awal

11 2 0
                                        

Ting nong

Ting nong

Tok tok tok

" Syahla,bisa kah aku meminta tolong untuk melihat siapa yang bertamu " ucap Sadam kepada istri nya yang sedang membereskan tata letak sofa.

Sedangkan Sadam sedang memasang lampu kamar mandi.

" Baik mas "

Syahla menuju arah pintu.

Ceklek

Seseorang bernafas lega.

" Assalamu'alaikum mba "

" Wa'alaikumussalam masyaallah Syahida kenapa gak bilang kalau mau kesini " syahla kaget,ternyata yang bertamu sepagi ini adalah Syahida.

Adik perempuannya.

Syahida tersenyum.

" Mba boleh aku minta tolong " ujar Syahida to the point.

" Kamu mau minta tolong apa Syahida,ayo masuk dulu,kita ngobrol nya sambil duduk" ajak syahla

Syahida menggeleng.

" Tidak mba,aku sedang buru buru,aku hanya ingin menitipkan shaima sebentar mba,aku sedang ingin mengurus sesuatu" ujar Syahida .

Syahla melihat ke arah stroller dan tas yang di bawa adiknya.

" Kamu mau kemana?" Tanya syahla menyelidik.

Syahida tersenyum.

" Mba tolong ya,aku nitip shaima sebentar,tidak lama kok" mohon Syahida.

Syahla mengangguk,Syahida pun mendorong stroller anaknya masuk ke dalam rumah syahla,dan menaruh tas perlengkapan anaknya di atas sofa.

"Kalau begitu aku pamit ya mba, assalamu'alaikum" ujar Syahida,ia pun langsung terburu buru masuk ke dalam mobilnya.

Lalu pergi meninggalkan perkarangan rumah syahla.

"Wa'alaikumussalam" syahla menggeleng pelan,melihat kelakuan adiknya.

Setelah beres memasang lampu kamar mandi,Sadam menghampiri istri nya.

Di lihatnya syahla sedang duduk di sofa sambil mengayun ayunkan stroller bayi.

'stroller bayi?' batin Sadam

"Syahla,itu siapa?" Tanya Sadam menghampiri.

Syahla tersenyum.

" Shaima,mas"

Sadam tersenyum senang.

Menghampiri stroller bayi yang sedang di ayunkan istri nya,dan melihat pemilik nya yang sedang tertidur pulas dengan cantiknya.

"Masyaallah cantiknya uncle,pagi-pagi sudah wangi" ujar Sadam sambil menciumi pipi shaima.

Syahla tersenyum lirih.

Jika melihat Sadam yang sangat senang dengan ada nya shaima,syahla merasa bersalah.

Karna belum bisa memberikan keturunan pada Sadam.

Sadam melihat ke arah syahla,dan tersenyum lembut.

"Gak apa apa syahla,Allah pasti tau yang terbaik untuk hamba nya,kamu tak akan tergantikan sekalipun" ujar Sadam mengusap lembut kepala syahla.

"Terimakasih mas" ujar syahla lirih.

Sadam mengangguk.

"Ya sudah kamu bawa shaima ke kamar ya,bawa shaima tidur di kasur,kasian kalau terus terusan tidur di stroller"

"Tapi mas,aku belum selesai rapihin ini,mas aja yang bawa shaima ke kamar"

Sadam tersenyum lembut.

"Habibati,tolong dengerin perintah mas ya,mas mampu menyelesaikan semua nya"ucap Sadam sambil menatap lembut pada syahla.

Syahla mengangguk.

"Aku dan shaima ke kamar dulu ya mas" pamit syahla.

Sadam mengangguk.

Syahla mendorong stroller shaima menuju kamarnya.

Setelah syahla pergi menuju kamar,kini Sadam memulai tugasnya untuk merapihkan semua tugas syahla.

• • • • • •

Malam hari-nya

Ceklek

" Syahla,apa shaima sudah berhenti menangis?"

Tanya Sadam,mendekati istri nya yang sedang duduk di tepi ranjang,sambil menepuk nepuk shaima.

Syahla menoleh.

"Sudah mas, Alhamdulillah" ucap syahla tersenyum lembut.

Sadam ikut tersenyum.

"Apa ada kabar dari Syahida mas?" Tanya syahla untuk sekian kali nya.

Sadam menggeleng.

"Biarlah syahla,jika Syahida masih ada yang di urus,biar kan shaima menginap di sini" ujar Sadam lembut.

"Kamu lelah ya?,sini gantian,kamu istirahat saja" ujar Sadam,ia mengambil alih menggendong shaima.

"Makasih mas,tapi mas juga harus istirahat,besok hari Senin"syahla mengingatkan.

Sadam mengangguk.

"Kenapa jam segini juga belum ada kabar ya?" Tanya syahla bingung.

"Syahla apa kamu keberatan?"

Syahla menggeleng.

"Tidak mas,cuman ada yang aneh" ujar syahla dengan ekspresi bingung.

( S ) ShaimaMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon