"Wey.. Gaaa... lu masuk XI-2 juga" dari belakang barisan meja kelas seorang memanggil
Ternyata itu adalah Ridho teman Ragil dikelas X
"Lu lagi lu lagi do ,dari sd kayaknya kita sering ketemu gini"
Di SMA ini mereka bertemu lagi karena faktor Rumah yang dekat dengan sekolah
"Gaa.. lu duduk sama gw aja yaa biar gw ada temen nya"
"Hilih paling juga biar bisa nyontek lu" *gumam Dermaga sambil membayangkan akan jadi apa nanti nya
"yah doo gue lagi pengen sendiri,lu klo mau nanya nanya aja ntar tapi gw duduk sendiri dulu ya.."berucap dengan hati-hati karena takut Ridho sakit hati..
"Oke sans aja Gaa.."
Seperti biasanya murid baru pindah kelas ,Dermaga belum bisa beradaptasi dengan teman teman baru nya .Hanya Ridho saja mungkin yang dia kenal dengan akrab
Tetapi karena dia salah satu anggota O.S.I.S dia dituntut bersosialisasi dengan seluruh warga sekolah ,akhirnya tak lama ia pun berteman dengan semua siswa di XI-2
Walikelas juga tak lupa di bagikan ibu Haidah lah yang menjadi walas XI-2 ia adalah guru BK ,Dermaga itu banyak dikenal guru termasuk ibu haidah sendiri itulah alasan ibu Haidah memilih Dermaga sebagai ketua kelas
"Selamat pagi semua kenalin yang belum kenal aja nih.. nama gue Dermaga wicaksana putra ,panggil aja Aga ..oke.."
Kebiasaaan Dermaga yang sering berbicara di depan umum, perkenalan di kelas bukan hal yang membuat nya canggung lagi
"Agaa..."
Suara asing untuk Dermaga,yang sepertinya itu perempuan,lalu tanpa Dermaga berfikir siapa itu dia perempuan itu tak sungkan mengulurkan tangan nya
"gue Shania salken yaa"
Dermaga terheran dia itu siapa karena baru saat itu dia melihat nya selama ini saat menjadi O.S.I.S dia belum pernah melihat orang itu ,kebetulan sekali orang itu duduk di belakang nya Dermaga,Bersama temanya juga yang Bernama lia
"Tu orang kek nya baru gua liat waktu itu doang dah"
"Shania Gaa hehehehe" sambil sedikit menabrakan bahu nya
"Dia itu emang anak nya pas kelas X no-life gatau kenapa sekarang jadi sering ngajak ngobrol orang"
"Oh gitu yaa pantesan gw baru liat"
"Cakep dia Gaa... gue aja demen hehehehe"
"sa ae lu do"
"PANGGILAN KEPADA DERMAGA WICAKSANA HARAP MENUJU RUANG WAKASEK" Panggilan audio sekolah yang memanggil nama Dermaga meski ia bukan Ketua O.S.I.S tapi dia sudah banyak dipercaya guru
"Duluan do" Sambil membawa minuman nya yang barusan saja dibeli di kantin dia menuju Ruang WAKASEK
"Assalamualikum bu..."
"waalaikumsalam Gaa sini masuk"
Dermaga dan bu Nurbaeti sedang membicarakan tentang regenerasi anggota yang sebentar lagi angkatan Dermaga akan dijadikan pengurus ,dan rumor dari para guru Dermaga lah yang akan menyandang gelar Ketua O.S.I.S
"Okeiiii langsung aja anak anak halaman 12 kalian analisis itu disuruh apa dan kalian kerjakan" Bu hasnah memberikan tugas
"Oke buu" Seru seluruh siswa XI-2
Pelajaran /materi baru yang diterima murid XI-2 ini ,tak sedikit yang belum memahami isi atau cara mengatasi materi yang diberikan bu Hasnah,layak nya murid baru yang diberi materi baru
"Apaansi nih ya li" gumam kecil keheranan
Dermaga bisa memahaminya biar pun kesibukan nya di O.S.I.S padat di tambah lagi dia Anggota inti Pramuka disekolah nya semangat belajar nya melibihi hampir semua laki laki yang ada di XI-2
Refleks Dermaga langsung menoleh ke belakang dan mengajari Shania sekaligus Lia
"Makasih Gaa.. ngerti gue sekarang pinter juga lo Gaa.."
"iya sans kalo apaa apa tanya gua aja" dengan sunggingan kecil di bibirnya dan Shania pun membalas nya dengan lebih manis...
"Sebelum pulang mari kita berdoa berdoa di mulai" seru ketua kelas yaitu Dermaga sendiri..
Arloji kulit hitam yang melekat di tangan nya menunjukan pukul 14:00 itu waktu pulang semua siswa SMA BRAHMAWIJAYA
Dijalan menuju parkiran dia menemui perempuan yang sekarang mula-mula tak asing lagi bagi Dermaga dia pun memutuskan untuk menyapa nya
"Shan.." melambai tangan kanan nya beberapa kali
"eh gil.. orang orang Biasanya manggil gue Nia sih heheh"
"gue panggil Shan biar lo tau yang manggil itu gue hehehe"
Senyuman manis Shania muncul lagi dan diberikan nya saat itu
"Shan lu juga mau langsung pulang ?" tanya Ragil
"Mau ngapain lagi siii emang nya dagang pecel hhehehe"
"Bareng gue aja lah yuu" sambil menepuk jok motor bagian belakang nya
"Oiya lupa gue belom cerita rumah gue deket di belakang sekolah jadi kalo lu anterin juga bentaran doang ,lagi pula kayaknya gw bareng lia sekalian main"
"oh yaudah kalo gitu gue duluaan ya .. hati-hati Shan.."
"siipp"acungan ibu jari yang ditunujukan Shania
Eh Gaa save back nomor gue ya
18:01
Siip Shan
18:01
Mulai saat itu mereka berawal untuk sekedar chattingan biasa sebagaimana layaknya teman sekelas menanyakan PR dan tugas lainya
YOU ARE READING
Nobody Perfect
Teen FictionBagaimana seorang Dermaga menemukan dan memilih dan mengubah pandangan nya terhadap dunia
