Part 1

29 2 0
                                        

bugg...
Tas kerja dilempar begitu saja oleh Roy diatas kasurnya...
Matanya nanar menatap langit-langit kamar sambil meratapi kisah cintanya bersama Ayu...
Ya.. Ayu, gadis yang beberapa bulan terakhir sempat singgah dihatinya.  Gadis yang membuat hari-harinya terasa menyenangkan. Gadis yang senyumnya bisa membuat jantung roy berhenti berdetak sekian detik.

"Aku tak menyangka kehidupan asmaraku serumit ini" gumam roy.
"Yu.. seandainya kamu tahu bagaimana perasaanku saat ini, ahh.. ingin rasanya aku mengulang hari itu. Hari dimana kamu meninggalkan aku. Ya.. Aku yang tidak pernah bisa memberikan kepastian hubungan kita. Ini adalah salahku Yu, maafkan aku..." ratap Roy.

Akhirnya Roy tertidur bersama bayangan wajah Ayu hingga terbawa kedalam mimpinya.

Drttt.. drtt..drtt
Suara handphone Roy membuyarkan mimpi indahnya bersama Ayu. Dengan malas Roy meraih ponsel yang berada diatas meja. Terpampang wajah Ayu dilayar ponselnya. Dengan cepat Roy menekan tombol hijau pada layar ponselnya.

[Ya sayang...]Dengan cepat Roy menyapa Ayu, dia lupa kalau panggilan itu sudah tidak diharapkan oleh Ayu.
[Pliss mas.. jangan panggil itu lagi. Aku risih dengarnya...] Sambung Ayu.
[Oh maaf yu... Aku lupa kalau_] belum sempat Roy meneruskan kata-kanya dengan cepat Ayu menyela.
[Mas... Tolong hapus semua foto-foto kita yang ada di sosmed mas.] sahut Ayu.
[Lah... kenapa dee'..?] tanya Roy dengan heran.
[Aku tidak mau kalau mas terus-terusan mengingatku. Lupakan aku mas, mungkin dengan melupakan aku mas bisa melanjutkan karir mas tanpa harus terganggu olehku.] isak Ayu diujung telfonnya.
[Tapi dee'.. mas sangat mencintai kamu] sambung Roy.
[Cinta saja tidak cukup mas. Aku butuh kepastian.] timpal Ayu dengan langsung mematikan telponnya.

Kata-kata Ayu membuat hati Roy semakin teriris.
"Pria macam apa aku ini..." gumam Roy lirih.
"Pria tidak berguna. Apa yang harus aku lakukan...?"

Kebingungan Roy membuat pikirannya kacau dan malas untuk ke kantor hari ini. Seharian hanya tiduran diatas kasur sambil sesekali melihat layar ponselnya, Siapa tau Ayu menghubunginya dan bilang kangen pada Roy.

Bersambung di part 2

Terjerat Cinta Mas RoyWhere stories live. Discover now