1

671 71 4
                                        

Tidak seperti pagi biasanya yang sepi karena semua orang langsung melakukan aktifitasnya, hari ini June meminta semua anggota keluarganya berkumpul dan mengajak sarapan bersama.

"Jangan lama ya Yah, jangan bikin Bunda nambah lagi makannya!"

"Kalo nambah anak masih mau kan mi?" tanya Jauhar lalu dibalas dengan tatapan maut Bundanya, anaknya sih malah cengengesan.

"Lagian Ayah tumben banget sih ngajak sarapan bareng gini, jangan-jangan mau ngasih tau kalo mau punya anak lagi ya?" celetuk Jauhar.

June yang sedang menyeruput kopinya itu tiba-tiba tersedak karena mendengarkan ucapan anaknya.

"Ayah kenapa sih lebay banget deh," kata Rosè melihat reaksi suaminya, "lagian kan Bunda belum mau punya anak lagi," lanjutnya.

"Hahaha enggak kok," jawab pria itu dengan tawa yang terdengar kikuk, "udah yuk berangkat nanti kesiangan lho,"

"Yah, minta uang dong buat beli buku," kata Jauhar seraya mendekati papinya itu.

"Emang berapa harga bukunya?" tanya June sambil mengeluarkan dompet dari sakunya.

"500RIBU!!" jawabnya.

"loh?! mahal amat, buku apa itu?"

"Pokoknya buku yang jamin nilai ujian seratus semua Yah! ayolah udah telat nih," jawab Jauhar asal.

Mendengar jawaban yang dirasa hanya alasan saja, kedua orangtuanya hanya menggelengkan kepala.

"Nih 500 ribu buat buku jangan beli yang macem-macem," kata sang ayah memperingatkan saat memberikan uang pada anaknya.

Semua sudah berada di garasi rumah untuk berangkat ke tempat tujuan masing-masing namun keributan antara ayah dan anak ini masih berlangsung, kali ini mereka berebutan kendaraan.

"Yah kan Jauhar udah bilang kalo hari ini mau pake mobilnya," seru Jauhar pada ayahnya.

"Gak bisa! Sekarang Ayah pake mobil ini, kamu bawa motor kayak biasa." tolak June.

"Hari ini aku bawa tugas banyak susah kalo di motor," kata anak itu.

"Pasti udah janji mau jemput Winter kan?" tanya Rosè.

"Hehe iya itu juga" Jauhar tersipu.

"Yaudah kalo gitu Jauhar pake mobil Bunda aja, Ayah anterin Bunda dulu ya." ucap Rosè melerai pertengkaran keduanya.

"Lagian Ayah kenapa sih gak mau ngalah? jangan-jangan mau jemput seseorang juga ya?" tanya Jauhar curiga.

"H-hah? Nggak," jawab June.

"Udah cepet berangkat, kamu ditungguin dari tadi kasian pacarnya," kata Rosè.

"Apasih Bunda," jawab Jauhar malu-malu.

"Nanti malem... kita dinner bareng ya?" ajak June sebelum meninggalkan rumah.

By NameWhere stories live. Discover now