Bulu halus nya ikut terbang terbawa dingin nya angin malam. tatapan matanya yang tampak menyiratkan sebuah kerinduan yang amat dalam. mencoba untuk menunggu seseorang yang telah di takdirkan moon goddes untuk nya.
Akankah dia mampu membawa seseorang...
Di tengah keramaian kota seoul. Malam yang penuh bintang dan terangnya cahaya rembulan. Seorang namja tampak berdiri di balkon rumah nya. Matanya tak lepas menatap jutaan bintang di langit yang menurutnya sangat indah. Namun, dari tatapan itu terdapat sorot kerinduan yang sedang di pendamnya saat ini.
"Aku sungguh menginginkan mu hadir dalam nyataku" monolog namja tampan itu sambil menopang dagunya dengan pandangan yang masih setia menatap langit.
"Chan apa kau akan selamanya menunggu nya? Eomma bukan meragukan kesabaran mu sayang, tapi jika terus seperti ini eomma takut kau sendiri yang akan terluka jika kau terus mengharapkan kehadiran nya di dunia ini" ucapan lembut itu keluar dari bibir sosok wanita yang kini menatap chanyeol teduh. Ya wanita itu adalah park yoora yang tak lain adalah eomma chanyeol.
"Tidak eomma, aku tetap akan menunggu nya. Aku tau dia akan datang aku tau dia akan hadir dalam nyataku. Dia takdir ku eomma aku hanya ingin bersamanya. Moon goddes telah menakdirkan nya untukku. Aku tak akan pernah lelah untuk menunggu nya eomma" ucap chanyeol menanggapi perkataan eomma nya. Yoora sempat menghela nafas pasrah anaknya ini memang sangat sensitif jika sudah membahas takdirnya itu.
"Hahh baiklah chanyeol, kau sudah dewasa, eomma yakin kau bisa memutuskan apa yang terbaik untuk dirimu sendiri" nyonya park menepuk bahu chanyeol pelan sebelum wanita yang berstatus sebagai ibu chanyeol itu kembali masuk ke dalam rumahnya meninggalkan chanyeol yang tetap berdiam diri menatap langit malam itu.
Chanyeol lagi-lagi hanya menghembuskan nafas beratnya. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar nya. Menutup pintu balkon dan hanya membiarkan jendela terbuka. Bermaksud mencari ketenangan dengan sejuk nya terpaan angin malam ini. Chanyeol merebahkan tubuhnya di ranjang kesayangannya. Namun, tetap saja pikirannya hanya tertuju pada satu hal. Yaitu mengharapkan kehadiran 'takdirnya'.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Park chanyeol sosok alpha muda dari pack moon light yang di pimpin oleh sosok tegas park richard appa chanyeol dan park yoora eomma chanyeol. Wajah tampan dengan sifat yang dominan cool dan cuek. Tapi dalam jiwa chanyeol sebenarnya adalah sosok yang baik dan dewasa. Tak sedikit omega dari pack lain yang mengincar dan menginginkan nya untuk menjadi mate nya. Namun, chanyeol tetaplah chanyeol yang setia pada pendiriannya. Mate nya hanya satu mate yang ditakdirkan oleh moon goddes untuknya. Dan selama ini telah banyak omega yang mendekati chanyeol tapi sama sekali tidak di tanggapi oleh alpha tampan ini. Yang ia inginkan hanya satu 'takdirnya'.
࿇࿇࿇
Pagi hari yang indah. Matahari mulai muncul dari ufuk timur membawa kehangatan untuk semua orang di pagi hari. Sosok alpha muda itu masih setia bergumul dengan selimut hangat nya. Malam tadi tanpa sadar dirinya tertidur dan terbawa mimpi hingga tanpa sadar pagi telah muncul.
"Eungh~" lenguhnya. Chanyeol sosok alpha muda itu mulai membuka matanya. Sedikit mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya dalam kamar nya itu. Onyx kembarnya tak sengaja menatap jam yang menunjukkan pukul 6 pagi.
"Aiigo aku terlambat. Aish hari ini aku ada meeting haish" chanyeol merutuki dirinya sendiri. Berjalan cepat ke kamar mandi tak peduli dengan keadaan nya yang masih terbilang sangat berantakan setelah bangun tidur.
Setelah dirinya membersihkan diri dan memakai pakaian formal nya chanyeol segera berjalan menuruni tangga menuju ruang makan.
