Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

you

1.3K 108 20
                                        


Hari ini, Adalah hari yang paling ditunggu semua orang yang merayakannya. Ya hari natal. Semua orang berkumpul dirumah mereka masing masing dengan keluarga terdekat mereka, makan bersama,bertukar kado, atau bahkan melakukan hal hal yang tidak di duga sebelumnya.

Hari ini Ten memakai sweater berwarna coklat terang dan celana bahan berwarna coklat lebih gelap. Rambut hitamnya di biarkan jatuh yang membuat alisnya sedikit tertutupi. Senyum nya tak luntur sejak pagi ia bangun tidur, sekarang dia sedang menyalakan lampu pohon natal yang tersusun rapih di sudut ruangan tengahnya. Sesekali bersenandung, lalu dia tersenyum puas setelah berhasil menyalakannya.

"The last thing..Christmas tree, done" lalu dia melangkah kan kakinya di sela sela susunan kado di depan pohon itu.

Dia tersenyum puas melihat rumahnya yang dihias sedemikian rupa oleh dirinya sendiri. Ya sendiri, Ten melihat susunan bingkai foto yang tersusun rapih di ruang itu. Lalu kembali tersenyum dan tertawa geli atas apa yang dia lakukan, jarang sekali Ten terlihat sedikit tenang seperti ini.

"What is wrong with you Ten, god help me.." Ten bermonolog sambil berlari kecil dan beralih ke dapur. Fun fact Ten tidak bisa memasak, satu satunya yang bisa memasak di rumah ini adalah Johnny.

Dan Johnny adalah seorang journalist, Multitalent. He said... sedangkan Ten adalah pemilik academy dance. Johnny pulang telat hari ini, jadi dia bisa membuat surprise untuk suami tinggi nya itu.

Dia mendengar suara dentingan oven, lalu segera mengeluarkan cookies yang dia buat 40 menit yang lalu. Lalu memindahkannya ke piring dan membawanya ke ruang tengah.

"Bravo Ten Seo" Ten Menepuk tangannya sendiri menandakan bahwa dia sangat bangga dengan dirinya sendiri. Tersenyum kegirangan, Tak lama setelahnya dia mendengar suara yang familiar. Suara Johnny.

"Ten!! Baby im home!!" Ten terlonjak dari tempat dia berdiri lalu berlari dengan dadanya yang berdegup kencang, menghampiri asal suara itu. Hatinya menghangat melihat Johnny yang tersenyum di ambang pintu dengan butiran salju di kepalanya. Johnny membuka tangannya lebar sambil tertawa.

"Johnny!!! Akhirnya kau pulang" Ten melompat ke pelukan Johnny. Johnny menangkap lelaki yang berlari kearahnya dengan raut wajah kegirangan lalu menggendongnya mesra sambil mempertemukan hidung mereka, tersenyum cerah. Mereka terkikik sambil Johnny membawa diri mereka ke Under The Mistletoe.

Jantung mereka sama sama berdegup kencang. Johnny menjauhkan pandangannya melihat sekeliling rumahnya yang terlihat dari spot ini, "Babe, jangan bilang kau menghias ini sendiri?" Johnny memundurkan wajahnya sambil menatap Ten yang gugup.

"Uhm..if its a yes lalu apa?" Ten menjawab jahil.

"Ten i love you so much.." Johnny tersenyum sambil mencium hidung Ten.

"You dont kiss me? Even Under The Mistletoe?" Ten cemberut sambil menatap Johnny memelas. Johnny sebenarnya ingin melahap Ten sekarang juga, tapi jiwa jahilnya ingin menggoda suami kecilnya ini.

Tersenyum aneh "You want it that bad huh?" Johnny menatap Ten.

"Yes please? Mr.Youngho.." Pipi Ten memerah yang membuat Johnny semakin gemas. Johnny mencium pipi Ten cepat

"Ok Then, i will give it to you" Johnny menurunkan Ten dari gendongannya membiarkan Ten berdiri dengan kakinya sendiri. Tersenyum, Johnny mengelus pipi Ten, mendekatkan mukanya ke muka Ten.

Semakin mendekat, degupan jantung mereka semakin terdengar. Ten sudah malu setengah mati dan menutup matanya.

"Merry Christmas, Mrs.Seo" Lalu Johnny mengecup bibir Ten halus, mengecupnya lama penuh kasih sayang. Ten kembali memeluk pinggang Johnny, membuat mereka semakin dekat. Tersenyum diantara kegiatan mereka.

Johnny yang menyadari bahwa mereka masih di ambang pintu. Melepas kegiatan mereka lalu menatap Ten yang pipinya merah dan mata yang entah kenapa sangat berbinar. "You look so cute" Kata Johnny sambil menggigit bibir bawahnya, bermaksud menggoda Ten. Yang menurut Ten sedikit menjijikan tetapi dia tetap saja tersipu.

