Prolog

445 36 6
                                        

Happy Reading❤

-Setiap matahari terbenam
mengurangi suatu hari ke
hidupan kita tetapi setiap
matahari terbit memberi
kan kita satu hari lagi
untuk berharap.

- Adeeva Larina Agatha

•••

Gadis cantik dengan rambut sepunggung menguap dan bangun untuk menjalani harinya.
Sebut saja namanya Adeeva Larina Agatha dan biasa dipanggil Deva.

Deva statusnya masih remaja umur 17 tahun dan duduk di bangku kelas 11 SMA Saint Peterson.

***

Pada pukul 05.02 Deva mengambil handuknya dan segera pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya itu.

Setelah mandi Deva berpakaian seragam putih abu-abu dengan logo Almamater SMA Saint Peterson dilapisi jaket yang berwarna merah maroonnya itu dan tentu saja dia siap untuk berangkat sekolah.

____

Di sekolah....

"Eh La tugas Ipa lo udah selesai belum sih, gue gk mengerjakan." Tanya Deva kepada sahabat sebangku yang bernama Areolla Tynessa dan biasa dipanggil Olla.

"udah dong. Nih salin aja punya gue." Jawab Olla.

"Aaa makasih Olla yang cantik lo emang sahabat gue yang paling baik." Sambil memeluk Olla dan Olla pun susah untuk bernafas karena Deva memeluknya terlalu erat.

"Ihhh biasa aja kali Va lebay banget."

"Yee gitu aja kok lebay ih."

Bel istirahat pun berbunyi dan seperti biasa murid murid SMA Saint Peterson senang lagaknya orang yang terbebas dari hutang-hutang.

"Deva, Olla, ke kantin yuk udah laper nihh." Melda teman sekelasnya yang mengajak dua temannya itu ke kantin untuk makan.

"Iya, ayo Va aku juga udah laper." Ajak Olla kepada Deva yang masih membereskan buku nya di meja.

"Eh, kalian saja deh gue lagi males." Jawab Deva.

"Hm. Yaudah kita berdua duluan ya, bye." Sahut Melda dan segera pergi meninggalkan Deva.

Pada waktu itu Deva di kelas sendirian sambil memainkan handphone nya... Dan Deva merasa ingin buang air kecil saat itu. Lalu ia segera meninggalkan kelas dan pergi ke toilet.

Setelah Deva keluar dari toilet Deva ingin ke perpustakaan untuk membaca buku.
Dilihatnya perpustakaan yang sepi tidak ada yang mengunjungi perpustakaan itu mungkin murid murid sedang di kantin pikir Deva.

Deva menemukan novel yang berjudul "Bintang Di Hati" ia mengambilnya dan duduk sembari membaca novel tersebut. Ketika ia sedang membaca, ia dikejutkan dengan seorang pria yang mengetok pintu perpustakaan yg hanya terbuka 1 pintu saja dan mengucapkan salam.

Tok tok..

"Assalamualaikum." Salam pria itu sambil melihat ruangan perpustakaan.

"Wa-waalaikumsalam." Jawab Deva dg senyum tipis mengambang di bibirnya kepada pria itu dan ternyata kakak atasannya atau bisa dibilang kakak kelasnya.

Lalu pria itu juga membalas senyum tipis Deva dan langsung masuk ke perpustakaan dengan mencari buku.
Setelah itu dia bertanya kepada Deva.

"Ekhmm boleh duduk di sini?." Tanya pria itu

"Eh, boleh kak." Jawab Deva dg senyum manis.

"Lo kelas 11 ya?." Tanya pria itu dg melihat bet kelas Deva yang menunjukan kelas 11.

"Em, iya kak." Jawab Deva kemudian kembali membaca buku novel nya itu.

"Kenalin gue Adhevan Vernando kelas 12." Kata pria itu sambil menjulurkan tangannya.

"Deva." Dengan bersalaman dg pria itu. Kemudian mereka berdua diam sambil membaca bukunya itu dan tidak ada yang angkat bicara.
Lalu keheningan tersebut di bubarkan oleh bel masuk kelas.

Tring Tring

Deva bangkit lalu menaruh buku novel nya tersebut ke tempatnya lalu berkata kepada pria itu.

"Kak, gue duluan ya." Izin Deva

"Iya." Jawab singkat pria itu dan melihat punggung Deva yang berjalan menuju pintu keluar perpustakaan.
"Cantik" pikir pria

***

Garing ya guys?:(
Maaf yaa

Semoga suka dg ceritanya :)
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guyss..
Kasih Vote yang banyak juga Coment nya, Itupun sudah membuat author semangat kok😊

Tunggu kelanjutannya ya...

24 Februai 2020♥️

See you...☺
-hennyputri

Cinta & SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang