Salah jemput - keluarga bapak jeon 1.

18.4K 1K 80
                                        

-Siang itu Taehyung tidak akan percaya lagi pada suaminya untuk menjemput putra satu-satunya.

-Siang itu Taehyung tidak akan percaya lagi pada suaminya untuk menjemput putra satu-satunya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
















































🌻🌻🌻





































"Anak aku mana Mas Jeongguk, ini udah lewat jam pulang sekolahnya. Kamu tungguin ngga, sih? Aku udah tanya ke wali kelas Mino, katanya Mino udah pulang dari tadi." Jelas Taehyung bertubi-tubi.


"Loh Dek, ku kira sekolahnya Mino digerbang sebelah. Aku mana tau, kamu bilangnya suruh tungguin aja kan? Ya ku tungguinlah" Jawab Jeongguk tidak kalah ngegasnya.

Taehyung yang geram dengan tingkah suaminya, mencubit lengan atas Jeongguk dengan keras. Walaupun tidak ada reasi tepat dari Jeongguk; lagi pula, Taehyung melupakan fakta jika lengan atas suaminya dipenuhi dengan otot.

"Mas Jeongguk! Gerbang sebelah tuh, gerbang anak SD, mana ketemu anak mu, Mas! Lupa ya kalo Mino masih TK. Anak siapa yang kamu inget, Hah?" Tuding Taehyung sambil menunjuk-nunjuk suaminya.

Taehyung berkata lagi, tangannya menunjuk-nunjuk kebawah tanah untuk sekarang. "Disini sekolah anak kamu!" Taehyung meremas rambutnya risau, "Mino kamu dimana, sayang? ." Kata Taehyung.

Jeongguk yang masih menunjukkan ekspresi bingungnya, perlahan-lahan mulai tersadar; anaknya lagi tidak hilangkan?

Coba diingat-ingat lagi, Pak Jeon. Istrimu lagi kelimpungan risau memikirkan anaknya, Tuh.






Jadi untuk menenangkan istri cantiknya, Jeongguk mengusap bahu Taehyung dengan lembut. "Mas minta maaf, aku ngga tau kalo sekolah Mino tiba-tiba pindah-"

"Pindah katamu, Mas? Yang bener aja, dari dulu emang sekolah Mino disini. Kamu aja yang sibuk kerja sampe-sampe ngga bisa jemput Mino. Mino mau banget dijemput kamu, tapi sekalinya dijemput malah dibikin keder"

"Iya Dek, ini yang terakhir. Minta maaf ya, sayang? Mino pasti ngga kemana-mana."

Taehyung menghembuskan nafas beratnya, menyalahkan suaminya juga bukan pilihan yang tepat. Salah dirinya juga yang lupa memberi tau letak gerbang sekolah milik anaknya.

"Jangan diulangin lagi ya, Mas. Kamu telepon Jimin coba, siapa tau Mino ikut Jimin pulang."

Jeongguk mengangguk mengerti, dengan cepat ia melaksanakan usulan dari istrinya.

Taehyung yang sedang berusaha menelepon ibu-ibu dari teman sekelas anaknya. Tersentak kaget ketika mendengar pekikan anak lelaki yang Taehyung kenal sekali suaranya.











"Ayah! Bunda!"












"Mino!" Teriak Taehyung dan Jeongguk bersamaan, sepasang suami istri tersebut melangkah dengan cepat untuk menyambut anaknya yang sudah berlari dengan kencang sambil merentangkan tanganya menggesturkan minta dipeluk.

Taehyung memeluk putranya dengan erat, lalu disusul Jeongguk yang ikut memeluk badan kecil anaknya. Perasaan risau maupun khawatir terhempas dengan cepat ketika melihat putra satu-satunya ada didalam pelukannya.

Taehyung mengusap rambut halus milik Mino, lalu berkata. "Mino habis dari mana? Bunda sama Ayah khawatir, Nak. Jika belum dijemput jangan kemana-mana, sayang. Tunggu dipos sapam sekolah Mino, Bunda atau Ayah pasti akan menjemput."

"Bukan salah Mino, sayang. Ini emang Masnya aja yang teledor. Tapi Mino, dengarkan apa kata Bunda, ya? Tunggu jemputan dipos sapam jika Bunda belum datang. Jangan kemana-mana, Mino ngga mau diculik kan?" Kata Jeongguk.

Mino menggeleng sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang indah. "Maaf Bunda, Ayah. Mino tadi memang melihat Ayah sekilas, tetapi Mino kurang percaya jika itu Ayah. Jadi Mino bermain sebentar disebrang jalan menunggu Bunda menjemput."

Jeongguk tersenyum sendu, "Mulai sekarang Ayah akan sering-sering menjemput Mino sekolah. Biar Mino percaya jika Ayah menunggu Mino pulang, Maafkan ayah ya, sayang?"

Mino menggeleng perlahan tanganya mengusap wajah Jeongguk dengan tangan kecilnya. "Ayah jangan minta maaf, tidak boleh. Mino senang Ayah, terima kasih."
























Kalian giamana kabarnya? ehe

Mino [kv].Where stories live. Discover now