17 Juli 2018
Pagi yang cerah untuk memulai hari yang baru, dengan teman-teman baru dan suasana baru. Aku anak pindahan dari Jakarta, pindah ke bandung karena kerjaan orang tua ku. Aku dimasukkan ke SMA 3 kota Bandung. Minggu-minggu awal sekolah aku tidak ada masalah, semua baik-baik saja sampai pada hari dimana aku dipanggil oleh bu Andin, wali kelas ku meminta aku membantu lelaki yang tidak aku kenal ini untuk mendapat nilai yang baik.
"Ditta, kenalan dulu sama Bayu teman sekelasmu." kata bu Andin
"Teman sekelas? aku bahkan tidak pernah melihat dia dikelas selama 3 minggu aku sekolah disini." ucap ku dalam hati, sambil melirik ke cowo yang ada disampingku
"Bayu." kata dia sambil menjulurkan tangan nya tanpa melihat ke arahku
"Aku Ditta."
"Ditta, ibu ingin kamu membantu Bayu untuk bisa memperoleh nilai yang baik, dia sudah bolos beberapa minggu terakhir ini, dan itu membuat nilai Bayu sangat tertinggal dari yang lain, maka dari itu ibu meminta tolong padamu ya, kamu bersedia kan membantu Bayu?."
"Tapi bu, kenapa harus saya? saya juga masih murid baru disini." kata Ditta yang sudah berniat menolak permintaan bu Andin
"Walaupun kamu anak baru disini, tapi dari nilai mu belakangan ini cukup baik, jadi ibu minta tolong nya ke kamu."
Dengan berat hati akhirnya Ditta meng-iyakan perintah dari bu Andin tersebut.
"Mau mulai belajar nya kapan?" tanyaku kepada Bayu saat berada dikelas. Dia hanya diam. Lalu aku beranjak pergi meninggalkan nya.
—
Keesokan nya aku berangkat ke sekolah seperti biasa. Pada saat istirahat Bayu menghampiriku dan memberi satu lembar kertas kepada ku. Saat aku melihat apa isi kertas itu ternyata jadwal belajar bersama yang dia buat sendiri tanpa kesepakatan ku.
"Nih, bisa atau engga nya kamu itu terserah, yang jelas itu adalah waktu luangku." kata Bayu sambil pergi meninggalkan ku yang belum sempat mengatakan apapun kepadanya. Menyebalkan.
—
Keesokan nya aku berangkat ke sekolah seperti biasa. Pada saat istirahat Bayu menghampiriku dan memberi satu lembar kertas kepada ku. Saat aku melihat apa isi kertas itu ternyata jadwal belajar bersama yang dia buat sendiri tanpa kesepakatan ku.
"Nih, bisa atau engga nya kamu itu terserah, yang jelas itu adalah waktu luangku." kata Bayu sambil pergi meninggalkan ku yang belum sempat mengatakan apapun kepadanya.
"Hari ini di cafe dekat sekolah ya, Bay." Ucapku pada bayu saat dikelas.
"Hmmm" balas dia dengan gumaman. Sudah biasa dia seperti itu.
—
Saat pulang sekolah, aku datang ke cafe itu, 15 menit kemudian baru lah bayu datang dengan membawa buku ekonomi.
"Bab apa yang menurut mu kesulitan?" kataku menyingkat waktu.
"Dari yang sini" Jawab bayu
Aku mengajari nya sampai tidak melihat kalau ini sudah malam, ternyata dugaan ku salah tentang Bayu, dia anak yang baik dalam berkomunikasi dan dia baik.
"Sudah malam, kita akhiri saja ya hari ini." kataku sambil memasukan buku ke tas
"Iya, terimakasih ya sudah membuat ku mengerti tentang bab ini."
"Baiklah, aku duluan ya." Sambil pergi keluar dari cafe.
"Sudah malam, angkot tidak ada lagi yang lewat sini, aku antar kamu pulang saja ya." Tawar nya saat melihat ku di depan cafe.
"Rumahku jauh."
"Tidak apa, bahaya kalau kamu pulang sendiri, ayo aku antar."
Dengan paksa dia menarik tanganku untuk masuk ke dalam mobilnya.
Dalam perjalanan kita diam tidak ada obrolan kecuali saat aku menunjukan jalan.
Sesampainya dirumah.
"Terimakasih sudah mengantar ku, hati-hati dijalan ya." kataku sambil beranjak keluar dari mobil nya. Dia hanya tersenyum lalu pergi.
—
Tidak terasa sudah 2 bulan aku mengajarinya. Tetapi aku aneh karena sifat dia yang disekolah dia diam, cuek seperti tidak mengenal ku, beda lagi kalu kita sudah bertemu untuk belajar bersama. Anak itu memang aneh.
"Ditta." panggil Bayu, lalu aku menoleh.
"Ada apa?" tanyaku.
"Lihat nilai ulangan ku, ini berkat mu Ditta, belum pernah aku mendapat nilai segini." kata Bayu dengan melihatkan kertas ulangan nya yang mendapat nilai 80.
"Wah, selamat ya itu juga karna kerja keras mu dalam belajar akhir-akhir ini Bayu."
"Pokonya pulang sekolah nanti kita makan ya, aku yang traktir." ucap nya lalu pergi.
Hari itu adalah hari pertama Bayu berbicara padaku disekolah.
"Ciee kamu deket ya sama Bayu." kata Ayu sahabatku yang dari tadi melihat ku.
"Tidak, kita hanya sebatas teman belajar." kataku pada Ayu.
