Sabit nan merekah
Kini lebur karna rayu mu.
Paras yang menipu netra ku
Buat ku jatuh dalam luka busuk.
Kata-kata nan membuai goda.
Menyuruh masuk tuk membuka aib lama
Parasmu layaknya malaikat .
Hati mu layaknya satan.
Nan tak tau belas kasihan.
Enyahlah kau....
Pergilah kau....
Hentikan semua racau mu.
Dan Omong kosong mu.
Apa aku harus rungu agar tak mendengar untaian mu?
Dan bodohnya membuat mata air seluas lautan?
YOU ARE READING
Terkadang Otak Dan Hati Tak Bisa Satu
PoetryTidak bisa dipaksakan Ikuti alirnya Buat semua indah Pada akhirnya
