Pernah ga sih ngerasain yang namanya kesel,sedih jadi satu gitu.
Pengen marah tapi ga tau mau melampiaskan nya seperti apa.
Ingin menangis tapi ngga mau bikin seseorang terdekat kita ikut ngerasain apa yang kita rasa.
Jadi bingung kan jadinya .
Aku seorang gadis yang biasa - biasa
saja,ga ada sepesialnya sama sekali sih ,kayanya.
Namaku Revandina Raenanda,
Panggilannya Rere.
Siswi kelas 11 SMU Cempaka putih,
Berkulit putih Langsat,berpipi chubby
Dan sedikit jerawat di pipi kanan dan kirinya.
Tingginya 159cm berat badannya 49kg.
Aku seorang gadis yang nggak populer sama sekali di sekolah, aku pun hanya dikenal oleh teman-teman kelasku.
Aku selalu membawa bekal makan siangku ,karena apa? ..karena aku terlalu mager buat keluar kelas buat membeli makan di kantin sekolah atau sekedar nongki-nongki di kantin saat istirahat .
Bukan mager si alasan sebenarnya.
Hanya saja aku merasa malu kalau mau membeli makan di kantin saat istirahat.
Pasti banyak yang aneh dengan pernyataan ku yang satu ini rata-rata netijen banyak yang bilang gini:
"Kenapa harus malu sih kamu beli juga pake duwit lu sendiri "gitu kan ya.
Aku malu kalau harus dilihat banyak orang-orang yang tidak aku kenal.kalau di kantin sekolah ku biasanya anak-anak populer akan duduk di bangku bangku kantinn di tengah -tengah kantin itu biasanya geng kakel atau cewek-cewek cantik dan eksis, atau pojok kantin itu biasanya cowok-cowok yang sedikit berandal .
Di kantin kan banyak orang" yang tidak aku kenal ,nah maka dari itu aku memutuskan untuk membawa bekal sendiri.
Hari ini aku membawa bekal nasi kuning serta lauk pauknya.
Bukan aku atau ibuku yang memasak tapi beli di warung dekat rumah ku sebelum berangkat ke sekolah tadi pagi.
Ibuku memang jarang memasak kalo pagi-pagi begini.
Selesai menghabiskan bekal ku .aku membuang bungkus nasi kuning tadi ke kotak sampah yang berada di depan kelas.
Saat hendak melewati pintu kelas tiba-tiba ada yang mendorong ku dari belakang dan aku langsung tersungkur tepan didepan pintu kelas .
Saat ku tolehkan kepalaku ke belakang ternyata Dimas ,temanku sejak taman kanak-kanak yang telah mendorong ku dengan sengaja.
Memang sih dia itu orang nya jail,super jail malah tapi jailnya Dimas ini suka kelewatan .
"Heh kalo jalan tuh cepetan ,galiat gue mau lewat" kata Dimas masih berdiri di tengah-tengah pintu sambil melihat ku yang tersungkur di lantai.
Aku pun buru-buru bangkit dan langsung membuang sampah tadi.
"Yang ada lo! kalo jalan tuh pake mata bisa ga sih!" Kataku sambil menunjuk kearah nya.
Dimas hanya memutar bola matanya kemudian memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana dan berlalu begitu saja tanpa mengindahkan kan kata-kata ku.
"HEH! " teriakku nyaring
"HEH!DIMAS "teriakku kedua kalinya dan dia tetap berjalan dan sekarang malah memasang earphone di telinganya .
Benar-benar ya pikirku,ambil mengatur emosi ku.
"Hufttt bikin darting aja si tuh anak"
Kataku lalu berjalan menuju kelas.
