"Abang! Jangan cepet cepet bawa motor nya!" Omel Carissa sambil memukul helm yang digunakan oleh kakak nya itu.
"Udah, pegangan aja ngapasi!" Balas Martin dan menambah kecepatan motor nya itu.
Carissa langsung memeluk abang nya, memang abang durhaka yang tidak mengerti perasaan adik nya, dikira nyisir rambut kusut gampang apa.
10 menit kemudian Carissa dan Martin sampai di sekolah nya. Ini adalah hari terakhir Carissa MOS. Sedang kan Martin, ia sudah kelas 11. Martin selalu memaksakan orang tua nya, agar Carissa satu sekolah dengan nya. Karna Martin sangat sayang dengan Carissa.
Carissa turun dari motor Martin dan langsung ngaca di spion motor Martin. Rambut nya sudah mengembang seperti singa, ia pun langsung mengambil sisir kecil di saku sekolah nya. Selesai menyisir rambut nya, Carissa langsung melangkan tatapan tajam ke Martin.
"Ngapin lo masih disini?" Sinis Carissa.
"Nungguin lo, lah, panjul!" Balas Martin tak kalah sinis.
"Bilang aja lo mau modus kan, ke Alin, kan?!" Martin langsung terdiam dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Gak bisa di ajak kerja sama lo!" Kesal Martin sambil mencubit pipi Carissa.
"Ice Cream tiga, chiki lima, sama susu kotak 3." Carissa langsung menyebutkan imbalan nya.
"Setan! cuman pengen ketemu aja, imbalan nya banyak banget." Gerutu Martin.
"Mau ape kagak nih?!" Sewot Carissa. Martin memutar bola mata nya dengan malas, "Iye elah iye!" Demi gebetan, apesi yang enggak.
Carissa tersenyum lebar, ia pun meninggalkan Martin di parkiran dan langsung pergi ke ruangan MOS.
"ASSALAMUALAIKUM! PUNTEN!" Teriak Carissa yang lumayan kencang, dan semua siswa siswi MOS pun menengok ke arah nya.
"Waalaikumsalam" Jawab Siswa siswi MOS.
Carissa tersenyum ke semua teman teman baru nya itu, dan ia langsung menghampiri sahabat sejak SMP nya.
"Good morning ciwi ciwi akoh!" Carissa memeluk sahabat sahabat nya itu. Sedangkan sahabat sahabat nya itu sibuk menutupi muka nya, karna mereka sangat malu dengan tingkah ajaib bin tidak tahu malu Carissa.
"Laut terdekat dimana sih?" Tanya Hana.
"Ancol, sis." Jawab Rosa.
"Itu pantai, tablo!" Kesal Hana sambil menoyor pelan kepala Rosa.
"Kalem brader! Carissa lo lempar ke ancol juga mati bos!" Jawab Rosa, lagi. Sambil memakan snack yang ia bawa dari rumah.
"Makin makin dah sifat tablo lo!" Rosa memang tidak pernah santai saat berbicara dengan Rosa.
Sedangkan Alin dan Carissa menahan tawa dengan sikap Hana yang sedari tadi menahan diri agar tidak membunuh Rosa.
"Diem diem bae lo, lin! naber ya lo?" Ucap Carissa sedikit keras, hingga beberapa siswa siswi menoleh ke arah Carissa dan sahabat sahabat nya.
Alin langsung menutup mulut Carissa, dan tersenyum kepada siswa siswi yang menengok ke arah nya.
"Mulut nya bisa gak, gak usah keras keras kalo ngomong?!" Tanya Alin sedikit geram.
Carissa hanya mengangguk. Hana dan Rosa lagi dan lagi menutup wajah nya. "Lo gak ada niatan bunuh Carissa, Lin?" Tanya Rosa.
"Coming soon, nanti malem kalo ada babi dateng, jangan tanya itu ulah siapa. Karna itu ulah gue!" Kesal Alin dan melihat Carissa dengan sinis.
Carissa langsung memeluk tubuh Alin, dan ia membisikan sesuatu. Alin langsung memeluk kembali tubuh Carissa, entah apa yang dibisikan Carissa, hingga membuat senyum Alin merekah.
Rosa dan Hana pun saling menatap satu sama lain. "Mereka kenapa ya, Ros?" Tanya Hana kepada Rosa, dan Rosa hanya menggelengkan kepala nya. Hana salah sarver untuk bertanya.
***
Semua peserta MOS di kumpulkan di ruang rapat, karna ada pemberitahuan dari kepala sekolah.
Saat sedang fokus mendengarkan pemberitahuan dari kepala sekolah, Carissa salfok dengan laki laki yang duduk nomer tiga kedepan dari Carissa.
"Subhanallah, ganteng sekali akhi itu!" Gumam Carissa.
Hana dan Alin langsung menatap ke arah Carissa, apakah Carissa kesambet atau tidak. "Heh! kenapa lo?!" Tanya Hana sambil menepuk pundak Carissa.
"Ada laki laki tampan!" Jawab Carissa yang masih memandangi laki laki itu.
Hana dan Alin langsung mengikuti arah pandangan Carissa, Hana dan Alin terkejut dengan laki laki yang sedang di pandang Carissa. Boleh juga pilihan Carissa.
"Sebelum pulang, gue mau nanya nama nya!" Tekad Carissa.
***
YAAA PUNTEN, JANGAN LUPA VOTE DAN COMMENT NYA YA GES!
19 januari 2020
CZYTASZ
Carissa
Dla nastolatkówJika kedua insan yang saling menyukai dan saling gengsi untuk menyatakan duluan, bagaimana cara menyatukan kedua insan itu? Carrisa Roman, cewek yang memiliki sifat dan sikap seperti anak kecil dan selalu menjaili orang yang sangat dekat denganya. A...
