Hai semuanya!
Sebelum membaca, tolong bangett apresiasi aku dengan klik vote dan kalau boleh jangan lupa untuk comment ya. Terima kasih!^^
Dentuman musik terdengar sangat keras sampai rasanya memekakkan telinga, Mirae berada di tengah hiruk-pikuk keramaian orang-orang yang tengah meliuk-liukkan tubuhnya sembari tertawa lepas. Mereka terlihat seolah tak memiliki beban apapun dalam hidup mereka. Namun sebenarnya hati seseorang siapa yang tahu? Mungkin saja mereka hanya mencari kesenangan ditempat ini atas semua penat yang tengah mereka rasakan. Mirae menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum ringan, ia tak memiliki hak untuk menghakimi mereka.
Kemudian Mirae kembali meneguk segelas vodka yang berada di tangannya, sedikit tersenyum miris mendapati dirinya berada ditempat ini dengan segala penyesalan yang sedang berkecamuk dikepalanya. Ia kembali menyesali keputusan yang telah ia buat. Seharusnya sedari awal ia tetap pada pendiriannya untuk selalu menutup pintu hatinya dan tak membiarkan seorang pun menerobos masuk.
Ia lelah dengan semua perasaan yang menggerogoti dirinya saat ini, ia kembali terluka, lagi. Hidupnya sudah cukup melelahkan, ditambah dengan urusan hati yang rumit. Ini benar-benar membuatnya merasa berada pada titik terendah. Kini Mirae berpikir, apakah ia memang tidak di takdirkan untuk merasakan bahagia dalam hidupnya?
Terkadang Mirae merasa cemas jika ada kebahagiaan datang menghampirinya, karena ia tahu, tak lama kemudian pasti akan ada kesedihan mehampiri dirinya. Entah di tinggalkan oleh orang tersayang atau bahkan kemalangan lain yang menimpa dirinya. Hal inilah yang membuat Mirae sangat menutup dirinya terhadap orang luar. Sebisa mungkin ia menjauhi interaksi dengan orang lain.
Dan di saat dirinya kembali membuka hati, ternyata luka lama itu masih belum tertutup secara sempurna, ia hanya terus menyakiti orang lain dengan rasa sakit yang ia rasakan sebelumnya. Ia benar-benar merasa dirinya sangat brengsek saat ini. Ketakutan akan gagal lagi, membuatnya lebih memilih untuk meninggalkan dari pada di tinggalkan. Katakanlah Mirae seorang pengecut, namun kenangan buruk dan kekecewaan yang ia rasakan di masa lalu nyatanya membekas begitu dalam.
"Lee Mirae?"
Suara lelaki itu, Apakah aku mabuk? Atau aku terlalu merindukannya? Batin Mirae.
Bahkan di saat seperti ini, ia bisa membayangkan lelaki itu berada di dekatnya.
"Mirae-ya, kembalilah. Aku membutuhkanmu. Sangat" Ujar pria bersurai hitam yang berdiri dihadapannya yang detik berikutnya merengkuh Mirae kedalam pelukkannya tanpa sempat Mirae melakukan penolakkan apapun. Dirinya sadar, ia bukan mau menghilang. Mirae hanya butuh ditemukan. Dan disinilah, lelaki yang selalu menemukan dirinya saat ia sendiri sudah kehilangan dirinya. Haruskah ia kembali dan memulai sekali lagi?
KAMU SEDANG MEMBACA
Chance
FanfictionRate : M (21+) Lee Mirae pernah terluka begitu dalam hingga membangun dinding yang kokoh bagi hatinya dan tak membiarkan seorang pun masuk dalam kehidupannya. Dilain pihak, Hwang Yoongi sedang berusaha menata kembali kehidupannya setelah suatu insid...
