Prolog

10 3 2
                                        


"Hello Shin, lama banget kita ga ketemu. Giamana kabar? Baik semuanya?."

"Aku baik semuanya juga baik, kamu juga kabarnya gimana Rah?."

"Aku juga baik, belum lama ini kudengar kamu baru pindah ke sini?."

"Ayahnya Putri lagi ada kerjaan di kota ini, kemarin. Baru kemarin kami mengurusinya."

"Ah begitu, bagaimana keadaan Putri?."

"Dia baik, sejauh ini kesehatan nya lebih membaik."

"Syukurlah kalau begitu, terkahir kali aku mendengarnya dia dilarikan ke rumah sakit. Tepat sekali hari ulangtahun bagas jadi aku tidak bisa menjenguknya."

"Tidak apa-apa, tidak usah permasalahkan itu. Ah, hampir lupa! Aku berencana untuk memasuki Putri di sekolah yang sama dengan Bagas, bagaimana menurut mu?."

"Aku pikir itu ide yang bagus, lebih baik lagi kalau mereka bisa mengenal satu sama lain. Terakhir kali mereka bertemu saat berusia 3 bulan, jadi ketika sudah saatnya kita bisa saling menjadi besan."

"Hahaha, baik itu baik."

"Aku menganal beberapa guru di sana, kau bisa meminta bantuanku nanti."

"Terimakasih, memang kau sangat bisa di andalkan."

"Sama sama, bukan nya memang dari dulu pun aku begitu."

Iya benar, Sarah dan Shinta sudah berteman sejak lama. Mereka bahkan bersahabat dengan baik, mereka mengenal satu sama lain sejak SMA. Sejak saat itu mereka selalu bersama bahkan jurusan dan Universitas pun mereka sama, mereka cantik makan nya saat SMA dan Univ mereka selalu jadi primadona.

Sayangnya setelah menikah dan mempunyai anak mereka harus berpisah karena beberapa alasan, suami mereka bekerja di bidang yang berbeda dan selalu bertugas di berbeda kota yang mengharuskan nya ikut dan berpindah-pindah. Tapi tiba tiba Ayah bagas di tetapkan untuk bekerja di Jakarta jadi Sarah dan Bagas pun ikut pindah ke sana, selang dua tahun Sarah mendapat kabar bahwa suami nya Shinta pun di tugaskan ke Jakarta jadilah pertemuan mereka setelah mereka sama-sama menetap di Jakarta.


🍀~~BEBERAPA MINGGU KEMUDIAN~~🍀


BRUKK..

"Ngga punya mata lo ya?."

"Ah maaf kak, aku lupa tidak memakai kacamata. Tadi aku taruh di tas."

"Udah culun, pake nabrak segala lagi."

"Ma-maaf kak, aku tidak sengaja."

"Minggir! Gara-gara lo gw udah telat semenit buat masuk kelas."

"I-iya kak.."

'Perkara lupa tidak pakai kacamata lagi. begini kan akibatnya' Batinnya.

Chelsea Praditya nama yang bagus tapi sayang tidak sebagus realitanya, berkacamata dan bertubuh pendek. Ia sering menjadi bahan bully-an Bagas dan teman-teman nya, terkahir kali ia di siram minuman yang di suruh salah satu teman nya karena ia telat mengantarnya beberapa detik.

Ia tidak melawan jika menurutnya memang masih di ambang batas kewajarana tapi jika sudah kelewat batas ia akan sangat murka sekali, dia tidak suka sekali jika Bagas dan kelompoknya sudah membecirakan yang tidak-tidak tentang kedua orangtuanya.

Bagas Promodhito memang ada keturunan Jawa karena Ibu nya, anak yang pintar tapi tidak dengan kelakuan nya. Kelakuan nya yang suka membully anak lain, membual dengan perkataan yang tidak sopan, berkata yang tidak seharusnya pada guru, sering bertengkar dengan teman-teman nya, tentu orangtuanya tahu akan hal itu karena mereka sering sekali di panggil ke sekolah karena perbuatan nya. Sampai mereka harus memohon agar anak nya tidak di keluarkan dari sekolah, tapi dengan sifatnya yang seperti itu iya tidak pernah sekalipun berencana untuk membolos kelas.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 17, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

B A G A SStories to obsess over. Discover now