Prolog

56 9 0
                                        


Jika seseorang dari masa lalu terlalu berharga untuk dilupakan, maka kenanglah. Bukan untuk kembali mengulang, tapi sebatas mengingat bahwa dulu kita pernah ada dalam satu cerita. Saat nanti, kita sudah pindah dari cerita itu dan memilih untuk membuat cerita masing-masing dan dengan tokoh yang baru. Kita akan ingat cerita ini, cerita yang ada kita didalamnya. Cerita yang pernah menjadikan kita sebagai tokoh utama.

Banyak sekali yang mengaduh, menyesal. Banyak sekali yang mengeluh dan menyalahkan takdir atas apa yang sudah hatinya pilih. Padahal kita tahu kalau membiarkan orang lain masuk saat hati sendiri saja masih terbawa oleh seseorang yang lain, itu salah. Tapi tetap saja, kita membiarkan hati perlahan kehilangan siapa pemiliknya dan tidak tahu kepada siapa berlabuh.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa mencintai seseorang yang hatinya baru saja dipatahkan, itu sama saja menyakiti orang tersebut dan menyiksa diri sendiri. Walaupun kamu berhasil merebut hatinya dan membuatnya menjadi milikmu, tetap saja, separuh hatinya masih patah dan patahan itu dibawa oleh seseorang dari masa lalunya.

Bagaimana bisa membangun cerita kalau hatinya saja tidak utuh. Kamu hanya akan menjadi bayang-bayang untuknya dan membuat dia semakin mengingat masa lalunya. Di posisi itu tidak hanya kamu yang merasa dikecewakan, tidak hanya kamu yang terluka. Coba pikir, dia akan lebih terluka karna dia tahu hatinya tidak bisa kembali utuh, karna separuhnya masih ia letakkan pada seseorang dari masa lalunya. Akhirnya, dia tidak punya tujuan. Dia tidak tahu hati yang sebenarnya untuk siapa.

Mungkin, dalam cerita ini penulis akan mengungkapkan sebuah cerita yang selama ini sering kita alami dalam kehidupan, khususnya percintaan. Meski hanya sebuah cerita amatir, namun tetap saja penulis berusaha keras untuk membuat pesan dari cerita ini tersampaikan dengan gamblang lewat tokoh-tokoh dalam cerita.

Banyak sekali yang mengatakan bahwa seseorang yang masih terikat dengan masa lalunya adalah orang yang hatinya lemah. Padahal, mereka tidak tahu saja bagaimana kita bisa bertahan sampai titik ini dan beranjak dari masa lalu yang pernah menjadi bagian dari cerita hidup.

Dalam cerita ini, kalian akan paham bagaimana sulitnya seseorang membuang satu nama dari masa lalu. Padahal hatinya sudah bukan untuknya, padahal cintanya sudah berlabuh pada orang lain, tapi tetap saja bayangan tentang seseorang dari masa lalunya seringkali membawanya kembali pada masa itu.

Harapannya, setelah kalian membaca cerita ini, setelah kalian sampai pada bagian terakhir dari kisah ini, kalian akan paham dan mengerti bahwa, mencoba memberi ruang untuk orang lain masuk sebelum hati sendiri pulih dari luka lama, itu kurang tepat. Bukannya salah, hanya saja waktunya tidak tepat.

Biarkan saja, biar sembuh dulu, biar pulih dengan sendirinya termakan waktu, nanti seiring waktu berjalan hati akan tahu kepada siapa dia berlabuh. Karna hati tahu kemana dia harus pulang dan tidak akan pernah lupa jalan pulang.

Tentang bagaimana akhir dari cerita ini, kita lihat saja nanti ya. Tugas kalian, hanya harus membacanya pelan-pelan agar paham. Masalah akhir, nanti kita pikir lagi. Sebab mau senang atau sedih akhir dari cerita ini, seseorang yang sudah menetap dihati tidak akan pernah mudah untuk dihapus. Apalagi seseorang itu yang mendampingi dari titik awal sampai akhir.

Dia tidak melepas meski dia tahu tempatnya bukan disitu, dia tidak hilang meski dia tahu semestinya dia tidak hadir dalam cerita itu, dia tidak pergi meski dia tahu seharusnya dia berhak pergi.

Seperti spidol hitam permanen yang ditulis diatas kertas putih, sulit untuk dihapus. Seperti itu pula sebuah kesalahan, jika sudah membekas mau dengan cara apapun hasilnya tetap sama, mungkin bisa hilang, tapi pasti menyisakan bekas dan bekasnya itu yang sulit untuk dihilangkan. Sekecil apapun kesalahan, pasti akan membekas terhadap orang yang dikecewakan apalagi kesalahan itu datang dari orang tersayang.

Kalian harus ingat kata-kata setelah ini, jika lupa silakan baca kembali agar kalian ingat. Kita semua tahu, bahwa untuk pulih ya memang harus pulih dari diri sendiri, bukan mencari orang lain untuk memulihkan. Karna pilihan pertama selalu jatuh pada diri sendiri.

Selamat membaca.

 

JuniKde žijí příběhy. Začni objevovat