Mariska dipanggil (Iska),memang namanya sangat pendek mengartikan wanita ini tidak ribet kayak cewek lainnya, dia terlahir kelurga yang kaya, sikapnya lumayan pendiam.
Hobinya membuat matanya harus di balik kacamata, menjadi kutu buku membuatnya pintar dalam segala hal.
...
"Iya bun..."Mariska telat menjawab karna bunda memanggilnya 1 jam yang lalu, tetapi gadis ini masih setia dengan lembaran yang belum lunas dibacanya.
Bruk
Sebuah topi tepat mengenai kepala Mariska yang masih asik membaca ending terahir.
"Aduh, Apa sih bu__"
ucapnya terpotong ketika Abangnya datang ,ia menoleh kearah pintu dan memeluk Pria tinggi di hadapannya.
"Uhh adik abang dah gadis"ujar lelaki itu langsung merangkul dan menggendong Mariska di punggungnya.
Regant Al Faro (Faro), pria yang berumur tidak jauh dari Mariska hanya berjarak 3 tahun ini adalah kakak sepupu Mariska, yang dipanggilnya sebagai bunda Adalah ibunya Faro, Remaja ini mempunyai Kakak dan Adik , Kakaknya yang juga berjarak 2 tahun dengan Faro.
Regant Al fatah (ata), Mariska pun bingung kenapa nama depannya sama, biasanya nama gelar itu di belakang.
Adiknya mereka itu seumuran dengan Mariska, Regant Al Fathoni(Oni)
"Iya dong bang, Iska pingin ikut abang , gak mau ikut bunda " rengek Gadis itu, yang kini sudah mencari buku untuk dibacanya lagi, Faro yang sibuk melepas jaket yang ia kenakan.
Orang tua Mariska yang masih diluar kota, Jadi Iska harus tinggal dengan sepupunya.
" Iska kelas berapa?"
"Sekarang Iska kelas 9"
"Wah bentar lagi SMA, mau sekolah dimana?"
"Iska mau ikut Abang "
'Uhuk uhuk'
Fathoni datang dan tersedak ketika pernyataan itu datang dari sepupunya.
"Eh ngapa Lu, ngitilin bang Faro, kurang kerjaan"
"Apaan sih Bang, Gue bosen sama Lo terus, walau beda sekolah, tapi Gue muak sama Lo dirumah..." ucap Iska tak mau kalah.
"Masa bunda sendiri disini" muncul wanita berhijab biru dari balik pintu dan di ikuti Fatah
"Kan ada Bang Chucel, bun"
"Gue ikut juga!" sedikit meredam amarah karna namanya yang diganti ganti
" Jangan gr dulu,Lo kan lemah, ntar sapa yang jagain Lo di saat sakit!" dengan cara lain Fathoni berkata agar tidak kelihatan khawatir.
"Gk usah intilin Gue , ntar Gue 1 sekolah sama bang Faro, apa loo!" Mariska yang juga tak mau kalah, ejeknya sambil menjulurkan lidah dan ingin berlari, namun pelariannya berhenti ketika Fatah menjegahnya dan langsung menggendong Mariska keluar kamar.
Fatah yang kini manjadi Abang yang baru lulus 2 tahun yang lalu. Merasa kalau iya memliliki banyak tanggungan setelah Ayahnya meninggal 1 tahun yang lalu.
"Ihh bang ata licik masa kalian kerja sama!" omel Mariska sambil berpegang erat pada abang pertamanya, dari belakang di ikuti Fathoni, yang biasa ia panggil Bang Oni.
"Bang Ata jeburi di kolam berenang, Bocah ingusan itu." Oni yg kini melepas seragam sekolahnya hanya tersisa Boxster aja.
Byurrr,
Tiada tanda-tanda kehidupan setelah mereka menjeburkan Mariska, mereka berdua khawatir, merekapun mendekati Mariska.
"Ba"mariska yang mengejutkan mereka berdua, tiba-tiba muncul dari air, kini Mariska berada di antara mereka berdua.
