Bisanya Bikin Kesel

323 31 11
                                        

Teriknya matahari tidak menyurutkan niat seulgi untuk ke perpustakaan kampus. Menjelang uas seperi ini, tugas selalu saja menumpuk membuat seulgi mau tidak mau harus menyelesaikan kewajibannya. Pintu lift terbuka menampilkan deretan rak buku yang tertata rapi. Seulgi mengedarkan pandangannya mencari tempat kosong yang dapat di duduki untung empat orang. Iya karena memang ia datang kesini untuk tugas kelompok mata kuliah bahasa inggris yang memerlukan materi yang cukup banyak.

"Oh Seul! Udah lama nunggunya?" Sapa laki-laki berambut kecoklatan itu sambil menarik kursi yang akan di dudukinya.

"Hm? Nggak baru aja sampe, tumben dateng cepet Nu"Seulgi tak berniat mengalihkan tatapannya dari laptopnya sambil terus mengetik. Jinu laki-laki tersebut memutar bola matanya malas karena di kacangin oleh gadis di hadapannya itu.

"Yeu syukur dong lu, gue nggak telat" Seulgi nyengir. Jinu ikut nyengir sambil menarik laptop kearahnya.

"Terserah deh, gue tinggal bentar nyari materi"

"Seul?" Seulgi menoleh menaikkan sebelah alisnya menatap kearah Jinu. "Lo nggak akan kaburkan?" Seulgi menggeplak punggung Jinu keras. Jinu hanya bisa merintih tertahan karena ia sadar ini di perpus dan penjaga perpus sedang mengamati gerak gerik mereka berdua.

.

"Duh sial tinggi banget lagi" gerutu Seulgi melihat buku incaranannya. Sesekali melompat-lompat kecil untuk meraih buku tersebut. Namun nihil yang ada lengannya pegel.

Tiba-tiba sebuah lengan dari arah belakang terulur untuk mengambil buku tersebut. Seulgi menatap laki-laki itu kemudian membelakkan matanya.

"YAK! BANGKE LUUU HOON!"pekik Seulgi membahana. Petugas perpus menghampirinya. Seulgi menunduk berkali-kali untuk meminta maaf. Petugas tersebut mendengus lalu kembali ketempatnya.

Bagaimana tidak kesal buku yang tadinya hampir bisa diraihnya tiba-tiba di pindahkan ke rak paling atas. Siapa lagi kalau bukan ulah pria tinggi bernama Lee Seunghoon yang langsung kabur setelah mengerjai Seulgi.

.

"Masih waraskan lu Hoon" Jinu yang liat Seunghoon ketawa-ketiwi sendiri heran. Seunghoon melirik sebentar lalu kembali ketawa.

BUG!

"Ash!"ringis Seunghoon saat merasakan sebuah buku tebal melayang di kepalanya. "Buruan ambil nggak itu bukunya!" Amuk Seulgi.

"Kenapa sih Seul?" Ujar Jinu melerai keduanya yang cakar-cakaran. "Nih temen lo ngeselinnya sampe ubun-ubun! Nggak mau tau pokoknya lu yang ganti ambil bukunya!" Jinu yang di tarik paksa iya-iya aja dari pada itu tugas nggak selesai-selesai.

"Itu diatas"tunjuk Seulgi. Jinu melongo kalau segitu dirinya juga nggak sampe. "Seul angkatin"

"Hah?"Seulgi melirik sekitar, maksudnya angkatin apa coba batin Seulgi. "Angkatin gue biar tu buku bisa gue ambil"

"Bodo!"

"Yah! Seul mau kemana he?!"

.

Bae Irene melangkahkan kakinya memasuki kelas dengan anggun mengenakan jeans warna terang dan di balut kemeja baby blue menambah kesan eloknya. Irene mendudukan dirinya di sebelah Seulgi yang terlihat sebal penuh emosi.

"Gi murung amat?" Seulgi tidak berminat menengok irene. Irene memutar bola matanya malas. Tadi pagi sebenarnya Seulgi cerita sebelum kelas dia ada kerkom apa mungkin karena itu? Mengingat teman sekelompoknya tidak ada yang benar seperti Seunghoon dan Jinu, walaupun ada Ayu juga tapi sejak kemarin Ayu izin sakit jadi terpakasa hanya Seulgi yang mengurus dua bocah tersebut.

"Nanti gue traktir ice cream deh" Seulgi melihat Irene senang.

"Bener ya rene! Bohong awas" Irene menyeringai.

"Tapi ada syaratnya" Seulgi melotot hendak melayangkan protes tapi bapak dosen killer datang penuh dengan tumpukan kertas di tangannya. Ya hari ini saatnya UAS yang begitu memusingkan.

Halloo salam kenal dari saya,
Semoga kalian terhibur dengan cerita yang penuh dengan ke anehan ini wkwk
Terimakasih❤️❤️❤️❤️

Summer PackagesStories to obsess over. Discover now