Ceklek.......ceklek....... ceklek kayuhan becak ditengah sisa rintik hujan setelah derasnya mengguyur kotaku immm
Kuhirup nafas dalam tinggal neberapa meter setelah tikungan sampailah aku Pada rumah yang telah sekian lama aku tinggalkan.
Huuuft berapa tahun yang lalu kutinggalkan kita tercinta keluarga tersayang dan Rumah ternyaman aku ini.
"Sampun dugi den Ayu " suara tukang becak membangunkan lamunanku.
"Ach..... Iya, enggeh. Maturnuwun" sahutku lalu turun dan membayarkan ongkos becak
Kudekati gerbang kayu yang terlihat masih kokoh itu dengan sejuta Rasa tercampur aduk.
Kutarik napas dalam Dan panjang hawa sejuk sisa hujan begitu menyegarkan paruku, namun tidak rasaku.
Kuberdiri sambil kutatap pintu gerbang kayu yang masih kokoh itu.
Dan sejenak memori itu kembali mengusikku.
Flashback
Banyu Biru telah didepan pintu gerbang rumahku dengan sepeda motor bebel kesayangan nya. Seperti boasa dia menjemputku sekolah.
Tiiin.... Tiiiin
"langit biru menjadi satu... " teriak Biru depan pagar rumah itu.
Seorang gadis cantik dengan seragam putih abu-abu berlari dari dalam sambil teriak "berangkat buk.... Mbah... "
"mesti telat bangun dan sarapan belum selesai" sambutan biru ke gadis itu, dan gadis itu hanya mencebikkan bibirnya " ya wes kalo g mau ninggu sana berangkay sendiri" sambil berkata gadis itu mendekati Biru cowok yg menjemputnya
"whelhadalah yaw rugi dong kalo g aku jemput nanti disambar orang bisa ancur hati kangmas sayang"
"halah gombal"
Segerombolan anak seragam sama melintas dan meneriaki mereka lalu merekapun berangkat dengan gadis itu nai keboncengan cowok tadi dengan senyum sumringah di wajah mereka.
Sateeee...... Krincing2 (suara tukang sate menyadarkan lamunanku)
Flashback off
Kucoba dorong pintu gerbang kayu itu yang biasa tidak terkunci sebelum malam.
Suara klintingan pun masih terdengar sama ditelingaku Ketika pintu gerbang kayu itu terbuka.
YOU ARE READING
PULANG
General FictionSudah bertahun tahun kejadian itu terlewat namun masih terasa melekat erat dalam ingatan seperti Baru kemarin kualami. Pulang Satu Kata itu lama kuhapus dalam kamus hidupku.
