BAROROH

55 2 0
                                        

Suatu sore aku dan beberapa temanku sesama jin sedang duduk bertengger di atas rumah. Dari kejauhan aku melihat seorang perempuan sedang berjalan menuju rumah yang sedang aku dan teman-temanku tempati ini. Aku dan teman-temanku saling memandang satu sama lain dan saling melempar senyuman. Aril yang duduk bersebelahan denganku tanpa berpikir panjang berseru pada Amin (Jin yang mengikuti perempuan itu), "Hei, siapa nama manusia yang sedang bersamamu itu, mau apa dia ke sini?" Amin menjawab, "Namanya Baroroh, dia sedang kesusahan karena dia merasa suaminya sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain."

Aku dan teman-temanku pun saling memandang satu sama lain kembali, lantas kami turun dari atas rumah dengan cepat. "Bilang pada Ari agar siap-siap karena akan ada tamu, katakan padanya bahwa tamu itu bernama Baroroh dan dia sedang kesusahan karena dia merasa suaminya sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain" pintaku pada Aril.

Ari, teman kami dari golongan manusia yang ternyata sudah siap menjamu tamu sedari tadi lekas mempersilahkan Baroroh untuk masuk menemuinya. Aku dan beberapa temanku pun ikut duduk-duduk mendengarkan pembicaraan mereka. Tak lupa Ari menyuguhkan segelas minuman pada Baroroh agar hatinya tenang. Seperti biasanya, Ari selalu menebak keperluan tamunya dengan tepat sebelum tamunya itu mengutarakannya. Itu yang membuat tamu-tamu Ari yakin bahwa Ari adalah jalan keluar yang tepat.

Perlahan wanita berparas cantik bernama Baroroh itu mulai menceritakan permasalahannya dan Ari mendengarkannya dengan saksama. Ari memberikan saran, mencoba mengurai mengapa permasalahan itu bisa terjadi dan tak lupa Ari memberikan beberapa syarat bagi Baroroh untuk menyelesaikan permasalahan yang dialaminya itu.

Ari, teman baikku itu sungguh lihai sekali dalam menenangkan kegelisahan hati seseorang. Perkataannya licin. Dan sore itu juga Baroroh pulang ke rumahnya dengan membawa segudang harapan bahwa suaminya akan lekas kembali ke pelukannya seorang.

Tapi tak seperti dugaanku. Perempuan bergaun hitam itu ternyata tidak hanya datang sekali dalam seharian ini. Dia sudah datang 3 kali. Selepas isya dan tengah malam dia datang lagi. Tampaknya dia sangat gundah dengan permasalahannya. Esoknya dia datang lagi; lusa; lalu hampir-hampir setiap hari.

Aku suka sekali tamu yang satu ini. Aku rasa dia adalah orang yang cocok untuk menjadi temanku dari golongan manusia seperti halnya Ari.

***

Hari sudah berlalu agak lama dan Baroroh masih terus datang menemui Ari untuk meminta pertolongan agar suami yang dicintainya itu kembali ke pelukannya. Aku pikir inilah waktunya. Ari dan Baroroh sedang dalam pembicaraan yang serius, Aku menyela keriuhan pembicaraan teman-temanku dan menyuruh mereka untuk diam, karena sedari tadi mereka terus saja membisiki Baroroh tanpa henti. Aku percaya Ari dapat membujuk Baroroh seorang diri untuk saat ini. Dan benar dugaanku bahwa Ari dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Ari mengatakan pada Baroroh untuk mengabaikan suaminya karena suaminya tampaknya sudah tak ada harapan untuk disembuhkan dari jeratan wanita lain, dan Ari mengatakan pula bahwa Baroroh mempunyai kemampuan semenjak dalam kandungan, dia di anugerahi oleh Allah, ruh Al-Fatihah dan dengan kemampuan itu hendaknya Baroroh menolong orang lain. Semoga perbuatan baik Baroroh itu menjadi jalan baginya untuk mendapatkan pertolongan Allah. Lebih baik Baroroh menggunakan waktunya dengan membantu orang lain daripada terpaku pada suaminya.

Rona wajah Baroroh memudar bersamaan dengan berakhirnya ucapan Ari. Baroroh tampaknya tak percaya dengan perkataannya karena Baroroh harus menunggu waktu dengan lama lagi agar suaminya kembali ke pelukannya seorang.

***

Sejak waktu itu Baroroh sudah jarang datang ke rumah Ari. Ia hanya datang pada beberapa waktu saja pada hari Jum'at, karena Ari dan Baroroh mempunyai janji pada hari Jum'at.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 16, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

BAROROHWhere stories live. Discover now