Bae Hyerim adalah orang yang selalu menyiapkan segalanya dengan sempurna, itu semua Ia lakukan sejak kecil. tapi bukan berarti dia penderita OCD.
Ia gila akan dunia hingga kadang dia melupakan sekitarnya dan dirinya sendiri. Dia juga rela menyelesa...
Sinar matahari mengusik jiwa yang terlelap di bawah selimut tebal, bahkan sinarnya mengalahkan suara alarm hp yang berbunyi sejak tadi.
Tadi malam Ia lupa membawa Jiwanya untuk menutup gorden kamarnya, tapi untungnya sekarang adalah dia tak perlu repot-repot membukanya lagi ketika bangun dari tidurnya.
Ia bangkit dari posisi tidurnya mematikan alarm yang masih berbunyi di nakas. Kemudia bangkit dari kasurnya, lalu menarik tangannya ke atas guna untuk meregangkan tubuhnya yang lelah.
Lalu Ia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
•••••
Ting... Setelah 5 menit menunggu akhirnya makanan yang Ia panaskan di microwave selesai. Kemudian Ia segera menyantap sarapannya.
Setelah selesai sarapan Ia mengenakan mantelnya dan mematikan penghangat ruangan. Dan ingin segera berangkat menuju kampusnya. Lalu..
Choi Bitna Is Calling.. Sang pemilik benda persegi itu-pun langsung mengangkatnya.
"Yakk.. hyerim-ssi, kamu dimana?" Tanya si penelpon dari sebrang sana.
"Wae?, Aku masih di rumah, aku segera pergi ke kampus" jawab hyerim.
"Cepatlah datang ke kampus, dosen pembimbingmu tadi mencari mu. Dia bilang ada beberapa bagian proposalmu yang kurang sempurna." Jelas bitna dengan nada sedikit kesal di sebrang sana.
Jujur bitna adalah orang yg tidak suka direpotkan dan tidak mau merepotkan. Dia sedikit kesal karena dosen pembimbing ini sangat merepotkan. Mengapa tidak dia saja yang menghubungi hyerim secara langsung. Benar benar menjengkelkan baginya.
"Arasseo, aku akan keruangannya jika sudah di kampus."
Entahlah, kenapa dosen pembimbing hyerim sangat merepotkan dirinya, haruskah proposal itu benar benar sempurna?
Bukankah tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna?.
"Geurae, sampai bertemu di kampus. Hati-hati dijalan" jawab bitna.
Hyerim mengenal bitna sejak masa orientasi di kampus hingga sekarang mereka sedang mengajukan proposal mereka, dan artinya mereka akan segera menyusun skripsi mereka.
Menurut Hyerim Sejauh ini bitna adalah orang yang terlihat cuek dan dingin dari luar. Tapi ketika hyerim sudah dekat dengannya, dia sedikit berubah menjadi orang yang hangat dan perhatian.
"Ok" jawab hyerim singkat. Lalu tiga detik kemudian ia menekan tombol merah dari beda perseginya.
Ia segera mengambil tas nya dan beranjak keluar dari apartemennya, lalu menguncinya.
Hyerim selalu menggunakan bus untuk menuju kampusnya, karna sedikit mempersingkat waktu. Dan itu semua hanya memakan waktu sekitar 20 menit dari apartemennya menuju kampusnya.
••••
Akhirnya Hyerim telah sampai di kampusnya, dia segera menuju ke ruangan dosennya. Dan mengetuk pintu ruangannya.
Tok.. tok.. tok.. "Masuklah" suara dari balik pintu. Tentu, itu ada lah suara dosen pembimbingnya Hyerim.
"Annyeonghaseyo sonsaeng-nim" sapa hyerim sambil membungkukan badannya ketika telah masuk ke ruangan dosennya.
"Choi Bitna bilang anda memanggil saya karena proposal yang saya ajukan, apakah ada yang harus saya perbaiki?" Lanjut Hyerim.
"Nee, saya telah memeriksa proposal yang kamu ajukan. Tapi proposal ini masih kurang sistematis dan terperinci. Saya akan memberikan sedikit waktu tambahan agar kamu bisa memperbaikinya, apakah kamu sanggup?." Jelas dosen itu panjang.
"Tapi sonsaeng-nim, saya telah membuatnya secara lengkap dan terperinci, saya bingung apa lagi yang harus saya perbaiki?." Keluh Hyerim.
"Kalau begitu saya akan memberikanmu satu pilihan lagi untuk membuat proposal yang baru, yang lebih terperinci dan sistematis, bagaimana?" Tanya dosen pembimbing hyerim dengan membuat pilihan.
Merepotkan bukan, tapi mau bagaimana lagi jika proposal itu tidak terima maka bagaimana bisa hyerim menyusun skripsi?.
Jadi mau tidak mau Hyerim memilih salah satu dari pilihan yang diberikan dosen pembimbing nya yaitu untuk membuat proposal yang baru.
Memang akan lebih lama dibandingkan dia memperbaiki proposal yang telah ditolak, tapi jika Ia memilih itu otak nya sudah benar benar mampet.
Hyerim akhir nya keluar dari ruangan dosen itu dan segera menemui bitna. Betapa stress nya dia sekarang.
••••
Hyerim POV. Aku segera menuju ke kantin untuk menemui bitna. Ketika aku telah sampai di kantin Bitna tengah asik berkutik dengan laptop nya, entah apa yang dia lakukan aku tidak tau.
Aku segera duduk di depannya yang masih berkutik dengan laptopnya.
"Kau tau, apa yang dia suruh ketika aku ke ruangan sonsaeng-nim?" Tanyaku menyuruh bitna menebaknya.
"Kau disuruh mengulang proposalmu?" Tebak bitna yang masih fokus dengan laptopnya.
"Tidak, bahkan lebih buruk dari itu! Sangat menyebalkan!" Seruku dengan sangat kesal.
Akhirnya bitna fokus terhadap pembucaraan kami.
"Lalu, dia menyuruh mu apa?" Tanyanya sambil menyedot minuman yang ia pesan.
"Dia menyuruh ku mengulang proposalku, ini lebih menyebalkan dari apapun. Merepotkan sekali!?" Tingkat kesabaran ku benar benar telah memuncak kali ini.
Kalian bayangkan saja, aku sudah relakan waktu tidurku untuk mengerjakan proposalku, gila bukan?
"Kalau begitu, kamu tinggal mengulangnya lagi. yang lebih lengkap dan terperinci" Jawab bitna dengan santainya.
"Tanpa kau suruh aku akan melakukannya!, tapi masalahnya aku tidak tau mencari bahannya kemana!?" Aku masih menjawab dengan nada kesal, Sungguh.
"Kau kan bisa meminta bantuan jimin oppa untuk membantumu dalam hal ini, jadi apa susahnya?" Saran bitna.
-
Bersambung-
Hayoo, jimin siapanya hyerim yaa kira kira??
Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
Btw guys, ini cerita pertama aku. Jadi semoga kalian suka. Thanks banget yg udah mau mampir buat baca, jangan lupa votee yaa💜💜