Chapter 1

122 42 2
                                        

"YAYAN"
Teriak seorang gadis kepada cowok yang  ada di depannya.Kemudian cowok tersebut menoleh dan berkata

"Paan sih ci,gak usah teriak teriak napa,gue masih bisa denger suara cempreng lo itu"Jawab Ryan

Yapp Cowok tersebut bernama Ryan Gio Mahendra,Cowok terjelek di SMA VANDAVA menurut Arsy Velina putri.Padahal Ryan sangat tampan tapi entah kenapa Arsy selalu bilang bahwa ia jelek.

"Hehe yaa sorry,cici kan cuma pengen teriak teriak aja"jawab Arsy sambil menyengir dan memperlihatkan lesung pipi yang indah.

Ryan hanya memutar bola matanya,kemudian ia melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Arsy sendirian.

"Yahh Yayan mah gitu,suka ninggalin cici tanpa alasan yang jelas"Ucapnya dengan penuh drama,Kemudian ia pergi menuju kelasnya.
.
.
.
Di kelas Ryan

"Yan cici mana?"Tanya Andre Sahabat sekaligus sepupu Ryan"

"Ngapain lo nyari cici,mau modus lu yaa,Halah udah ngaku aja gue udah tau niat lu dasar buaya buntung"Jawabnya sok tau

"Yee si kambing,gue cuma nanya doang kali"
Jawab Andre dengan rasa jengkel.

Ryan hanya cengengesan,Kemudian ia bertanya

"Eh Edo,Egi,Sama Elang kemana??Tumben gak ada di kelas,padahal kan mereka paling betah di kelas"

"Biasa,Kalo gak ada di kelas berarti mereka ke kelas sebelah godain cewek cewek"Jawab Andre

Ryan hanya menganggukkan kepalanya.kemudian ia mengeluarkan Rokok dari saku celananya dan melemparkan kepada Andre.

"Nih,ambil aja buat lo"

"Tumben lo ngasih gue rokok,padahal kan lo paling pelit kalo gue minta rokok sama lo"

"Cici ngelarang gue buat merokok lagi,katanya orang jelek kek gue gak pantes buat ngerokok

Andre yang mendengarnya tertawa ngakak sambil memegang perutnya.

berbeda dengan Ryan yang menunjukkan wajah kesalnya kepada Andre yang sedang menertawainya.

"Ketawa aja terus"Sindirnya kepada Andre.

Bukannya berhenti ketawa Andre malah semakin tertawa.Membuat Teman teman sekelsnya melihat ke arahnya yang sedang tertawa.

Kemudian datanglah Edo,Egi,dan Elang.Mereka melihat ke arah Andre yang sedang Asyik tertawa.Kemudian mereka menatap wajah Ryan yang sedang kesal.

"Andre kenapa?"Tanya Egi pada Ryan.

"Gila dia"Dengan entengnya Ryan menyebut Andre gila.

Andre yang tertawa pun berhenti dan
"Heh enak aja lo bilang gue gila,gue masih waras ya"

Ryan hanya mengangkat bahunya dengan acuh tak acuh.

Edo,Egi,DanElang yang melihat mereka berdua hanya bisa menggelengkan kepalanya.Mereka bertiga sudah terbiasa dengan ini.

Di sisi lain

Saat Arsy akan menuju ke kelasnya tiba tiba ia dihadang oleh seseorang.Yahh siapa lagi kalau bukan Hani si cewek centil yang tergila gila sama Ryan.

"Heh Cacing"Panggil Hani pada Arsy

Arsy yang tak terima disebut cacing pun menjawab"Enak aja lo manggil gue cacing,Nama gue itu Arsy bukan cacing,Nih liat name tag gue"(Sambil menunjukkan name tag nya)

"Oh atau jangan-jangan lo gak bisa baca ya"lanjutnya

"Diem lo"Gertak Hani

"Uuuhhh Gue takut"Jawab Arsy dengan nada dibuat buat seolah olah ia ketakutan.Kemudian ia tertawa dan berkata

"Heh nenek lampir,Denger yaa.Gue tau lo nemuin gue cuma buat nyuruh gue jauhin Yayan gue kan??Halah udah ketebak sih dari muka lo yang kek tai sapi tuh,Dan sekarang gue mau negasin kalau gue gak akan pernah jauhin Yayan,ngerti lo"Ucap Arsy dengan kalimat yang panjang lebar.

Kemudian ia segera pergi dan meninggalkan Hani yang terbengong bengong.

