udah punya dua anak yang sama-sama sekolah di Trisakti.

"Gila sih pak Suho, udah punya anak dua tapi mukanya masih aja kek abg."

"Istrinya lagi, si guru matematika. Cantik nya gak wajar."

Bisik murid lama yang masih aja kagum sama pak Suho yang awet muda. Terlebih lagi kecantikan sang istri yang udah terkenal sampai ke sekolahan sebelah, Irene Putri. Guru matematika easy going yang murka kalo anak didiknya terlambat datang di jam pelajarannya. Bisa dibilang, pasangan suami istri itu udah jadi idola para murid bahkan alumni Trisakti Senior Highschool untuk waktu yang lama.

"Selamat pagi semua nya!"

"PAGI PAK!~"

"Saya ucapkan selamat bertemu kembali di sekolah kebanggaan kita ini untuk para murid yang telah naik setingkat, dan selamat datang untuk murid baru yang telah lulus seleksi dan menjadi bagian dari Trisakti."

"Sebelum pembagian kelas dan asrama di mulai, ada dua hal yang akan saya sampaikan kepada murid sekalian tentang peraturan baru yang telah disetujui oleh dewan sekolah."

Seketika aula mulai riuh, banyak beberapa murid yang pensaran sama peraturan baru yang akan di terapkan, tapi gak sedikit juga yang kelihatan keberatan sama peraturan baru yang bahakn belum di sebutkan apa isinya.

"Harap tenang semua!"

"Saya tau, sekolah kita sudah terlalu banyak peraturan yang harus kalian patuhi. Ini bukan peraturan baru sebenarnya, lebih memyerempet akan perubahan tata letak dan pembagian asrama kalian masing-masing untuk seterusnya."

Bukannya hening, keributan di aula malah makin menjadi tak terkendali. Banyak dari mereka yang mangujukan protes, begitu paham kalau mereka yang se-asrama tahun lalu gak jadi teman se-asrama lagi.

"Yah,,, kita gak satu asrama lagi dong."

"Belum tau juga, dengerin aja dulu."

"Sumpah ya kalo kita beneran pisah, labrak tuh pak Suho!"

"Emang lu berani?"

"Berani lah, orang papa gue!"

Keluh tiga orang murid perempuan yang salah satunya anak bapak Suho dengan ibu Irene. Bahkan ia menatap marah ke arah papa tercinta nya, karena gak terima berpisah dengan teman asramanya yang udah berbagi suka duka sama dia selama setahun lamanya.

"TENANG SEMUANYA!"

Keadaan aula langsung senyap seketika begitu mendengar suara lantang wakil kepala sekolah yang kegalakannya udah bukan jadi rahasia lagi bagi murid Trisakti, yaitu bapak DO yang terhormat.

"Pemberitahuan ini tidak akan berlangsung lama kalau kalian tenang dan mendengarkan! Kalian bisa tenang kan semuanya?!"

"BISA PAK~" seru mereka serentak.

"Baiklah saya lanjutkan, saya tau kalian telah nyaman dengan teman seasrama kalian sebelumnya. Tapi perubahan ini juga demi kebaikan kalian, supaya bisa mengenal yang lainnya. Jadi saya harap, kalian bisa menerima semua keputusan dewan sekolah."

"Peraturan pertama, tentu kalian akan di acak secara keseluruhan untuk menempati asrama kalian yang baru. Di asrama kali ini, setiap 1 rumah asrama akan diisi dengan 12 orang murid."

"Tak ada pemisahan rumah asrama bagi murid laki-laki dengan murid perempuan. Yang artinya dalam satu rumah asrama kalian akan di campur jadi satu, dengan pembagian enam murid laki-laki dan enam murid perempuan!"

Baru juga semenit yang lalu keadaan hening, aula balik lagi jadi riuh tak terkendali sama protes murid perempuan yang gak mau seasrama bareng murid laki-laki. Berbeda cerita sama murid laki-laki yang justru mengumbar senyum dan sujud syukur dalam hati karena bahagia. Biasanya yang mereka lihat pria berjangkun, sekarang berubah jadi kehadiran enam bidadari sekolah.

"Gak waras pak Suho! Yang bener aja, masa kita mau di campur sama murid laki-laki!"

"Tau tuh, gak mikir keselamatan kita atau gimana sih. Masa iya mau di gabung sama murid cowok. Syukur-syukur dapetnya yang baik, kalo dapet yang mesum gimana?"

"Alhamdulillah ya allah, engkau telah mengabulkan doa ku. Akhirnya aku bisa lihat bidadari di asrama."

"Semuanya harap tenang! Untuk pembagian kelas, nilai kalian sendirilah yg menentukan kalian berada di kelas yang mana."

"Untuk masalah pembagian kamar asrama, itu telah di jamin keamanannya oleh pihak sekolah. Termasuk saya sendiri. Jadi bagi murid perempuan, tidak perlu takut kalau-kalau ada murid mesum yang satu rumah asrama sama kalian. Karena mereka tidak bisa masuk ke kamar kalian yang berbasis sidik jari, dan password di setiap pintunya."

"Dan untuk murid laki-laki, kalian bertanggung jawab menjaga keamanan rumah asrama yang akan kalian tinggali nantinya. Bersyukur kalau kalian ada yang pandaimasak, karena kantin asrama akan buka pada jam makan siang saja."

"Jadi pesan saya, berbaik hati dan rukunlah dengan murid perempuan. Karena mereka yang nantinya akan dengan baik hati memasakan kalian makanan. Tentu dengan kerja sama dan saling membantu. Karena perubahan peraturan ini, bertujuan untuk melatih kalian agar mandiri, peduli, dan saling kerja sama!"

"Anjir,,, sukur-sukur dapet temen cewek seasrama yang baik, kagak dendaman. Biar gak mati kelaperan gue."

"Yang gak judes juga pokoknya, sadar diri gue gak bisa masak anjir."

Bergantilah murid laki-laki yang misuh-misuh dan gelisah sama nasib mereka masing-masing.

"Oke, itu aja yang saya sampaikan. Selagi menunggu pengumuman pembagian asrama dan kelas, kalian bisa berkenalan kembali satu sama lain."

"Selamat siang."

"SIANG PAK~"





Hallo :)
Jumpa lagi sama aku :v
Aku bawa cerita baru, yang siapapun boleh join 😂
Hitung" menambah tali pertemanan :3
Jangan lupa vote sama comment ya^^
Kalo mau join, comment aja gak papa, kalo gak mau juga gak papa.
Aku tidak memaksa hehe

See you next part.

Dormitory HouseOnde histórias criam vida. Descubra agora