Beatarisa claretta atau Bea begitu panggilan sekawanan temannya.
Bea dikelasnya terkenal akan kebucinannya, ia ceria, barbar dan merupakan ciri anak yang bisa dibilang cerdas dalam pelajaran. Nilai yang ia dapat pun tidak terlalu tinggi tidak terlalu besar, ia juga pintar akan seni seperti musik.
Bel berbunyi sebanyak 3 kali yang artinya jam pembelajaran hari ini telah berakhir.
"eh bea, hari ini kan hari jum'at terus besok liburkan gimna kalau kita pergi main kecafe mungkin." kata clarissa teman sebangku Bea. Clarissa ini ciri orang yang susah untuk diam dirumah.
"gimana ya sa... Besok gua males banget untuk keluar rumah. Pengen tidur." tanggapan bea yang terlihat sangat lesuh akibat banyak kegiatan dihari ini
Clarissa pun masih bertekad untuk membujuk Bea. "atau kita besok ke SMA Saint Peterson yuk sekalian jalan-jalan gitu, disitu juga kayanya ada cafe yang baru buka instagramnable banget deh, yuk... "
Saat clarissa menyebutkan nama sekolah itu seketika Bea membulatkan matanya dan menatap clarissa senang. "Sa.. Kok bisa aja si ngebujuknya dan ngebuat gua seneng, lu kan tau kalau gua paling seneng ke sekolah itu, hehe" Bea tersenyum sambil memakai jaket jeansnya.
"apaan si lo.... Bucinnya deh mulai. Tadi aja gak mau, giliran gua sebut tuh sekolah baru hayuu." clarissa dengan muka sinisnya sembari memasukkan buku nya kedalam tas
"hehe, ya kan lo tau kalau gua kesana banyak cogannya hahahaha"
"iyaa gua tau, tapi lo harus inget cogan disana tuh gak mudah lo dapettin, gak semudah membalikkan telapak tangan be"
"ya elahh, seorang bea pasti bisa sa... " Bea dengan sikap percaya dirinya sembari berlari meninggalkan ruang kelasnya untuk pulang.
"EHH BEA, TUNGGUIN!!!" kata clarissa yang ikut berlari meninggalkan ruang kelas yang sedari tadi sudah sepi.
****
Setelah langit yang semakin gelap, ia memasuki kamarnya dan Bea pun melakukan kebiasaannya dengan mengestalk laki-laki yang berada di SMA yang ingin ia kunjungi besok oleh clarissa. Tidak hentinya jari jemarinya memainkan ponselnya.
"kok belum nemu yang pas yaa... " *batin Bea saat melihat-lihat medsos yang menunjukan nama sekolah tersebut.
Sampai suatu ketika terdapat pesan whatsapp yang masuk yang menunjukkan nama "clarissaaaaa" dan Bea pun langsung membalasnya
*clarissaaaaa*
"ehh besok jadikan, pokoknya harus jadi ya bea ku... Gua pengen banget kecafe itu"
*Bea*
"iya sa... Gua temenin lo kok tenang aja"
*clarissaaaaa*
"oke siap, tidur ya skrg bsk gw jmpt lo"
"sayang beooo wkwkwk"
Read
Bea pun hanya membaca pesan dari clarissa yang sudah alay dan menjijikan itu. Setelah malam semakin larut Bea pun mengantuk dan mulai meletakkan ponselnya dimeja kamarnya.
"whuaa, ngantuk banget si ini parah. Besok aja deh nyarinya" sambil membenarkan posisi tidurnya.
****
Keesokan harinya....
Waktu menunjukkan pukul 08.30 wib. Dan matahari pun sudah mulai masuk kecelah-celah kamarnya, Bea pun terbangun dan menyalakan ponselnya kalau-kalau si clarissa itu sudah mengabarinya jika ia sudah dijalan. Benar saja terdapat notifikasi pesan dari clarissa
*clarissaaaaa*
"gua udh jln ya bea..."
Read
Bea hanya membacanya. Bea adalah tipe orang yang suka membaca pesan jika ia sudah dianggapnya tidak terlalu penting lagi. Setelah itu Bea bangun dari tempat tidurnya dan mempersiapkan dirinya.
Setelah semua siap dan Bea pun keluar dari kamarnya ia melihat clarissa yang sudah duduk diruang tamunya
"heh, lama bgt si lo." clarissa yang sudah memasang muka cemberut
"berisik deh ah"
Bea pun tidak mau berlama-lama lagi dan berpikir jalanan akan macet, ia segera ijin ke orangtua nya begitu juga clarissa yang mengekor dibelakang Bea. Setelah mendapat persetujuan dari orangtua, Bea dan Clarissa langsung menancap gas ke sekolah tersebut.
Sesampainya dicafe tersebut Bea tidak tertarik akan bentuk cafe yang memang sangat menarik tersebut. Mata Bea tertuju pada gedung sekolahan yang berwarna putih dan biru tua tersebut yang tidak salah lagi bernama SMA Saint Peterson, sekolah yang selama ini ingin ia datangi.
Clarissa pun berkata "gila be, cafenya bagus banget, bener kata orang-orang cocok buat foto-foto ini mah."
Bea yang masih menatap gedung sekolahan itu dan tidak menggubris akan ocehan teman nya itu.
Clarissa pun menatap bea heran yang sedari tadi menatap sesuatu yang tidak menarik itu "heh bucin, ngapain lo natap gedung sekolahannya gak ada menarik-menariknya juga"
Bea pun angkat bicara
"heh alay, gua tau ini cuma gedung tapi hey didalam sana banyak sesuatu yang menariknya. Ngerti?"
"Bea, terserah lo deh ah. Yuk masuk ke cafenya" ucap clarissa
"iyaa udahh, ayooo. Tapi nanti kita masuk kegedung sekolahan itu dulu yaa" ucap Bea semangat
"iyaa"
Setelah mereka selesai,
"kita kesekolah ini nih?" ucap clarissa malas
"iyaa... " ucap Bea singkat
"ayoo kita nyebrang" ucap Bea lagi
Clarissa hanya mengangguk pasrah, karena Bea pun telah menemaninya kecafe tersebut jadi apa salahnya Clarissa pun menemani Bea.
Sebelum mereka ingin menyebrang...
Mata Bea menyorotkan dan memandangi lelaki diujung sebrang sana. Lelaki yang tinggi, fakboi, membawa bola basket dan tas nya sekaligus membuat aura dari lelaki itu lebih menyenangkan untuk dipandang.
"ehh kok ganteng banget yaa, tipe gua banget lagii. Gua ngeliat sisi yang beda dari dia. " *batin bea saat melihat lelaki diujung sebrang sana.
Dan tak lama lelaki itu pun juga menatap Bea sehingga kedua mata mereka saling melihat satu dengan yang lainnya.
Bersambung...
Holaa
Ini first cerita gua, kalau ada kesalahan ya mohon maafkan ya...
Makasih, god bless...
YOU ARE READING
Chasing
Teen FictionTerkadang, mungkin banyak perempuan yang sudah lelah terhadap perjuangan maupun pengejaran akan mendapatkan sesuatu hal, Apalagi tentang mendapatkan suatu perasaan lawan jenisnya. Tetapi berbeda dengan perempuan ini yang terus mengejar bahkan entah...