...
"Makanan udah siap, minum, piring, sendok, jus, udang, roti" bundanya yang menyebutkan satu per satu yang harus di persiapkan untuk anak-anaknya makan malam.
Semua sudah ada di ruang makan hanya saja Iska yang belum menampakan batang hidungnya.
"Bun, dimana Si kecil?" Oni yang menanyakan adiknya itu.
"Yah, mungkin masih mandi" jawab ibu tanpa menoleh sibuk menyiapkan nasi ke piring.
"Yaudah, Faro jemput aja" Faro langsung beranjak dari singgahsananya.
"Dek, Iska, Bocil, Woi, cepetan udah ditunggu Bunda, ayo makan," panggilnya beberapa kali, Faro pun terdiam mendengar apa yang terjadi di dalam, ia mendengar Iska sedang menagis.
"Iska Lo nangis?"tanyanya sambil membuat aba aba untuk mendobrak pintu.
Belum mendobrak, pintu sudah di buka Mariska, celana panjang, baju panjang tak lupa dengan syal yang ia pakai dan ditambah kaos kaki, Faro nampak terkejut Marika pakai pakaian seperti itu.
"Mariska mau kemana?"tanya Faro sambil meletakan tangannya di pintu untuk menghalangin Mariska keluar.
"Mau makan, Tadi Iska gak nangis, yang nangis pemeran pertama yang nagis di TV, hehe, cieee tertipu ya"
Faro yang berdiri mematung, melihat adiknya yang melewatinya dengan menunduk dan sekarang sudah melenggang pergi menjauhi tempatnya berdiri.
...
"Haha, Lo mau kemana Cil?" Tanya
Oni pada Mariska.
"Apaan sih Bang, abang juga masih bocil"dengus Iska tak suka.
"Emang Lo kira gue manggil Lo Bocil, Gue mau manggil Lo tu Kuncil anak" ejek Oni dan mendapat hadiah dari Faro yang baru saja datang.
"Yok makan, jangan ejek adek Gue!"
"Emang Gue bukan adek Lo?" tanya Oni mengambil centong nasi dari mariska yg ingin menciduk nasi.
"Bukan!" jawab Faro sambil menjulurkan lidah.
"Ih bang oni, tuh bang Faro, Bang kucel nakal" dengus Iska
"Sini gue ambilin Lo lama gue laper, pertama gue dulu," sambil mengambil nasi ke atas piringnya.
"Baru lo, sini piring Lo" katanya lagi, ia langsung merebut piring Iska, dan langsung menyiapkan nasi diatas piring Iska
"Oni Lo kok ngambil sedikit?"selidik Fatah
"Hehe tuh punya Iska banyak Klo kurang nyintek punya Iska"Ucap Oni tanpa rasa bersalah.
"Iya bang , emang rusuh." dengus Mariska mengerucutkan bubur kecilnya.
"Sini dek abang suapin" tawar Fatoni sambil menuai senyum, Mariska langsung menggeser piring nya ke arah Oni, Oni pun siap menyuapkan sesendok ke mulut Iska, Ia sambil membuka buku untuk di bacanya, yang lain hanya tersenyum melihat perlakuan dua bocah itu.
Bersambung...
Lampung, 29 Maret 2020
***
Dia membahagiakanku dengan caranya, agar aku selalu behagia dihadapannya...
Aku wanita yg kuat...
***
Eva Uswatun Hasanah, wanita yang lahir di Lampung Timur, 01 04 2001. sekarang ia tinggal di Tulang Bawang.
hobinya Eva ini bisa di bilang banyak sekali, cita citanya yang pasti pengusaha / guru.
Dah sampai disitu aja perkenalannya, kalo detail bahaya😁😁
YOU ARE READING
Cinta Perpustakaan
General FictionWanita yang sangat suka membaca buka hingga tau segalanya tanpa di beritahu orang, Wanita yang sangat tegar saat disiksa orang terdekat dengan berbagai cara menyelesaikan masalahnya sendiri.
