Naina rasanya ingin menghilang saja dari bumi. Lebih baik ia ngontrak saja di mars dari pada harus tinggal bersama orang yang kini berada dihadapannya. Naina meremas kebaya syar'i nya dengan kuat, bagaimana bisa ia dinikahkan dengan orang seperti ini. Apa iya dia sanggup hidup bersama orang yang sifatnya dingin melebihi kutub utara itu? tidak hanya dingin. tapi juga pahit saat berbicara. suka nylekit di hati.
"Saya atau kamu yang mau pake kamar mandi dulu?" Tanyanya dengan nada dingin
Glek.
Naina menelan ludahnya kasar, gugup. Bagaimana tidak gugup yang dihadapinya saat ini adalah suaminya, SUAMINYA.
Yang dinginya masyaAllah.
"Kakak dulu aja"
"Hm"
Lalu setelah itu tubuhnya yang tegap itu menghilang dibalik pintu kamar mandi yang tertutup. Naina langsung duduk dipinggir ranjang, mengatur nafasnya yang sejak tadi rasanya sangat sesak.
Muhammad Zaki Alfaiza, itu adalah nama dari orang yang kini bersetatus sebagai suami Naina. Faiz adalah Kakak kelas Naina dulu di SMA, saat itu Naina masih kelas 10 dan Faiz kelas 12. Namun bukan berati Naina tak mengenal sosok Fariz. Karena termasuk kejajaran mostwanted sekolah, Fariz amat teramat terkenal. Selain pintar, ia juga aktif di Osis. Namun sikapnya yang dingin melebihi kutub utara itu membuatnya kurang dalam bergaul dengan teman temannya. Ia hanya berteman dengan orang orang tertentu. Dan sekarang Faiz, Muhammad Zaki Alfariza, kini cowok dingin itu adalah suami Naina. Naina rasanya ingin menangis saja. Jika ayahnya tidak mengancam akan mencoret namanya dari KK kalau tidak mau dinikahkan, ia pasti akan minggat dari satu minggu yang lalu. Tepat saat Ayahnya memaksa ia untuk menikah.
"Ya Allah...apa salah Naina sehingga kau jodohkan hamba dengan Kak Faiz ya Allah?" lirih Naina sedih
Bagaimana tidak sedih. karena terlalu meratapi nasib, Naina menolak untuk berkenalan dengan calon suaminya. Dan baru setelah ijab qobul selesai, Naina baru sadar bahwa suaminya adalah Faiz. cowok yang selalu Naina hindari sejak dulu.
Kreetttt
Perlahan Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Faiz. Baju yang dikenakannya tadi saat acara ijab qobul kini sudah berganti dengan kaus polos hitam dan celana selutut. Sangat maskulin. Naina hanya berani melirik, takut. Wajah Faiz tetap saja datar kaya papan. Tanpa ekspresi sedikitpun.
"Kak Faiz, Ak..."
"Cepet mandi, habis itu kita perlu bicara" belum selesai Naina berucap Faiz sudah menyela.
Dengan kecepatan cahanya, Naina langsung ngacir kekamar mandi. Hanya butuh waktu 10 menit. Kini Naina sudah selesai dan keluar menggunakan baju tidur berlengan panjang, serta hijab instannya. Kebayanya sudah ia buang jauh jauh.
"Katanya tadi Kak Faiz mau bicara" Naina memberanikan diri mendekat kearah Faiz yang sedang duduk disofa kamarnya sambil bermain ponsel
"Duduk !" suruh Faiz pada Naina
Naina menurut dan duduk disebelah Faiz. Ia melihat suaminya itu memasukkan ponselnya kedalam saku.
Naina hanya menunduk tak berani menatap Faiz. Ia terlalu canggung dengan mantan Kakak kelasnya ini.
"Ekhmmm" Faiz berdehem untuk mencairkan suasana
"Kita sama sama tau kalo pernikahan ini diluar dari rencana hidup kita" ujarnya mengawali percakapan
"Saya tau kamu tidak mencintai saya, begitupun saya" mendengar itu membuat Naina langsung mendongkak menatap mata Faiz. Pemuda itu terlihat dingin, datar seperti biasa. Gadis itu menahan napasnya.
"Saya punya mimpi yang harus saya wujudkan, begitupun kamu. Tapi pernikahan ini membuat semuanya berantakan.."
"Langsung ke intinya kak, jangan bertele tele" Ucap Naina spontan. Jantungnya sudah seperti mau copot saat ini.
YOU ARE READING
Secret Wedding
Teen FictionDunia Naina rasa jungkir balik nggak karuan. Bayangkan, dia harus menikah muda hanya karena sang Ayah tidak sengaja melihat video orang sedang berciuman di hp Naina. Itu pun sebenarnya bukan salah Naina, karena video itu dikirim oleh teman temannya...
