Mereka hanyalah sekelompok empat pemuda yang mengisi hari-harinya dengan kesenangan semata, menghabiskan waktu remaja mereka dengan bermain dan membuat sebuah kenangan bersama sahabat mereka.
Cho Kyuhyun adalah remaja yang mempunyai sifat tsundere y...
Cho Kyuhyun terdiam menatap sekelompok remaja sekolah yang berada di hadapannya dengan mimik wajah mengeras menahan amarah yang mulai membuncah, dirinya menatap ke arah samping dimana ketiga sahabatnya yang ikut berjajar sembari membawa batu dan juga sebuah tali panjang.
Sedangkan Minho terdiam sejenak, dirinya menatap sebuah tali yang di genggam oleh Junmyeon di lengan kanannya.
"Suho, tali untuk apa?" Tanya Minho dengan penasaran, mata besarnya terus menatap wajah Junmyeon yang masih terdiam tanpa menjawab pertanyaannya.
Junmyeon atau yang kerap di sapa sebagai Suho itu lantas menatap ke arah ketiga temannya. "Tentu saja untuk memukul." Katanya dengan percaya diri, ntah akan berhasil atau tidak namun Junmyeon percaya tali yang ia temukan di gudang sekolah ini akan berguna nantinya.
Changmin menggelengkan kepalanya dengan raut wajah tak peduli, teman-temannya memang cerdas luar biasa.
Mereka lantas terpengarah saat seseorang di sebrang sana melemparkan sebuah batu besar yang bertuliskan kata kasar. Jika saja Minho tidak menahan tubuh Kyuhyun pasti lelaki itu kini sudah membalasnya dengan lemparan pisau dapur yang mereka dapatkan dari kantin sekolah secara diam-diam.
Changmin menatap ke arah belakang, lalu menganggkat tangannya ketika sekumpulan siswa lainnya mulai berdatangan.
Yunho menghampiri Changmin dengan mimik wajah seserius mungkin, memberinya sebuah es batu dan satu buah botol beling bekas.
"Yunho dan teman kita sudah datang." Kata Changmin, lalu diangguki mereka yang masih diam berhadapan dengan kubu sekolah sebelah yang jumlahnya hampir lima belas orang. Sedangkan mereka hanya berjumlah delapan orang karena Yunho membawa bala bantuan.
Kyuhyun sebagai tertua disana mulai berhadapan dengan lelaki bernametag Sehyung yang kini memasang wajah super menyebalkan. Sehyung mendecih sedangkan Kyuhyun hanya menatapnya dengan wajah datar.
"Kau yang memukul adik kelasku, kan? Namanya Choi Lucas. Dia adik sahabat kami yang kalian pukuli dan rampas uangnya kemarin sore." Kyuhyun mulai menjelaskan apa yang terjadi hingga mereka kini berada di tengah lapangan bola. Sedangkan Sehyung hanya tertawa hambar mendengar tuturan dari musuhnya tersebut.
Sehyung mendekat pada wajah Kyuhyun. "Aku tidak ingat." Ucapnya memberikan senyuman kecil. Lalu mengangkat sebelah lengannya ke arah kepala.
Kyuhyun menggeram. Lelaki itu lantas mencengkram kerah seragam Sehyung dengan kuat. "Maka aku akan membuatmu mengingatnya sekarang." Katanya lalu memberikan pukulan kencang pada pipi lawannya hingga tersungkur di atas tanah.
Changmin mengangguk lalu mulai melemparkan batunya ke arah lawan mereka. Sedangkan Minho yang datang dengan tangan kosong langsung membabi buta memukuli sang lawan.
"Yak, habisi mereka!" Sehyung mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya, mengarahkannya pada Kyuhyun yang kini sudah ikut mengacungkan pisau dapur milik ibu kantin.
Mereka semua lantas saling berkelahi hingga wajah yang sebelumnya terlihat baik-baik saja kini menjadi membelur biru hingga meneteskan darah. Junmyeon menarik talinya dengan sekuat tenanga, memutari dan berakhir mengikat musuhnya dengan kuat dan memukulinya dengan kencang.
