“Aku bukanlah Matahari, si penguasa. Bukan Venus, si pelanet indah. Bukan juga Bumi yang punya segalanya. Aku hanyalah Mars. Planet berdebu, tak berpenghuni dan tak mempunyai kehidupan. Namun, masih adakah seseorang yang menginginkanku?”
~ Mars pradipta
“Meskipun aku adalah Venus, si pelanet indah. Tapi aku juga memiliki kekurangan. Aku kosong, tak berpenghuni. Tak ada kehidupan di dalamnya. Lalu, maukah kamu menerima kekuranganku? Menjalani hidup bersama-sama denganku? Melukis kisah indah seindah pelangi. Dan yang mengalir lembut seperti harmoni. Jika kau mau. Gengamlah tanganku. Pejamkan mata, dan mulai menulis ceritamu dan ceritaku, menjadi cerita kita.”
~ Venus Angelsta Valerain.
“Terkadang hidup itu tak sebagus drama. Tak seindah mimpi, dan tak semanis puisi. Semua tergantung pada diri kita yang menjalaninya. Hanya ada dua pilihan, bertahan atau menyerah!”
“Didalam kamus-ku, tidak ada kata 'Cinta'. Rasanya Cinta, dan seperti apa bentuknya. Lalu, bersedia kah, kamu mengenalkanku pada rasa indahnya cinta?”
***
Maaf kalau banyak typo. Maaf juga kalau prolog-nya gak jelas. Maklum, author bukan Dilan yang pandai merangkai kata. Bukan juga roman picisan, yang pandai membuat puisi cinta. Author adalah author. Yang amatiran dan penuh dengan kekurangan. Jadi, mohon tolong dimengerti dan dimaafkan, ya....
Happy reading😁
YOU ARE READING
Mars&Venus (On Going)
Teen Fiction"Kamu itu adalah Mars! Dan aku adalah Venus! Kita saling membutuhkan. Karna kita ditakdirkan untuk bersatu!" Mars menoleh, menatap seorang cewek yang belakangan ini selalu menganggu hidupnya. Menatapnya dengan wajah datar. "Gue Mars! Dan Mars, gak b...
