"Duk duk duk duk" pintu kamarku terus berbunyi entah ini masih jam berapa karna kamar yang gelap aku tidak tau apakah ini masih jam 5 subuh atau memang sudah pagi. Karena aku penasaran aku pun melihat jam yang ada di handphoneku ternyata sudah jam 7 pagi dan aku pun harus bangun dan keluar kamar ternyata ada adikku yang mau berangkat kuliah. Orang tuaku membuka usaha bersama dan memang balik bangun jam 7 pagi.
Adikku masih semester 1 jadi dia sedang rajin-rajinnya untuk ke tempat kuliah setelah aku bangun aku juga harus bersiap -siap karena aku harus kuliah juga.iya aku masih semester 4 jurusan ekonomi. Aku dan adikku berbeda tempat kuliah dan dengan jurusan yang berdeda juga pastinya. Adikku ini memang sangat pintar tidak seperti aku yang biasa saja, adikku mengambil jurusan kedokteran dengan ipk yang cukup bagus. Oh iya aku bernama Febi sedangkan adikku berni. Dan adikku itu cowo ya, bagi aku dia biasa saja tapi bagi orang-orang di sekitarnya mereka mengatakan kalau dia tampan sekali. Semenjak sekolah dulu banyak yang suka dengan dia karena dia begitu populer. Dan seperti nilai kita berdua, aku hanyalah keterbalikannya aku tidak populer sehingga dia punya beberapa mantan pacar, sedangkan aku jomblo dari lahir. Tapi aku masih bahagia dengan kesendirianku sebelum menemukan seseorang yang benar-benar tepat untukku.
Setelah selesai aku bersiap aku pergi ke tempat kuliahku dengan ojek online dikarenakan aku memang sedang lelah untuk melalui macetnya Jakarta dan mencari parkir di tempat kuliahku karena parkir yang dekat dengan gedung kampus selalu penuh dan aku harus parkir jauh dari gedungnya. Sesampainya aku di kampus aku pergi ke minimarket yang terletak di kampus untuk membeli makanan dulu. Aku memang selama ini selalu beli makanan di kampus untuk makan pagi. Dan sambil makan aku berjalan ke kelas yang sepertinya baru akan mulai kelasnya. Mengikuti kelas ini memang terasa berat banyak yang harus dimengerti dalam waktu singkat.
Masih awal - awal perkuliahan tapi semua pelajaran yang diajarkan terasa sangat sulit untuk dimengerti tapi memang harus tetap berusaha. Setelah Selasai kuliah ini aku masih ada kelas hingga sore nanti. Kelas yang aku ambil tadi adalah akuntansi manajamen aku tidak mempunyai teman dekat disana teman dekatku yang lain mengambil jadwal yang berbeda dikarenakan jadwal yang bentrok dengan yang lainnya untuk kelas ini aku tidak bisa mengobrol bebas dengan yang lain. Setelah ini aku dan temanku akan sekelas memikirkan itu aku merasa tekanan stress yang ada pada diriku mulai menurun. Sebelum ke kelas ke duaku kami berlima bertemu di kantin kampus untuk beli cemilan dan mengobrol sebentar. Saat aku sampai kantin aku beli makanan dulu dan mulai mencari teman- teman. Saat sudah mulai keliahatan aku mulai berjalan cepat ke arah mereka.
" eh elu disini semua gw cariin lho muter-muter kantin ampe 3 kali baru ketemu"
" kita dari tadi disini lho ampe lumutan kita" kata Lisa beserta Vina dan rian yang mengangguk dengan semangatnya
" iya kita disini nungguin , kita kira elu nyasar lagi di area kampus" kata robi
Kami tertawa karena lelucon yang seperti itu nyasar di kampus padahal kita sudah jalan 2 tahun kuliah di kampus yang sama.
"Engga lah, masa nyasar u kira gw anak baru sampe nyasar segala"
Saat itu aku segera duduk untuk bertanya tentang dosen- dosen yang memang pelajaran kami ambil sama dan kelas yang kita ambil berada di ruangan mana.
Saat kami selesai mendiskusikan itu tiba- tiba saja jam masuk kuliah selanjutnya mulai berbunyi dengan panik kami berlari ke lift untuk ke kelas selanjutnya karena berbeda lantai dengan kantin.
Saat kami sudah sampai ke depan kelas memang bel sudah berhenti berbunyi tapi ternyata dosen belum datang. Sambil kita mengatur nafas kita kembali ke keadaan normal kami menunggu dosen yang belum datang.
30 menit kemudian...