"Max! Ada polisi!" Teriak Yunho pada Changmin. Mereka semua langsung berhenti pada kegiatannya masing-masing dalam hitungan detik, mengakhiri perkelahian antar sekolah tersebut dan berhamburan untuk membubarkan diri.
Kyuhyun memegang lengannya yang sedikit tergores pisau dengan erat, berteriak pada kedelapan temannya agar pergi dari tempat mereka saat ini berpijak dan bersembunyi.
Kyuhyun menarik kerah baju Minho dengan paksa saat lelaki bertubuh jangkung itu hanya terdiam di tempatnya. Mereka mulai berlarian dengan cepat lalu memasuki gudang yang tidak jauh dari lapangan tersebut.
Di dalam sana sudah terdapat Changmin yang terduduk lelah bersama Junmyeon, sedangkan dirinya hanya menatap Minho yang masih saja memandang lurus dengan ekspresi wajah kosong.
"Ming, kau baik-baik saja?" Ujar Kyuhyun khawatir, lelaki dengan kaus oblong itu menatap seluruh tubuh Minho dan mendapati luka sayat yang cukup panjang di punggung sang sahabat. "Yak seharusnya kau bilang jika terkena benda tajam eoh!" Teriak Kyuhyun. Melupakan lengannya yang juga sudah mengalirkan darah segar hingga menetes ke lantai.
Changmin dan Junmyeon menghampiri mereka dengan cepat. Changmin memang tidak mendapati luka serius di seluruh tubuhnya namun Junmyeon terlihat pucat karena kakinya yang terlihat tertatih saat berjalan.
Kyuhyun terdiam, melepas paksa seragam Changmin dan melipatnya untuk ia letakkan pada punggung Minho yang terus menerus mengeluarkan cairan merah.
Junmyeon terduduk di lantai, membuka celana seragamnya dengan susah payah dan mendapatkan luka lebam di daerah pergelangan kakinya.
Changmin langsung menatap ketiga temannya yang terluka, lelaki yang kini hanya memakai kaus berwarna hitam itu lantas meronggah saku celannya dan memanggil Yunho agar cepat kemari untuk membawakan mereka bantuan.
"Ming, kau baik-baik saja?" Changmin lantas memeriksa kembali punggung Minho dengan wajah ngeri setelahnya. Melihat darah yang terus membanjiri bajunya saja sudah bisa ia bayangkan betapa perihnya sayatan itu.
Mereka semua menoleh saat Yunho datang dengan seseorang yang mereka kenali. Itu adalah kakak mereka.
Changmin menatap Siwon dan juga Donghae dengan takut, mereka lantas menghampiri adiknya dengan pandangan penuh amarah dan kekhawatiran.
Donghae menatap Junmyeon dengan wajah kalut, dirinya lantas membawa sang adik ke dalam gendongannya dan membawanya ke dalam mobil setelah berpamitan dengan mereka.
Sedangkan Choi Siwon, lelaki yang kini bergelar sebagai dokter spesialis saraf itu lantas langsung membawa Minho ke dalam mobilnya dengan di bantu oleh ketiga orang tersebut.
Kini hanya tersisa Yunho, Changmin dan juga Kyuhyun yang terdiam diri di dalam sana. Kyuhyun tidak punya kakak, namun Yunho dan Changmin adalah saudara kembar nonidentik yang mampu melengkapi satu sama lain.
Changmin menatap Yunho dengan mata sayu, lalu mengalihkan pandangan mereka pada Kyuhyun yang kini sudah terduduk tanpa tenaga.
"Ayo kita pulang, Kyuhyun. Kami akan mengantarmu." Yunho membawa tubuh Kyuhyun untuk masuk ke dalam mobilnya di bantu oleh Changmin. Mereka meninggalkan gedung kosong tersebut dengan tenang tanpa membuat keributan.
Ntah apa yang akan terjadi besok, namun yang mereka yakini adalah mereka tidak akan di keluarkan dari sekolah. Karena sekolah mereka adalah milik Junmyeon, lelaki berwajah menyebalkan yang sialnya adalah seorang konglomerat kaya raya.
to be continue? Vote and Comment please!^^
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.