_________________________________
Chanyeol hyung.
Dua kata yang sering kali aku sebutkan atau serukan belakangan ini. Dengan berbagai nada. Dari mulai teriakan hingga rengekan. Tidak akan bosan bibirku melafalkannya. Karena aku juga kebetulan menyukai nama itu.
Chanyeol hyung, adalah seniorku di sekolah. Dia ada di tingkat akhir sedang aku di tingkat 2. Umur kami terpaut setahun saja. Dia adalah lelaki yang tinggi tampan, tubuh semampai bak model, mata yang besar, hidung mancung, bibir tebal, jidat seksi, rahang tegas, leher dengan dua jakunnya yang seksi, bahu lebar, dada bidang, lengan kekar. Sudah cukup. Aku tidak bisa menyebutkan semua keistimewaannya. Satu kata yang menggambarkan fisik dan pembawaan Chanyeol hyung adalah sempurna.
Chanyeol hyung cukup aktif di sekolah. Dia masuk ekstrakurikuler basket dan seni musik. Dua hal itu adalah passion-nya. Karena tampan dan berbakat dia begitu populer di kalangan pria dan wanita. Jika kalian berpikir dia pasti lelaki yang suka sekali berganti pasangan. Kalian salah. Justru dia tidak tertarik dengan cinta. Dia begitu sibuk dengan kegiatan-kegiatannya,dengan hobinya. Dia berpikir pacar hanya akan menghambatnya dalam hobinya. Akan melarangnya ini itu karena ingin ditemani. Chanyeol tidak mau mengorbankan passion-nya hanya untuk wanita yang menyandang status kekasih. Sepertinya justru dia pacaran dengan hobinya. Bisa dikatakan begitu.
Begitu banyak yang menyatakan cinta padanya. Beragam jenis wanita —bahkan tak jarang lelaki gay, mengungkapkan perasaan mereka dan meminta Chanyeol menjadi pasangannya. Maka yang akan mereka terima adalah senyuman Chanyeol dan sebuah kalimat "Maaf ya, mungkin kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku". Lebih baik dari Chanyeol? Yang benar saja. Memangnya ada?
Jadi, Chanyeol hyung ini adalah temanku. Kami bertemu saat masa orientasi sekolahku. Aku yang baru masuk ke sekolah itu, selalu di bantu olehnya. Senior yang baik hati. Kami semakin dekat dan memutuskan untuk menjalin pertemanan. Apakah aku tidak punya teman sebaya? Tentu saja ada. Hanya saja Chanyeol hyung lebih dekat dari siapapun denganku. Terkadang dia menemaniku main game di game center, makan bersama di luar, atau menemaniku membeli buku dan komik. Terkadang dia memintaku menemaninya berlatih basket atau bermain musik di studio sekolah. Anak anak di sekolah tahu tentang keakrabanku dengannya. Sudah seperti kakak-beradik saja.
Dan aku adalah Oh Sehun. Remaja tanggung yang tidak seperti Chanyeol hyung. Aku tidak begitu populer. Aku hanya mengikuti satu ekstrakurikuler saja, yaitu dance. Tapi aku yang biasa saja itu merasa beruntung karena dekat dengan Chanyeol hyung.
_________________________________
Aku mendapati sebuah note di meja di ruang tengah setelah aku tiba di rumah sepulang dari sekolah. Note dari ibuku. Katanya dia sudah berangkat sejak jam 2. Ibuku memang sudah memberitahuku sebelumnya bahwa ia ada keperluan keluar kota selama sehari semalam. Dan dia memberitahuku agar aku mengajak satu temanku untuk menginap di rumah. Agar aku tidak tidur sendiri. Tentu saja aku sudah meminta seseorang untuk menemaniku dan menginap disini. Kalian tahu siapa?
Ya. Chanyeol hyung. Hahaha.
Mari kita lanjut baca note dari ibuku. Katanya dia sudah memasak makan malam untuk aku dan temanku. Dan jika sudah waktunya makan tinggal dihangatkan saja. Aku mengerti, bu. Dan terima kasih karena sudah sibuk. Aku jadi memiliki alasan untuk mengajak Chanyeol hyung menginap di rumah. Aku mengecup note dari ibuku.
"Aku mencintaimu, bu."
Bergegas aku mengambil ponselku di saku celanaku lalu mendial nomor Chanyeol. Beberapa detik nada sambung hingga aku mendengar suara bass Chanyeol hyung di seberang sana menjawab telfonku.
"Hyung, kau jadi menginap di rumahku kan?" tanyaku langsung.
"Tentu, Sehunnie. Tapi aku masih latihan. Aku akan tiba di rumahmu pukul 4." jawab Chanyeol. Aku suka caranya memanggilku. Aku melirik jam dinding. Hum satu jam lagi. Baiklah aku masih punya waktu untuk mandi dan berbenah kamarku. Agar Chanyeol hyung nyaman di rumahku tentu saja.
YOU ARE READING
Groove (Chanhun-Kaihun Oneshoot Compilation)
Fanfiction"Come on shine 여백 없이 너로 채워지는 것 같아 (Tanpa celah, sepertinya aku dipenuhi dengan dirimu ) 설명할 수 없는 그런 기분 (Sebuah perasaan yang tak bisa dijelaskan) 손 틈새로 네가 흩어질까 겁이 나 (Aku takut kau akan menghilang diantara celah jariku) 손을 뻗는 순간 하나가 돼 (Saat kau mengu...