Anak- anak lain mulai sedikit panik , dosen masih belum datang padahal kita sudah menunggu lama sambil menahan panasnya matahari yang masuk lewat pintu masuk gedung kampus dan ada sedikit menceritakan gosip terbaru di kalangan mereka.
45 menit setelah bel berbunyi...
Salah satu karyawan yang memang mengurus tentang jadwal kuliah, perpindahan kelas, dosen masuk atau tidak datang dan memberitahukan tentang dosen yang tidak masuk karena alasan pribadi.
" ya elah kita tadi lari- lari ampe napas kita terengah - engah ternyata dosennya ga datang" kata robi.
" iya parah nih dosen , udah capek lari nunggu di luar yang ga ada ac nya" kata rian
" iya nih , tp btw kita mau kemana nih? Ke Kantin lagi atau ke mall terdekat?" Kataku
" memang kalo ke mall kita ada berapa lama nih waktunya? " tanya Lisa
" 45 - 60 menit ?" Kata Vina
" jadi gimana?"Kalau mau sekarang sekalian kita melepas stress dan panas karena kita harus menunggu dosen di luar kelas yang super panas seperti matahari langsung menusuk ke arah kita.
" ayok lah" kata robi
" ayok" kata rian
" ayok jalan kalo mau jalan sekarang biar kita ga buang waktu"
" iya ayok pergi sekarang" kata Vina
Awalnya yang Lisa sedikit ragu untuk pergi ke mall akhirnya mengiyakan saja karena sudah kalah suara.
Kami berempat sudah berteman sejak semester 1 , jadi jika ditanya kenapa kami terlihat sangat dekat.
Kami akhirnya sampai di mall jarak antara kampus dengan mall tersebut hanya 5 menit jalan kaki.
Kami menikmati jalan- jalan kita dengan santai tanpa memikirkan apa - apa.
15 menit sebelum kelas kami semua kembali ke tempat kuliah untuk menghadapi kenyataan. Untuk pelajaran ke 3 dan 4 beberapa temanku ada yang kelasnya sama , ada yang beda ada yang memang tidak ada kelas jadi ada yang sudah pulang.
Saat semua sudah selesai , aku ke tempat mall yang tadi aku bersama teman - teman karena aku mau ke toko buku untuk membeli beberapa perlengakan untuk melengkapi untuk kuliah. Beberapa saat kemudian aku pergi membeli minuman untuk diminum untuk diminum di rumah dan segeralah pulang. Saat pulang rasa lelahku memuncak hingga memutuskan untuk merebahkan diri dan tidur.
Semua memang mulai terasa berat tapi menyenangkan juga untuk melalui bersama teman dekat. Kesibukan ada agar tidak merasa bahwa waktu begitu terasa lama malah waktu terasa begitu cepat rasanya hingga terpikir mengapa waktu berlalu begitu cepatnya.
Kami berteman memang tidak semua pelajaran kita selalu berlima ada kalanya harus ada yang sendirian saat di kelas dan bertemu dengan orang baru. Ada juga yang memang bertiga atau kita semua sekelas.
Banyak yang harus dilalui untuk hari ini. Aku harus membuat jadwal kuliah agar tampak lebih rapi terlihat. Aku harus membuat tugas kuliah dari dosen yang sangat semangat memberikan tugas. Aku juga mempunyai onlineshop yang harus dicek setiap hari untuk membalas chat dan mengemas barang jika hari ini ada penjualan. Semua memang terlihat merepotkan tapi terlihat menyenangkan saat tau bahwa masih bisa melakukan semua itu.
Online shop dibuka untuk membantu uang kuliahku dan menambah uang jajan juga.Aku mulai berjualan memang untuk meringankan beban orang tua. Adikku yang kuliah dengan beasiswa membantu mengurangi biaya kuliahnya sendiri, tapi karena aku tidak dapat beasiswa aku berusaha dengan online shop walaupun usaha kecil. Aktif di tempat kuliah juga kujalani agar mendapatkan pengalam organisasi sebelum mendapatkan kerja magang di sebuah perusahaan.
Orang- orang terdekat menilaiku sebagai seseorang yang memang cukup sibuk , tetapi mereka melihat aku begitu menyukai kesibukanku mereka turut bahagia untukku dan mendukungku.
Aku berusaha keras sekarang ini memang agar aku bisa hidup yang lebih baik dibandingkan sekarang. Hidup memang sebuah pilihan dan aku memilih berjuang keras sekarang agar aku bisa hidup lebih baik.
YOU ARE READING
Meaningful struggle
RomanceJika ada kesalahan ketikan mohon maaf karena ini diketik lewat hp dan suka tidak terlihat ada salah ketikan
