Anniversary

433 34 2
                                        

Gun terbangun ketika merasakan bagian ranjang disebelahnya kosong

Gun mengucek pelan matanya, memandang kamarnya yg terlihat kosong, biasanya jam segini kekasihnya itu masih asik menjelajahi dunia mimpi, kemana dia?

"papii" Gun mengetuk pintu kamar mandi yang ada dikamar mereka, tapi hanya kesunyian yg menjawabnya, dengan hati-hati lelaki mungil itu membuka pintunya dan hanya kekosongan yang ada diruangan itu

Gun kembali duduk dikasurnya untuk mencari ponselnya guna menghubungi sang kekasih, baru saja ingin membuka lock ponselnya, sebuah note menempel disana

"sayang, maaf aku harus berangkat pagi sekali hari ini, semalam sekertarisku mengatakan ada masalah cukup rumit dikantor, aku sudah membuatkanmu sarapan dibawah, selamat makan my baby 💚" Gun tersenyum memandang tulisan-tulisan yang ada dinote itu, menyimpannya didalam laci nakas kamar mereka dan berjalan menuju ruang makan

Gun mendapati sepotong sandwich disana dan sebuah note lagi

"selamat makan my princess, maaf pangeranmu tidak bisa menemanimu hari ini, semoga harimu menyenangkan, dan selamat menikmati masakan lelaki tampanmu ini" Gun terkekeh membacanya, kemudian membuka kulkas dan menuangkan jus untuk menemani santapan sarapannya pagi ini

o==[]::::::::::::::::>

"cincin yang aku pesan sudah kau siapkan kan Tay?" tanya Off kepada Tay yang saat ini sedang bercengkrama dengannya disebuah cafe

"yah sesuai dengan permintaanmu yg banyak mau nya itu" Tay memutar bola matanya malas, benar-benar merepotkan temannya ini, Tay menyodorkan sebuah kotak cincin yang disambut Off dengan suka cita

"kau memang teman yang bisa diandalkan" Off tertawa pelan dengan menepuk bahu Tay dengan tidak santainya, dasar teman tak tau diri

"bahagiakan dia untukku oke? Aku sudah merelakannya untuk lelaki menyebalkan sepertimu, jangan berani-berani menyakitinya, atau aku akan menculiknya dan membawanya kabur ke amerika" ancam Tay dengan wajah main-main

"aku mungkin tidak bisa menjanjikan dia tak akan menangis nanti, tapi aku berjanji akan terus berusaha membuatnya bahagia dengan cintaku ini" Off tersenyum

"aku pegang janjimu sebagai lelaki oke"

"yah selama aku masih menjadi lelaki kau boleh terus ingat janjiku ini" Off berbicara main-main

"sialan" dan mereka tertawa bersama

o==[]::::::::::::::::>

Gun memandang ponselnya dengan kesal, sedari tadi kekasihnya itu tidak bisa dihubungi

"kemana sih lelaki tua ini?" ucap Gun dengan kesal kepada ponselnya yg tak berdosa

"awas saja, aku akan mengunci pintu kamar nanti" Gun melemparkan ponselnya diatas meja makan itu dengan kasar dan membaringkan kepalanya dengan kesal

"hiks... Hiks... Padahal hari ini anniversary kita, aku juga sudah memasak makanan kesukaannya, kau kemana papii?" Gun terisak dengan pelan ditemani dengan kesunyian malam

o==[]::::::::::::::::>

Off berjalan pelan memasuki rumahnya, berusaha seminimal mungkin menimbulkan suara

Off memandang kekasih mungilnya yg tertidur diatas meja makan ditemani dengan makanan-makanan yang sudah terlihat dingin itu

"maafkan aku ya sayang" Off mengelus pipi Gun dan mengecup bibirnya pelan, membuat sang kekasih merasa tidurnya terganggu

"sudah bangun tuan puteri?" tanya Off dengan senyum tampannya yang dibalas Gun dengan pukulan yang tak bisa dikatakan pelan itu

"aww Gun, kenapa memukuliku?" Off berusaha menghentikan tindakan bar bar kekasih mungilnya itu, namun sepertinya kekasihnya masih dibutakan dengan emosi

"KEMANA SAJA?" tanya Gun dengan keras

"maaf sayang" sahut Off sembari menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali

