Hogwarts Express
06.30 a.m
Hermione Granger
Rasanya untuk kembali ke hogwarts aku sedikit ragu. Setelah melalui masa perang dengan melawan para Death Eaters itu aku merasa sedikit terguncang. Namun, bagiku hogwarts tetaplah rumahku dan mau tidak mau aku harus tetap kembali kesana melanjutkan pendidikanku.
Aku memasuki platform 9 3/4 dan menembusnya dengan cepat, aku langsung berlari menuju kereta dan memasuki barang-barangku lalu masuk ke dalam kereta dengan terburu-buru karena ku tahu aku hampir terlambat. Sesampainya di dalam kereta dengan masih terengah-engah karena habis berlarian, aku melihat sekeliling apakah ada kursi yang masih kosong. Aku masih kebingungan mencari kursi yang kosong, tiba-tiba ada yang memanggilku.
"Hei Granger!! Kemarilah duduk bersama kami." ujar seorang berambut pirang itu.
Aku terkejut dan tak percaya dia memanggilku seperti itu bahkan dia mengajakku untuk duduk bersama. Ya, dia Draco Malfoy. Si Pure-blood itu ingin duduk dengan seorang Mud-blood sepertiku? Haha, ini kejadian langka! Kupikir lebih baik aku diam saja.
"Hei kemarilah! Jangan khawatir, aku tidak akan mengigitmu." ujar Malfoy sembari berjalan mendekatiku.
Malfoy menggenggam tanganku lalu menariknya dengan lembut. Belum dua langkah ku berjalan, aku kembali dikejutkan untuk kedua kalinya karena ada yang menarikku juga dan memberiku tempat untuk duduk, dia Harry. Aku yang hanya bisa terbujur kaku dan memikirkan apa yang baru saja terjadi.
"Diam kau Malfoy!" teriak Harry.
Harry pun kembali ke tempat duduknya.
Setelah perang itu, mungkin kami 'Golden Trio' merasa sedikit ilfeel pada Malfoy karena dia pernah menjadi seorang Death Eaters. Meskipun dia tidak sepenuhnya setia pada Voldemort sehingga Harry meringankan hukumannya, sedangkan para Death Eaters lain mendekam di penjara Azkaban seumur hidup. Seharusnya dia lebih bersyukur karena kebaikan Harry daripada dia menghabiskan sisa hidupnya di penjara jahanam itu.
Hening sejenak. Lalu Harry bertanya tentang apa yang baru saja terjadi.
"Mengapa dia terlihat sangat aneh?" tanya Harry.
"Siapa?" tanya Ron.
"Malfoy." singkatku.
"Memangnya ada apa tadi?" tanya Ron penasaran.
"Hanya sepele, dia hanya mengajak Mione untuk duduk bersama. Tapi, ini sangat tidak biasa. Kau tahu? Aku memerhatikannya sejak akhir tahun kemarin, dia memang menjadi lebih sering memerhatikan Mione." jelas Harry.
"Hei! Itu bukan hal sepele, tapi ya sudahlah mungkin dia hanya iseng mengerjai Mione karena mau sampai kapan pun juga Malfoy adalah Malfoy yang selalu menyebalkan." ucap Ron menyudahi pembicaraan.
"Ya, tapi ini merisihkan." singkatku.
Mengapa merisihkan? Ya, benar kata Harry. Malfoy sudah seperti ini sejak akhir tahun ke delapan. Akhir-akhir ini memang kami agak lebih sering saling berbincang sedangkan kami dikenal sebagai musuh bebuyutan saat dahulu. Benar-benar setelah perang itu dia berubah. Tapi menurutku jika seseorang menunjukkan kebahagiaannya itu adalah orang yang sedang bersedih. Dia menutupi kesedihannya dengan berpura-pura untuk menjadi menyenangkan. Entahlah, mungkin nanti akan terlihat sendirinya dan kita tidak tahu apa yang ada di pikirannya.
•••
Gimana guys? Agak aneh sih tapi aku emang author gabener yang bakal draft-publish-draft lagi-revisi-di draft lama bener-sampe akhirnya gajadi publish-trus ganti cerita.
Ya itulah aku.
Yaudah maafkan ya, kali ini gaakan. Palingan draft bentar terus langsung publish.
Buat prolog, ini kepanjangan ga sih? Tapi emang suka yang panjang-panjang aku mah :))
Atau malah kependekan?? Gapapa ya biasanya prolog ini cuman basa-basi-busuk.
Liat abis ini, pasti panjang bgt. Ya walaupun ga sepanjang author professional ya :))
VOMENT!!
Salam potterhead dan dramione shipper!!
-arsirankata
YOU ARE READING
Stuck with You
Fanfiction[𝗗𝗥𝗔𝗠𝗜𝗢𝗡𝗘] [𝗢𝗡 𝗣𝗥𝗢𝗖𝗘𝗦𝗦|𝗦𝗟𝗢𝗪 𝗨𝗣] 𝗠𝗮𝗹𝗳𝗼𝘆 𝖲𝖾𝗃𝗎𝗃𝗎𝗋𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝖺 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗁𝖺𝗅 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗄𝗎 𝗌𝖾𝗆𝖻𝗎𝗇𝗒𝗂𝗄𝖺𝗇, 𝗌𝖾𝗆𝖾𝗇𝗃𝖺𝗄 𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗶𝘁𝘂 𝗒𝖺𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝖺𝗍𝗄𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗄𝖺...
