Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

18 3 4
                                        

Didepanku duduk Kak Vina seorang psikiater yang kukunjungi dengan note kecil ditangannya sudah siap membacakan hasil diagnosanya.

"Oke, aku akan membacakan gejalanya terlebih dahulu, tapi sebelum itu aku ingin bertanya sama kamu Dara, apakah sifat Sansa sering berubah-ubah?" tanya Kak Vina

"Sebulan ini, iya, dia berubah drastis, untuk waktu sebelumnya terkadang dia terlihat sangat ceria dan dilain waktu sangat dingin tapi itu tidak berlangsung lama. Aku kira itu hanya perubahan moodnya saja."

"Baiklah terimakasih atas infonya. Untuk gejala yang dialami oleh Sansa adalah tertidur untuk waktu yang sangat lama, sakit pada kepala saat terbangun, peristiwa yang tidak diingat saat terbangun, kecemasan yang berlebihan, sakit kepala yang dipicu karena mengingat masa lalu yang buruk, gelisah dan tubuh gemetar serta kehilangan konsentrasi saat mengingat masa lalu, dan percobaan bunuh diri."

Aku sangat kaget saat mendengar kalimat terakhir yang Kak Vina sampaikan. Dimana dia tahu aku pernah mencoba bunuh diri. Itu adalah hal yang kusimpan selama ini dari Kak Dara karena tidak ingin membuatnya ikut sedih.

"Bunuh diri?!" Sepertinya Kak Dara sama kagetnya dengan ku.

"Sansa tidak pernah mengatakannya padaku, tapi aku melihat luka sayatan pada pergelangan tangannya, maafkan aku harus mengatakan ini Sa," kata Kak Vina

"Tidak apa, aku tahu suatu hari nanti hal ini akan terungkap. Dan maafkan aku Kak Dara, waktu itu terlalu berat untukku dan aku tidak ingin membebani Kakak lagi, tapi saat aku merasakan sayatan itu dan darahku telah banyak keluar aku tahu yang kubuat ini salah dan aku segera menghentikannya," jelasku.

"Kamu tidak harusnya seperti itu, akukan sudah bilang jika ada sesuatu yang membebanimu katakan pada kakak. Berjanjilah untuk tidak melakukannya lagi."

"Iya Kak, aku berjanji."

"Maafkan aku yang mengintrupsi tante, tante bisa lanjutkan," ujar Kak Dara.

Kak Vina menghela nafas, "Percobaan bunuh diri adalah salah satu tanda dari seseorang yang depresi. Itu bukanlah jalan yang bagus sama sekali, aku sarankan dekatkan dirimu dengan hal-hal yang positif agar pemikiran untuk bunuh diri tidak ada."

"Dari semua gejala yang sudah kupaparkan tadi Sansa mengalami gangguan kecemasan yang berlebihan atau Generalised Anxiaty Disorder atau GAD, Depression, gangguan stress pasca trauma atau Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD dan Dissociative Identity Disorder atau DID yaitu Kepribadian Ganda."

Dan duniaku seketika berhenti.



16-01-20

Another MeStories to obsess over. Discover now