"Selamat pagi eomma, appa" sapa chanyeol pada kedua orang tuanya yang sedang menikmati sarapan mereka. Tangan lincahnya mengambil sepotong roti yang sudah lengkap dengan selai di dalam nya. Memakan nya dengan terburu-buru sementara tangan yang satu lagi langsung mengambil susu yang telah tersedia di meja. Meminum nya dengan cekatan walaupun dirinya sempat sedikit terbatuk karna tersedak susu itu.
"Chan duduklah jika ingin sarapan, jangan terburu-buru seperti itu" eomma chanyeol memperingati chanyeol. Sementara namja tampan itu tersenyum lembut menatap kedua orang tua nya.
"Aku tidak sempat eomma, hari ini ada meeting dan aku tidak mau terlambat, aku pergi dulu nee sampai bertemu nanti eomma" chanyeol mengecup pipi eomma nya sebelum ia menyambar kunci mobil nya dan pergi keluar dari mansion park.
Yoora menatap sendu ke arah punggung anak nya yang sudah menghilang. Perasaan nya sebagai seorang ibu kadang tak tega membiarkan putranya menanggung rindu yang sangat dalam dan tentunya menyakitkan. Tapi yoora tau chanyeol tetaplah chanyeol.
"Yeobo~" yoora menatap richard sendu. Sementara richard tersenyum lembut pada istrinya. Namja dengan wajah tak jauh berbeda dari chanyeol itu mengusap pipi istrinya dengan sayang.
"Biarkan dia menunggu takdirnya sayang" ucapan lembut richard yang masuk dalam pendengaran yoora. Wanita itu menghembuskan nafas pasrah sebelum menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan richard.
࿇࿇࿇
Sementara di rumah sakit nasional seoul chanyeol dengan pakaian formal nya telah memasuki ruangan kerjanya. Dan yeah seperti biasa teman satu team nya yang bernama sehun kini tengah menunggu nya dengan tangan yang ia lipat di dada.
"Kau terlambat 5 menit tuan park" kata sehun menegur teman satu team nya itu. Yeah sehun dam chanyeol memang bekerja di rs nasional seoul dan berprofesi sebagai dokter bedah disana.
"Aish ayolah sehun bahkan meeting nya belum di mulai, kai saja belum datang jadi aku tidak terlambat" sergah chanyeol menanggapi sehun yang kini hanya memutar bola matanya malas.
"Aish kau seperti tidak tau kai saja hyung, si hitam itu kan memang sering terlambat. Ya mungkin kar-" belum sempat sehun melanjutkan perkataan nya telah di potong lebih dulu oleh namja yang baru saja masuk ke ruangan chanyeol.
"Yakkk Yakkk kau mau bilang apa tentangku oh sehun" ya dia kai namja yang baru saja mereka berdua bicarakan. Dengan masih menggunakan pakaian dokter bedah kai berusaha untuk mengatur nafas nya yang masih tersengal-sengal karna berlari sepanjang koridor rumah sakit tadi.
"Pftttt" sehun dan chanyeol menahan tawa mereka saat melihat penampilan kai.
"Yakkk apa yang kalian tertawakan hah??" kai yang masih belum menyadari apa-apa hanya bisa bertanya dengan nada kesal nya.
"Hey tuan kim, kita akan mengadakan meeting bukan akan mengoprasi pasien. Oh ayolah kurasa kau masih tau soal pakaian formal bukan" ejek sehun pada kai. Seketika itu kai langsung melihat ke arah pakaian nya. Ia berdecak kemudian melangkahkan dirinya ke kamar mandi yang ada dalam ruangan chanyeol.
"Ckckck anak itu selalu saja hahh" chanyeol sudah terbiasa dengan perilaku kai yang selalu seperti itu saat terburu-buru. Berbeda hal nya dengan sehun namja itu bahkan sudah cekikikan geli mengingat penampilan kai barusan.
Kai keluar dari kamar mandi dengan setelan formal nya. Setidaknya namja tan itu sudah mengganti pakaian nya tentu saja karna ia takut di tertawakan saat meeting nanti.
"Kajja kita berangkat" ajak kai yang melenggang pergi keluar dari ruangan chanyeol dengan senyuman tampan nya. Dan tentu saja sehun dan chanyeol hanya melihat kai dengan menggeleng-gelengkan kepala mereka sedikit aneh dengan kelakuan anak itu.