Cahaya jingga di ufuk barat serta semilir angin menerpa wajah cantik seorang gadis dengan rambut tergerai. Ia duduk di sebuah kursi taman yang berada di kota besar ini, memandangi langit yang menampakkan warna indahnya.
Gadis cantik itu mengalihkan pandangan pada seorang anak yang sedang bermain dengan orang tuanya. Sambil tersenyum ia berharap suatu saat ada kehangatan dalam keluarganya.
Tak terasa titik embun mata tiba-tiba jatuh saat ia mulai terbang ke masa lalu, ke masa dimana keharmonisan keluarga yang pernah ia rasakan hilang hanya karena kesalah pahaman.
"Ma pa lista benci kondisi ini, lista kangen kondisi keluarga kita yang dulu." Ungkap lista dalam hati sambil berderai air mata.
Hadir dalam keluarga berantakan itu menyakitkan, begitulah yang di rasakan Lista Andreliya. Gadis cantik yang tinggal di keluarga yang serba ada, serta punya seorang kakak bernama Clara Andreliya yang lista jadikan sebagai sandran saat semua mengecewakan.
Pulang dari taman, lista hanya berdiam diri di balkon kamar memandangi taman belakang rumah dengan semua bentuk permainan yang dulu pernah lista mainkan dengan keluarganya.
"Kamu kok disini sih?" Suara clara mengagetkan lista yang sedang melamun.
"Eh kakak sejak kapan kak clara di situ?" Tanya lista.
"Sejak zaman malin kundang jadi batu" Jawab clara asal.
"Lista kira sejak nabi adam dan siti hawa di persatukan" Tambah lista.
"Iya deh terserah kamu, ya udah masuk yuk jangan di luar terus ntar sakit kan kakak yang repot." Ucap clara.
"Ya gapapa kalo lista sakit terus kak clara yang rawat, itu tandanya kakak sayang sama lista." Jawab lista enteng kek bawa genteng.
"Ya itupun kalo kakak mau rawat kamu, kalo kakak ga mau gimana?" Sela clara
"Kalo kakak ga mau ya udah sih tinggal nunggu lista mati." Balas lista.
"Husssh aneh-aneh aja kamu ngomongnya, ga boleh gitu dek, seharusnya kamu bersyukur masih bisa hidup sampai sekarang." Ucap clara menasehati lista yang asal ngomong.
"Kan kakak yang bilang ga mau rawat lista kalo lista sakit ya udah sih biarin aja." Jawabnya
"Ga mungkin kakak ngebiarin kamu sakit dek, ya udah makanya masuk yuk biar ga sakit." Clara menarik tangan lista masuk ke kamar.
Paginya mentari bersinar ke arah wajah cantik lista, sehingga lista terbangun dari tidur nyenyak tanpa mimpi....
Maaf ya kak segini dulu prolognya, mohon keritiknya biar bisa lebih baik lagi😇😊
YOU ARE READING
RAIN
General FictionKehilangan bukanlah sesuatu yang mudah bagi seseorang, apalagi bagi seorang gadis lemah sepertiku, di saat ada bahagia yg hadir mengapa ada luka yang menyapa?
