01 (Kembali ke Kota)

10 1 0
                                        

***

Hari ini adalah hari yang sangat melegakan bagiku dan Eld, dimana hari ini adalah hari dimana kami bisa kembali pada kota dimana kami menimba ilmu, yang sudah beberapa bulan kami tinggalkan karena sebuah kegiatan dari kampus. 

Seperti biasa, aku dan Eld selalu kembali ke Coaliaga menggunakan kereta api, karena di tempat kami lah transportasi yang sangat memahami kantong pelajar adalah kereta api. Selain itu, didalam kereta kami bisa menikmati keindahan negeri ini sembari melepas semua penat dan beban pikiran yang telah mampir ke pikiran kami dalam beberapa bulan terakhir. 

Namun, aku merasa ada yang aneh dengan hari ini. Selama aku masih berada di provinsi Fenderweisse semua masih terlihat baik-baik saja, namun aku mulai mnyadari ada yang berbeda saat kereta kami telah memasuki wilayah metropolitan Coaliaga. Aku masih belum menyadari betul apa yang aneh pada hari ini, tapi perasaan itu terus saja membuatku berpikir keras tentang hari ini. Hal itu kulakukan dengan melihat keluar jendela kereta, dan sesekali aku menengok seisi gerbong kereta.

Perasaan yang sama masih ada di pikiran ku dan Eld, suasana yang sunyi tak seperti biasanya. Aku menengok keluar jendela kereta sembari memandangi jalanan kota yang Nampak tak seperti biasanya. Penumpang dalam kereta juga tak banyak bercengkrama seperti biasanya, hanya termenung menatap ke arah bawah dengan wajah yang datar tak berekspresi.

"Sesaat lagi kita akan memasuki Stasiun Coaliaga, harap menunggu kereta berhenti untuk turun" Suara announcer yang memberitahuku untuk bersiap karena aku akan turun di Coaliaga.

Keretaku berhenti, aku pun turun dari kereta disambut gerimis kecil yang mungkin sudah berlangsung selama beberapa jam, yang membuat peron kereta sedikit becek.

Aku berjalan perlahan menuju pintu keluar, sembari melihat sekitarku yang sangat berbeda jauh dari apa yang kulihat beberapa bulan lalu. Aku terus berjalan hingga keluar area Stasiun dan bergegas untuk mencari taksi menuju apartemenku.

Aku menemukan sebuah Taksi yang berada tak jauh dari Stasiun, tak berpikir panjang aku pun segera memasuki taksi itu sebelum ada orang lain yang mendahuluiku.

"Aaprtement Renent's pak, masuk ke lobby."

Tanpa mengucapkan sepatah kata sopir ini langsung berjalan seakan ia sudah tahu pasti tempat yang tertuju.

"Baiklah kalau begitu." Gumamku pelan

Didalam taksi aku hanya melihat kearah luar jendela, seakan ada seasuatu yang aneh dari apa yang ada di kota ini. Aku tak yakin semua bisa berubah hanya dalam waktu beberapa bulan saja. Yap, aku pergi dari sini 5 bulan lalu, saat itu aku harus keluar kota untuk penelitian kuliahku di kota Soltzburg, sekitar 7 jam perjalanan kereta, atau 2 jam perjalanan pesawat.

Aku masih sangat ingat betapa ramainya Coaliaga sebelum aku penelitian di Soltzburg. Bagaimana tidak, kota ini adalah pusat dari pendidikan yang ada di Kerajaan Vebeabotu. Hampir tujuh puluh persen mahasiswa yang ada di negaraku menamatkan kuliah di kota ini, kota yang terkenal karena keindahan dan kemajuan pendidikannya.

Namun kali ini sangat berbeda sekali, hal itu sudah kurasakan saat di dalam kereta dimana penumpang dalam kereta pun tak seperti biasanya. Setibaku disini juga seakan memperlihatkan hal yang sama. Jalanan sepi, toko toko seakan tak berpelanggan, orang-orang yang berjalan di pedestrianpun juga terlihat sangat aneh.

"Tunggu dulu, bukan nya jalan ini bukan jalan menuju rumahku?"

Aku berkata dalam hati, ketika aku menyadari bahwa saat ini aku berada di jalan yang salah. Aku bingung, ketika aku mengingat bahwa sopir taksi ini tak mengatakan sepatah kata-pun dan saat iku kukira ia paham rute nya. Tapi kenapa malah dilewatin kesini sih?

"Mau apa kau datang kesini?"

Sontak aku terkejut, satu kalimat yag terlontar darin supir taksi yang kunaiki seakan menganggap aku punya misi khusus hingga bisa datang ke kota ini.

"Aku tinggal disini paman, lima bulan lalu aku pergi ke kota Soltzburg untuk penelitian kuliah. Aku mahasiswa semester akhir di Universiti Terbuka Kerajaan"

Akupun menjelaskan apa yang aku lakukan pada suir taksi, namun yang membuatku bingung adalah ia tak merespons sepatah katapun dari perkataanku tadi. Sejenak keadaan dalam taksi kembali sunyi, hanya terdengar suara gemuruh masin dan ban yang berjalan diatas aspal.

Aku membuka Handphone ku, sekedar melihat media social dan mungkin membalas chat kawanku jika ada.

Tiba-tiba aku melihat sebuah notifikasi di handphone ku. Terlihat sebuah pesan dari Eldwern, lantas saja kubuka pesan nya, namun sejenak jantungku berdebar saat membaca pesan nya.

"Jo, kita berada pada kereta yang sama, kita juga turun di tempat yang sama. Apakah kamu belum menyadarinya? SEGERA KELUAR DARI TAKSI DAN BERLARI MENUJU ARAH SEBALIKNYA! Taksiku ada di belakangmu, kita lari bersama,, SEKARANG!"

Bagaimana aku tak terkejut, aku belum paham dengan apa yang dimaksud Eld, namun kurasa ia sangat serius, aku pun menoleh kearah supir taksiku untuk memberhentikanku sekarang. Tapi,,

"ASTAGAAAAA!!!!"

***

CoaliagaWhere stories live. Discover now