"maaf... maaf... kau fikir aku tidak khawatir hah? Membalas pesanku selama beberapa menit saja kau tak ada waktu, dasar menyebalkan" Gun masih sibuk mengomel

"sudah marah-marahnya sayang?" tanya Off dengan lembut

"gaktau" Gun melengos pergi meninggalkan Off, namun dengan cepat Off menggenggam tangan Gun dengan lembut

"ikut aku ya" ajak Off

"aku mau tidur" balas Gun dengan jutek namun Off hanya menanggapinya dengan senyuman dan mengelus lembut tangan Gun dengan jari-jari besarnya

"sebentar saja ya" Off menarik lembut tangan Gun, dan Gun memilih pasrah saja namun tetap mempertahankan wajah tertekuknya

o==[]::::::::::::::::>

"papii kenapa mataku ditutup sih? kalo aku jatuh bagaimana?" ucap Gun dengan kesal

"tentu saja akan jatuh dipelukanku sayang" Off berujar disamping telinga Gun dibalas Gun dengan cubitan kerasnya membuat Off meringis, menyeramkan sekali kekasihnya ini jika sudah marah

Off melepaskan telapak tangannya dari mata Gun dengan pelan

"buka matamu sayang" bisik Off lembut membuat Gun membuka matanya dengan terpaksa, dia hampir tertidur omong-omong

"papii...." tanpa terasa air mata Gun menetes memandang ini semua, mereka sudah berada ditaman yang sudah dihiasi dengan berbagai macam hiasan-hiasan indah, ada salah satu layar yang memuat vidio-vidio kebersamaan mereka selama ini

"Gun, aku tau aku bukan lelaki sempurna, aku pemalas, kadang tak peka dengan perasaanmu, terlalu sering mengabaikanmu dengan pekerjaan dan game-gameku, aku tak seromantis kebanyakan lelaki diluar sana, terkadang aku lupa hari lahirmu, dan melupakan banyak hal, jangan bosan-bosan mengingatkan dan menemaniku Gun, aku lelaki yang tak sempurna ini menginginkan engkau yang begitu sempurna untuk menyempurnakan hidupku, maukah kau Gun?" kini Off berlutut dihadapan Gun dengan menggenggam tangan Gun dengan lembut

"terima... Terima... Terima" sahut-sahutan orang-orang disana menggema, disana ada keluarganya off yang menatapnya dengan tatapan yang menyejukkan, ada keluarganya juga yang menganggukkan kepala mereka pelan sebagai kode untuk Gun menerima lamaran kekasihnya itu, dan juga teman-teman mereka yang terlihat penuh semangat menyuruhnya untuk menerima lamaran kekasihnya ini

"oh ayolah nong Gun, jangan terlalu lama berfikir, kasian temanku yg sudah tua itu harus berlutut terlalu lama, tulang-tulangnya begitu rapuh" ucapan Tay mengundang gelak tawa orang-orang yang ada disana

"menikah denganku sayang?" tanya Off dengan senyuman lembut serta tatapan penuh harapnya

"ya" jawab Gun pelan dengan anggukan mengundang sorak sorai mereka semua, Off bangkit menghapus airmata yang mengalir dipipi Gun dan memeluknya dengan erat

"terima kasih sayang, maaf mengabaikan mu seharian ini, dan happy anniversary sayang" Off mengelus kepala Gun, dan menenggelamkannya di dada bidangnya

"maaf sudah membentak dan memukulimu papii" Gun melonggarkan pelukan mereka guna mengelus pelan pipi kekasihnya dengan lembut

"sepertinya aku butuh pijatan ekstra darimu malam ini" bisik Off dengan cengirannya yang menyebalkan

Baru saja Gun akan menghadiahi Off dengan pukulannya lagi, sebelum suara Tay kembali menginstrupsi mereka

"hoi hoi yang disana, kami masih berpijak dibumi yang sama dengan kalian, sekedar mengingatkan"

"dasar perusak suasana" cibir Off

Cup...

Gun berjinjit untuk mengecup bibir Off dengan pelan

"aku tunggu dikamar nanti ya" bisik Gun sebelum berlari menyusul teman-teman dan keluarganya

Off hanya menyengir dengan bodoh sambil mengelus bibirnya

"tunggu aku sayaang"

End

Happy Puppy 🐶 Où les histoires vivent. Découvrez maintenant