Satu persatu anak-anak mulai keluar karena berhasil menjawab teka-teki dari Ariq dan Danis
Dan hal tak terduga gue rasain, tangan Rafka bergerak ke bahu gue sebagai tumpuan buat kepalanya
Sependek itukah gue disebelah dia? ㅠㅠ
"Kok gue berasa pendek banget ya?"
"Gapapa lucu"
Wah minta dijait mulutnya, gila ni orang makin-makin aja
Gak lama orang yang pagi ini bikin gue badmood dateng, dan Rafka tiba-tiba ngerangkul gue man
Sontak yang lain pada ngecie-in gue dan Rafka cuma nyengir doang bruh, wah bener-bener minta dijait mulutnya
"Mila ayo, kok pulangnya selalu telat gini sih" buset kakaknya sewot, yang belajar disini siapa, yang ngegas siapa
Ya karena gue baik hati dan tidak sombong, gue suruh dia buat masuk dulu karena adeknya masih ngerapihin alat tulisnya, tapi jawabannya bikin gue yang sewot sekarang
"Saya tau tujuan kalian kesini untuk meningkatkan mutu pendidikan didaerah ini, tapi apa kalakuan kalian itu pantas? apalagi kalian berada dibagian kelas ini, harusnya kalian memberi contoh yang benar kepada anak-anak yang ada disini. Kalau pengajarnya aja begitu, gimana yang diajarinnya" - Kakaknya Mila
"Maaf sebelumnya kalau perilaku kita belum mencerminkan perilaku positif, tapi apa anda tahu cara kami mengajarnya? apa anda tahu bagaimana kerja keras kami mengajarkan 24 anak-anak yang ada dikelas ini, tugas itu memang sepertinya mudah, tapi tidak semudah anda menelan makanan anda. Tugas ini memiliki tanggung jawab yang besar karena menyangkut masa depan anak-anak. Yang anda maksud kelakuan tidak pantasnya itu yang mana ya?"
"Ra udahlah gak usah diperpanjang, inget pesen bunda lo"
"Tapi Raf--"
"Perilaku kalianlah yang disini tidak pantas"
Saat berbicara seperti itu, Rafka langsung nyamperin anak itu dan anak itu kayak gelagapan gitu. Yang lainnya cuma nyaksiin perdebatan antara gue dan anak itu
Gue gak tau apa yang Rafka bilang ke anak itu, tapi anak itu dari tadi hanya mengangguk-anggukan kepalanya
"Eum--maaf ya kak, aku salah paham, harusnya aku gak marah kayak tadi"
Lah kok sekarang dia minta maaf sih. Dari belakang, Rafka kayak ngasih kode ke gue gitu supaya ngeiyain anak ini
"Iy-iya gapapa kok, oh iya nama kamu siapa?"
"Nama aku Shinta kak"
Akhirnya setelah berkenalan kita kayak ngobrol-ngobrol gitu, dan Rafka juga belom ngasih tau ke gue apa yang dia omongin sama Shinta
"Yaudah kak aku pulang dulu yaa"
"Iya Shin, maaf ya pulangnya jadi telat gini"
"Gapapa kak kan aku sendiri yang minta"
Setelah dia pergi, temen-temen gue yang lain malah pada ketawa apalagi si Danis, dia ngakak banget
"Kok tiba-tiba pada ngakak gini si?"
"Apaan sih Nis, dari tadi gue gak tau apa-apa woi, tolonglah"
"Kamu kepo ya? coba kamu tanya saja pada abangmu" tutur Danis dengan nada ngeledeknya
"Ha? abang?"
Tanpa basa-basi, Rafka ngerangkul gue lagi terus dia mulai ceritain tadi dia ngomong apa aja sama Shinta
"Wah parah banget Raf"
"Dari pada nanti malah ada masalah, mending digituin Ra, lagian kayaknya dugaan Danis bener kok. Pas gue deketin dia, dianya kayak langsung salting gitu"
YOU ARE READING
Mr. R
Fanfiction"Gimana ceritanya dah orang sejutek lo gini jadi bawel kayak abang lo?" "Lo juga, kok bisa jadi supel gitu?" "Jahat lo Ra gak cerita-cerita sama kita" Rara mentap laki-laki disebelahnya dengan tersenyum dan laki-laki tersebut ikut tersenyum dengan...
