Kelanjutan kisah antara Seongwoo, Daniel dan buku hariannya.
Sequel dari cerita 'Diary'
Disarankan untuk membaca cerita pertama terlebih dahulu :)
Start : 30 Maret 2020
End : (?)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Tirai jendela berwarna putih itu masih tertutup rapat. Padahal di luar sana matahari sudah berada di posisinya, siap untuk menjalankan tugasnya. Seongwoo, yang sedang bergelung di dalam selimut tebalnya, perlahan mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah damai Daniel.
Membuat senyum kecil tercipta di wajahnya. Dirinya masih tak percaya bahwa kini ia dan Daniel sudah resmi menikah.
Dengan perlahan Seongwoo melepaskan pelukan Daniel pada tubuhnya. Beruntung suaminya itu tak terusik akibat gerakan kecilnya.
Sejenak ia meregangkan tubuhnya lalu membuka tirai jendela kamar. Udara pagi langsung menyapa kulitnya. Astaga suasana ini benar-benar membuat Seongwoo merasa tenang.
Kaki jenjangnya melangkah ke arah dapur, berniat untuk membuat sarapan untuk mereka berdua.
Tak ada asisten di rumah itu. Seongwoo dan Daniel sepakat untuk mengerjakan semua hal bersama-sama. Sama-sama bekerja dan sama-sama mengurus rumah, terdengar adil dan menyenangkan bukan?
Mereka melakukannya bukan tanpa alasan.
Pertama, mereka ingin belajar hidup mandiri. Mereka tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Pun tak selamanya mereka bisa bergantung kepada orang lain.
Kedua, mereka ingin memiliki lebih banyak waktu bersama. Mereka bekerja dari pagi hingga sore hari lalu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah mereka harus mengerjakan pekerjaan rumah bersama-sama.
Lalu apa yang menjadi keuntungan dari kegiatan itu?
Komunikasi. Mereka jadi lebih sering berkomunikasi saat melakukan pekerjaan rumah bersama-sama. Entah itu tentang pekerjaan, tentang masa depan atau seputaran hal-hal dalam rumah mereka.
'Tapi bukankah lebih bagus jika mempekerjakan seorang asisten sehingga mereka berdua bisa memiliki waktu lebih lama untuk berduaan?'
Entahlah. Terdengar tak masuk akal memang tapi itulah yang menjadi pilihan keduanya. Selama mereka sanggup untuk bertanggung jawab atas pilihannya, kenapa tidak?
"Selesai!"
Seongwoo tersenyum puas melihat hasil masakannya. Hanya menu sederhana. Roti panggang dengan isian telur dan alpukat serta jus apel untuk Daniel dan roti panggang selai dan susu untuk dirinya.
Ingatkan bahwa Seongwoo masih cukup baru di dunia per-rumah tangga-an ini?
"Morning love."
Si manis sedikit berjengit kala Daniel datang dan langsung memeluk pinggangnya. Belum lagi pria itu hanya mengenakan celana training pendek tanpa atasan.
Seongwoo belum cukup terbiasa dengan itu semua sehingga ia memilih untuk memalingkan wajahnya. Melihat sang istri yang merona, Daniel tertawa kecil lalu mengecup pelipisnya.
Ia berjalan masuk kembali ke dalam kamar untuk mengenakan kaosnya. Ia tahu, Seongwoo masih belum bisa terbiasa dengan itu semua dan ia maklum akan hal itu.