Ten berlari ke ruang tengah, setelah merasa ribuan kupu kupu terbang di perutnya. "Hey cutie, Tunggu aku!" Johnny berlari dramatis ke ruang tengah, Lalu melihat Ten yang mendekati pohon natal.

Dan mengambil sebuah kado disana. Setelahnya Ten duduk di bawah pohon natal lalu mengisyaratkan Johnny untuk duduk di hadapannya. Johnny hanya menuruti Ten karena jujur dia penasaran sekarang. Apa yang sedang Ten akan lakukan sungguh.

Apa dia akan melanjutkan sekolah akademi dance nya? Ten sudah sangat dering mengatakan itu tetapi Ten selalu berkata tidak kepada dirinya sendiri entah kenapa. Dia curiga Ten memang terlihat tenang hari ini, biasanya dia akan terus berceloteh dan melakukan hal hal konyol.

"John.." Kata Ten sambil menarik nafas dalam dalam. Dia melihat Johnny yang penasaran yet so handsome at the same time. Yang membuatnya tambah gugup.

"Yes cutie?" Kata Johnny menggoda Ten, Ten hanya mendelik. Sebenarnya dia sangat suka digoda seperti ini oleh Johnny, its almost like a habit even for him.

"Ok, apa ini hm?" Ten memegang tangan Johnny erat. Berusaha menghilangkan kegugupannya. Sedangkan Johnny melihat Ten yang mulai menggigit bibir bawahnya sendiri yang menandakan bahwa. Ten gugup.

"Open it" Ten mengisyaratkan Johnny agar membuka kotak kado di depan nya dan Johnny. Johnny akhirnya beralih membukanya lalu tersenyum gemas, sebelum kotak itu dibuka dia melihat tulisan John im nervous.

Ten hanya berdoa dalam hati. Perasaan campur aduk dirasakan olehnya. Ten melihat Johnny yang ternyata sudah membuka kotak itu. Dan semakin keras gigitan di bawah bibirnya sendiri.

"Ten.."—"Y-you" Lalu Johnny melihat Ten tidak percaya. Dadanya membuncah, lalu dia menitikkan air matanya senang.

Ten yang merasa bersalah memeluk Johnny. Mengelus belakang kepala Johnny lembut. Johnny masih tidak percaya. It feels unreal. Sedangkan Ten merasa sangat senang karena Johnny memberikan reaksi seperti ini, dia tidak menyangka bahwa seorang Johnny Seo akan menangis di depannya.

"Were having a baby arent we?" Kata Johnny sambil menatap Ten. Matanya bengkak dan ia masih menitikkan air matanya.

"Yes, we are John" Ten mengelap air mata Johnny. Tersenyum lembut. Ten melihat test pack yang tergeletak dengan garis dua diatas nya, tanda bahwa Ten positif mengandung anak Johnny.

Ten sendiri kaget saat tadi pagi dia memakainya, bahkan gugup sampai sekarang. Johnny mengangkat Ten ke pangkuannya. Memeluknya erat, Ten yang diperlakukan seperti ini sangat senang tentunya. The warmest Christmas he ever have. Ten menyandarkan kepalanya di bahu lebar Johnny.

Sedangkan Johnny masih melanjutkan acara menangisnya. Johnny menangkup kedua pipi Ten yang sedang mendelus ke lehernya. Mengecup seluruh muka Ten yang membuat Ten kaget lalu tertawa senang.

"Are you happy?" Ten menatap Johnny lekat. "I am very happy Ten, i love you so much" Johnny mengelus perut Ten lembut. Dadanya entah kenapa membuncah sekali lagi. "I love you too, John" Kata Ten yang menikmati apa yang dilakukan Johnny.

"Say it again"— "The 3 words" Kata Johnny sambil menunggu Ten mengatakannya. "Three words?" Lalu Ten tertawa puas melihat reaksi Johnny yang annoyed. Dia juga sangat senang menggoda Johnny. "Ok, i love you Johnny Seo" Kata Ten final yang membuat Johnny kembali mengembangkan senyum penuh kemenangannya.

"Thank you, For your Christmas gift, Ten Seo, Merry christmas honey" Kata Johnny sambil menepikan poni Ten yang memanjang. Sedangkan Ten mengulum bibir nya sendiri. Menahan senyumnya, "Merry Christmas Too, Johnny"




















HIII HAHAHAHA sorry kalo cringe banget :( just gonna leave it here, karena masi christmas vibe~ jadi aku bikin ini deh WKAKAKAKAKAK ((hadeuh)) thank youuu yang udah bacaaa!!! hope u like it! sorry for the bad english and typo SKAKSKS🥰😘

see u again! wuf u! bubye!🕊💘

Mistletoe.Stories to obsess over. Discover now