MESIN ES KRIM

375 15 1
                                        

Baru dua bulan Min Yoongi membuka toko ice creamnya, tapi sudah dibuat kesal oleh mesin pendingin ice cream nya. Berbagai keluhan di terima nya dari mulai ice cream nya lama beku sampai mesinnya bocor dan menimbulkan genangan air di tokonya. Sempat berfikir menyalahkan merk nya yang abal-abal dan memiliki ide untuk mengganti mesinnya dengan yang baru namun rasanya sangat tidak mungkin karena waktu dua bulan belum cukup membuahkan laba yang banyak untuk mengganti mesin baru.

Yoongi menyetujui saran Hoseok untuk memperbaiki mesinnya. Walau pada awalnya berperang pendapat karena menurut Yoongi melakukan service pada mesin ice creamnya hanya buang-buang uang dan waktu saja, syukur perkataan Hoseok mampu mematahkan argumennya "kalau tidak diperbaiki resiko nya pelangganmu kapok hyung , aku sendiri gamau makan ice cream yang hampir mencair."

Sudah satu jam setengah Yoongi menunggu tukang service nya datang, namun tak ada hilalnya. Ingin rasanya menelfon Hoseok karena salah merekomendasi tukang service yang suka ngaret tapi Yoongi tidak ingin di bilang tidak sabaran. Tidak lama kemudian datang seorang pemuda yang menghampiri tokonya, mengenakan kaos berwarna putih rambut yang di ikat satu seperti air mancur 'sangat menggemaskan' batin Yoongi. Namun tidak dengan bagian yang lain bibirnya yang penuh membulat tebal dan bentuk paha serta bokongnya yang sintal tercetak jelas di celana pemuda tersebut yang sangat ketat menambah unsur sexy pada pemuda tersebut sungguh perpaduan yang sangat aneh, tapi menarik.

"Permisi, boleh aku beli eskrim nya?" Dengan senang hati memberikan buku menu pada pengunjung nya "silahkan di pilih, tapi uhmm… mesin pendinginnya belum sempat saya service jadi mungkin eskrim nya tidak terlalu beku,jadi jika keberatan-"

"Tidak papa, asalkan masih tetap dingin dan manis aku suka. Aku mau rasa coklat dua ya." Yoongi mengangguk, "atas nama siapa maaf?"

"Jiminnie"

Baru ada satu pengunjung yang datang ke toko nya, 'atas nama siapa' tentu hanya basa-basi seorang Min Yoongi yang ingin tahu namanya tapi terlalu gengsi. Yoongi membawa dua eskrim pesanan Jimin dan menghampiri untuk memberikan eskrim nya "selamat menikmati Jiminnie" lalu dibalas senyum oleh sang pengunjung, manis sekali.

"Kenapa beli dua eskrim?" Yoongi mencoba melontarkan pertanyaan untuk memecah keheningan. "Karena kalo beli satu cepat habisnya, kasian yang jual kesepian" ucap Jimin sukses membuat Yoongi terkekeh ingin menimpali takut dikira tidak sopan.

Yoongi mengamati bagaimana Jimin menjilati eskrimnya. Sungguh aneh, biasanya dia tidak mau buang-buang waktu hanya untuk mengamati seseorang yang sedang makan. Namun kali ini berbeda, melihat jimin menjilat eskrimnya dan sesekali mengisap dengan bibir tebalnya sangat membuat Yoongi terpesona dan membayangkan bagaimana jika yang digenggaman Jimin adalah 'adik kecil' Yoongi.

Ingin rasanya dia buang jauh-jauh pikiran kotornya tapi cara Jimin mengeksekusi eskrim tersebut sungguh sangat sensual. Yoongi tidak membayangkan bagaimana jika posisinya saat ini adalah laki-laki dewasa yang tak ber-etika pasti langsung menyergap Jimin. Tapi, bukankah saat ini dia juga sudah menjadi laki-laki yang minus etika karena membayangkan pengunjungnya mengisap dan menjilat 'adik kecilnya'. Salahkan Jimin yang berbuat seperti itu pada eskrim, Yoongi kan hanya laki-laki biasa yang punya birahi. Melihiat bibir tebal laki-laki tampan sibuk mengisap dan menjilat, wajar saja jika dia seperti ini.

Yoongi memijat pangkal hidungnya frustasi, tidak kuat melihat pemandangan ini lama-lama dia harus cari topik pembicaraan yang memecahkan bayangan-bayangan nakalnya. "Jiminnie, tinggal dekat sini?". Jimin menghentikan aktivitas nya pada eskrim dan mengalihkan pandangannya pada Yoongi "Iya, aku tinggal di apartement anggrek. Kenapa mau main?"

Mau main katanya? Sungguh pertanyaan yang cukup berani untuk di lontarkan. "Boleh memangnya…?" Otak dan lidah Yoongi benar-benar tidak sinkron, mulut nya lebih mendengarkan kata hati nya kali ini. "Tentu saja, tapi bawain eskrim coklat buat aku".

Yoongi menggaruk lehernya yang kebingungan bagaimana cara mempertahankan eskrim yang tidak terlalu beku itu terjaga sampai ke apartement Jimin. "Aku datang, pasti eskrimnya mencair tidak masalah kan?" Yoongi bertanya polos berharap dapat diberi pengertian oleh Jimin. "Tentu jadi masalah dong, aku kan mau makan eskrim. Kecuali kamu ijinin aku buat makan yang lain bisa di pertimbangkan." Yoongi terdiam sebentar mencerna perkataan Jimin.

"Jiminnie, kalo kamu gabisa makan eskrim aku yang makan kamu gimana?" Dengan lancang dan satu hembusan nafas Yoongi sangat terkejut mendengar pertanyaan nya sendiri. Jimin terbahak tanpa suara matanya hilang pipinya mengembang, sungguh gemas. "....maaf maksudnya-."

"Kenapa? Boleh ko." Yoongi tertegun lagi-lagi mencoba mencerna dengan jernih perkataan Jimin. "Maksudnya? Apanya yang boleh?" lagi-lagi pertanyaan lancang terucapkan oleh Yoongi lalu memukul mulutnya berkali-kali karena terlalu gegabah dalam bertindak.

"....mau makan aku katanya." Ucapan Jimin sangat polos singkat dan jelas. Ya, jelas. Jelas-jelas membuat Yoongi gusar dan tak sabar. Selanjutnya mereka berdua saling sibuk masing-masing. Jiminnie sibuk tertawa melihat tingkah Yoongi, dan Yoongi yang sibuk membayangkan bagaimana menikmati Jiminnie.

Lovely MiniDonde viven las historias. Descúbrelo ahora