Di atas sini terlalu tinggi dan hampa. Apa gunanya semua ini tanpa kau disampingku...
ini merupakan cerita pertamaku yang dipublis. Jadi tolong bantuannya dengan meninggalkan komentar kalian. Terimakasih sudah membaca...
Setelah menekan kata sandi, kesunyian menyambutnya. Tempat ini begitu sunyi, sebenarnya dia benci menginjakan kaki disini, terdapat kenangan menyedihkan serta menyakitkan. Selalu seperti ini, berpura-pura baik-baik saja ternyata memberikan efek yang lebih menyedihkan. Dia baru pulang dari makan malam bersama para member lalu kembali ke Apartement miliknya.
Membuka kamar miliknya, sengaja tidak menghidupkan lampu membiarkan tubuhnya terhanyut dalam kegelapan. Membaringkan diri pada ranjang. Sekilas memejamkan mata untuk beristirahat sejenak. Tanpa diminta pikirannya menggingat orang yang memporak porandakkan hatinya selama ini. Hari berlalu bulan berubah tahun berganti begitu saja, perasaan yang tidak terselesaikan tetap tergantung seperti ingin bunuh diri. Kenapa harus merasakan jika tidak bisa memiliki?
Jeon Jungkook
Pria itu melihat isi galeri di ponselnya. Menggingat kejadian-kejadian manis yang saat ini hanya menjadi kenangan.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"aku merindukanmu..."
"mata indahmu, aku rindu melihatnya terbuka dari mimpi indahmu tepat disampingku"monolognya lalu menggeserkan layar ponselnya
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"bahkan aku masih ingat foto ini diambil saat kau dengan sabarnya menemaniku promosi lagu kami"
"kenapa kau betah sekali berada di pikiran dan hatiku?"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"aku rindu senyumanmu, senyuman yang muncul dikarenakan diriku"Senyuman yang begitu manis dari seseorang berhati lembut. Anggap saja Jeon Jungkook dari boyband dunia BTS gagal move on dari mantan kekasihnya. Rossane Park atau lebih dikenal dengan Rose dari BLACKPINK.
25 November 2020
Seperti biasa BTS akan menghadiri SBS Gayo Daejun. Sedari tadi salah satu member tidak terlihat seperti biasanya, dia lebih gelisah? Para hyung sudah tau apa yang membuat maknaenya seperti itu. Jeon Jungkook akan selalu berbeda saat acara akhir tahun dan penghargaan yang dimana BLACKPINK menghadirinya juga. Sekuat apapun dia menyembunyikan luka dengan senyuman, tentu para hyung paham apa yang ia rasakan.
Sudah delapan bulan terhitung semenjak Jungkook dan Rose tidak bertemu. Terakhir saat Golden Disk Award awal tahun ini, itupun mereka tidak saling sapa hanya melewati satu sama lain. Sebenarnya kemarin ada kesempatan untuk bertemu, tapi Jungkook tidak ingin membuat mood Rose rusak karenanya. Makanya dia meminta jadwal rehearsal dimajukan agar tidak seperti idol lainnya. Namjoon menghampiri Jungkook yang sedang bercermin merapikan jas yang dikenakan.
"kook, menurutku sekarang waktu yang tepat untuk membicarakan masalah kalian. Apakah kau tidak ingin mencoba meyakinkannya lagi?"namjoon menatapnya dari pantulan cermin. Yang ditatap Nampak berpikir sejenak lalu membalikkan badan.
"apakah menurut hyung dia ingin mendengarkanku?"jungkook bukannya tidak ingin berusaha. Ia hanya ragu, takut akan lebih kecewa dengan usahanya.
Namjoon mengangguk mencoba untuk memberikan solusi terbaik untuk masalah percintaan adiknya ini.
"terlepas dari dia ingin mendengarkanmu atau tidak. Aku yakin dia ingin melihatmu, hati perempuan itu tidak mudah berganti kook. Jadi berusahalah sedikit lebih keras. Ini sudah dua tahun tapi kau tetap tidak bisa melupakannya. Kau tetap dengan kesedihanmu. Aku ingin kau bahagia. Dan aku rasa bahagiamu ada padanya jadi kejarlah dia."namjoon yakin akan hal itu, terlalu terlihat jelas dimata Jungkook. Dan namjoon tau apa yang ditakutkan jungkook
"tapi hyung jika saja, jika kita bersama..."
"sudah tidak usaha pikirkan apa yang belum terjadi. Yang terpenting sekarang perasaanmu. Kebahagiaanmu"yakin Namjoon lalu menepuk bahu Jungkook sebelum berlalu pergi.
Sekarang mereka sedang menunggu giliran red carpet, dari kejauhan Jungkook dapat melihat Rose dengan gaunnya berwarna toska. Potongan gaunnya sederhana cocok dengan tubuh Rose. Rambut blondenya dibiarkan terurai ke sisi sebelah kanan. Tanpa aksesoris berlebihan hanya kalung yang menempel pada leher polosnya. Kombinasi yang sempurna untuk seorang Rossaene Park.
"selalu mempesona..."lirih jungkook
Ditengah keramaian Jungkook meyakini hati dan pikirannya untuk tidak menyerah dan mengejar wanitanya, sekali lagi...
"Maafkan aku Rose...aku mohon berikan kesempatan untukku... untuk hubungan kita.."itu yang rapalkan Jungkook saat ini.
Bukankah memang lebih baik seperti itu? Buat apa hidup dengan segala kecukupan tetapi hidupnya hampa, hatinya terluka. Popularitas? Jangan ditanya seluruh dunia tau siapa Jeon Jungkook itu. Maknae dari grup besar BTS, dengan suara indah bagai malaikat menjadikannya salah satu idol yang dipuja, pintar dalam segala hal, memiliki wajah yang rupawan. Bisa dibilang dia adalah Bias sejuta umat, tidak ada yang bisa menolak pesonanya. Kekayaan? Dude dia memiliki apartemen dan mobil dengan harga milyaran di usia 22 tahun. Muda, popular dan kaya raya. Seharusnya dia bisa mendapatkan perempuan mana saja, tapi apa boleh buat hatinya ternyata tidak semurahan itu.