"Sebenarnya ini gue yang ngelabrak dia atau dia yang ngelabrak gue"Pikir hani sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal

"Au ahh pusing gue"Ucapnya dan segera pergi

Arsy masuk ke dalam kelasnya dengan mulut yang penuh sumpah serapah,ia masih kesal soal Hani yang memanggilnya cacing.

"Dasar nenek lampir,masa cewek secantik gue dikatain cacing"Ia berkata pada dirinya sendiri kemudian ia duduk di bangkunya.

"Kenapa lo?"Tanya Caca sahabatnya

"Tumben muka lu kusut"Tambah Jeje

"Gue kesel aja sama tuh nenek lampir,masa gue dipanggil cacing"Jawabnya Sambil melihat ke arah Caca dan jeje.

"Yaelah cuma masalah begitu doang lu kesel"Jawab Caca

"Ampun dehh Ar masa cuma gitu doang lu kesel"Jeje menambahkan lagi

"Au ahh gelap"Balas Arsy.
Dan dibalas dengusan oleh Jeje dan Caca.

Kemudian Jeje bertanya"Btw Ryan mana??"

"Mana gue tau,lo pikir gue emaknya apa yang tau segalanya tentang dia"Jawab Arsy dengan sewot

"Yee lo kan sahabatnya masa lo gak tau??"Balas jeje

"Ralat je,Sahabat rasa pacar"tambah caca

"Udah ahh jangan bahas yayan lagi,gue lagi kesel sama dia,masa tadi gue cuma teriak teriak manggil namanya terus dia bilang gue berisik padahal kan niat gue baik cuma buat ngetes telinganya dia aja,siapa tau hari ini dia budeg"Kesalnya

Jeje dan caca yang mendengarnya hanya bisa mengelus dada.Mereka memaklumi sifat konyol Arsy yang kadang kadang membuat mereka gemas padanya.

Lagu milik Cita citata mengalun di Handphone Arsy,yang artinya ada yang menelfonnya.Kemudian Arsy mengecek nya dan setelah melihat nama si penelfon ia mereject nya

Kedua sahabatnya yang penasaran pun bertanya

"Siapa Ar?

Yahh sahabatnya memang memanggilnya dengan nama Arsy karena Arsy melarangnya untuk memanggil cici,katanya nama cici itu berharga,karena merupakan pemberian dari Ryan

Dengan malas ia menjawab"Si yayan"

"Kenapa gak diangkat?"tanya mereka lagi

Arsy hanya menjawab"Kesel"

Mereka berdua pun mengangguk.

.
.
.
Di kelas Ryan
"Cici kok gak ngangkat tlfn gue sih,padahal kan kalo gue nlfn dia langsung ngangkat eittz tunggu dulu,atau jangan jangan dia mgambek sama gue karena gue tinggalin tadi"Ryan menepuk kepalanya dengan kesal.

Kemudian ia berlari keluar kelas menuju kelasnya Arsy

Disana ia melihat Arsy yang sedang tidur dan di sampingnya ada jeje dan caca.

Kemudian Ryan masuk dan menghampirinya

"Cici kenapa?"Tanyanya pada jeje dan caca

"Dia lagi kesal aja hari ini,dan lo lah salaj satu penyebabnya"Jawab caca

Ryan mengernyitkan dahinya,salah satunya berarti masih ada lagi yang mrmbuat cici kesal

"Dan satunya lagi apa?"Tanya Ryan lagi

"Ia kesal karena dipanggil cacing sama hani"Kali ini jeje yang menjawab

Ryan hanya tersenyum,kemudian ia memandang wajah Arsy yang sedang tertidur.Ia mengusap pipi gembul Arsy.Kemudian menciumnya sekilas dan berkata"Selamat tidur princess".Kemudian ia keluar dari kelasnya Arsy.

Caca dan jeje yang tadi melihat Ryan mencium Arsy ternganga,mereka tak menyangka bahwa Ryan yang selama ini Selalu ngeselin,bar bar ternyata bisa so sweet jga

Ah ternyata benar kata pepatah
Jangan menilai buku dari covernya
Begitupun dengan kita,jangan menilai orang dari luarnya saja,karena bisa jadi Di dalamnya lebih indah daripada yang terlihat di luar



Sekian dulu yaa..
Nanti dilanjut kok..
Oh iya jangan lupa vote dan komen yaa
Karena vote dan komen kalian bisa membuat aku semangat

Ingat!!
Kalian adalah penyemangatku

My boyfriend In my lovePovești de care să fii obsedat. Descoperă acum