• first rules.

145 9 0
                                        

Aku melangkahkan kaki menuju ruangan kelas, tepat di ujung lorong. Di depanku seseorang dengan tubuh tinggi semampai tengah menuntun jalan, dia wali kelas baruku. Tidak ada suara apapun selain langkah kaki kami di koridor. Masih jam pembelajaran dan katanya, ruangan kelas memang kedap suara.

Aku tetap tenang, mataku tajam memperhatikan sekitar. Dari luar sekolah ini tampak seperti sekolah pada umunya. Gedung sekolah tinggi, parkiran luas, ada kantin dan lapangan.

Tetapi bagi seorang yang memiliki insting seorang petarung, aku rasa sekolah ini aneh.

Bapak wali kelas itu memberhentikan langkahnya tepat di depan pintu bertuliskan Ordinary Class. Dia membalikkan badannya dan sedikit menunduk karena menatapku.

Dia tersenyum. “ada peraturan pertama, Yeji. ”

aku membalas dengan wajah tersopan yang aku punya. “yes, sir?”

Dia tersenyum lebih dalam dari sebelumnya, “first rules, don't trust anyone.”

Aku mengernyitkan dahi ku, mungkin sudah mirip nenek-nenek yang pikun dan kelupaan sesuatu,  “walaupun itu anda?” tanyaku.

Dia membalikkan badan dan bergegas membuka pintu, sambil berkata “ya, walaupun itu saya.”

halo

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

halo.

C O M E Stories to obsess over. Discover now