A Begining

38 5 4
                                        

"Ah, jadwal Jinan hyung hari ini gak jadi, diganti besok."
Ujar Hanbin sambil memperhatikan lagi schedule terbaru iKON, dari tadi ia membolak-balik tumpukan kertas yg seharusnya jadi pekerjaan manager mereka.
"Tapi orangnya udah di dalem mobil, udah rapi lagi... ah, Yeongrim! Kamu deh yg ngasih tau ke dia, sekalian bawa ke sini."

"Lah lah lah-- kok aku sih?? Hanbin hyung sendiri kan juga bisa." Protesku sambil menghindar dari jitakan maut leader kesayangan iKON ini.

"Terusin aja hyung hyang hyung-nya, disuruh panggil oppa malah ngeles terus."
Hanbin kini sudah siap untuk mendampratku dengan buntelan kertas ditangannya, sementara itu Bobby malah berguling di sofa sambil terbahak-bahak melihat pertikaian rutinan kami.

"Ga akan! Geli tau manggil kalian pake 'oppa' gitu. Enakan pake Hyung."
Aku menjulurkan lidahku sambil berkacak pinggang pada Hanbin hyung.

Sebelum terkena pukulan kertas dari Hanbin hyung, Yunhyeong hyung segera menengahi pertikaian kami, lalu menyeretku keluar untuk memanggil Jinhwan hyung.

"Udah gih sana, cuma kamu doang yg ga kena semprotnya Jinhwan Hyung kalo ngambek, makanya Hanbin nyuruh kamu."

Aku hanya bisa manyun menuruti perintahnya sembari berjalan keluar dorm menuju mobilnya Jinhwan hyung, kalau Yunhyeong hyung yg ngomong ga bisa ku bantah, takutnya ga dapet makan malem.

Aku akhirnya berlari kecil menuju mini cooper merah yg terparkir rapi di halaman apartemen, mobilnya Jinhwan hyung, sementara pemiliknya sedang bersantai memainkan hpnya sampai tidak sadar kalau aku sudah berada disampingnya.

"Hyung!"
Panggilku berhasil membuatnya menoleh kepadaku
"Acaranya Jinhwan hyung ga jadi hari ini, jadinya besok."

Aku bisa melihat perubahan ekspresinya menjadi kesal dengan cepat, yah siapa yg gak kesel kalo udah siap-siap dari pagi eh, ternyata acaranya ga jadi.

Kucoba memenangkannya dengan menggenggam tangannya yg berada diluar mobil.
"Hyung, udah yuk... Masuk aja ke dalem, sekalian istirahat."

Dengan anggukkan singkat Jinhwan hyung melepaskan tanganku lalu keluar dari mobil, aku mengikutinya dari belakang sambil mencoba mengamit tangannya dan berjalan beriringan kembali ke dorm.

Begitu sampai di dalam, rupanya dorm sudah kosong tak ada siapapun, mungkin Hanbin Hyung dan lainnya sudah pergi lewat pintu belakang.
Ck, dasar pengecut, mereka bahkan gak berani menghadapi Jinhwan hyung yg sedang marah rupanya.

Jinhwan hyung segera duduk di sofa yg diduduki Bobby hyung tadi dan bersandar memejamkan matanya, nampak berusaha meredam emosinya. Aku pun ikut duduk disebelahnya setelah mengambil kapas wajah untuk menyeka minyak di wajahnya.

"Hyung, udahan dong keselnya, ntar malah tambah capek lagi..."
Jinhwan hyung hanya melirikku yg sedang fokus membersihkan bagian hidungnya sebentar lalu kembali memejamkan matanya lagi.
Aku menghela napas kecil menghadapi tingkahnya ini.

Karena bosan aku jadi menusuk-nusuk pipinya yg terlihat sangat lembut, ia terlihat agak terusik dengan tingkahku, namun aku malah semakin menjadi hingga akhirnya dia menarik tanganku dan menguncinya dengan tangannya.

"Udah sih diem aja, aku lagi capek."
Ujarnya sambil tetap memejamkan mata.

"Ishh Hyung... abis pipinya Hyung keliatan fluffy banget sih... jadi gak tahan kan..."
Aku mengecup pelan pipinya tepat setelah berucap begitu.

Jinhwan hyung langsung membuka matanya, menatapku kaget, aku juga terdiam kaget menyadari betapa beraninya tindakanku tadi.

Beberapa detik kami bertatapan dengan posisi sedekat ini, sama-sama kaget dengan apa yg terjadi barusan.
Hingga tiba-tiba saja tangan Jinhwan hyung melepaskan tanganku dan menarik daguku mendekat.

"Kalau mau cium tuh sekalian yg ini."

Dengan cepat ia mengecup bibirku pelan, melepaskannya sejenak untuk melihat ekspresiku lalu kembali menciumku lembut dan bahkan menahan kepalaku agar ciuman kami semakin dalam.

Hai finito le parti pubblicate.

⏰ Ultimo aggiornamento: May 31, 2020 ⏰

Aggiungi questa storia alla tua Biblioteca per ricevere una notifica quando verrà pubblicata la prossima parte!

A kiss? | Kim JinhwanLa tua prossima ossessione. Scoprilo ora