Hujan sepertinya enggan meninggalkan kota Brookshire malam itu, membuatnya basah dan tergenang. Sebagian toko memilih untuk tutup lebih awal, efek sepi pengunjung. Karena sebagian besar orang lebih memilih untuk meminum secangkir coklat hangat dan bercengkrama di ruang keluarga bersama orang terkasih.
Seseorang bertudung dan berjaket hitam berjalan membelah rintik hujan. Ia menunduk, menghindarkan wajahnya agar tidak terkena air hujan yang turun. Langkahnya semakin cepat kala ia berjalan melewati turunan di sepanjang jalan Cantaloppe. Ia terkesan terburu-buru. Begitu ia melihat sebuah bangunan tua di ujung jalan itu, ia langsung mendorong pintunya dan memasuki bangunan itu.
Orang itu menempelkan telapak tangannya pada mesin pemindai dan secara otomatis lampu di ruangan itu menyala. Ia menurunkan tudungnya dan menengadah, melihat isi dari bangunan itu.
Seseorang lain berjalan ke arahnya. Merentangkan tangannya dan langsung memeluk pria berjaket hitam itu. Tangan putihnya menepuk-nepuk punggung pria berjaket itu. Seolah-olah ia bangga dan sangat menantikan kedatangan pria itu.
"Sudah lama sekali," ucapnya. Pria berjaket itu mengangguk.
"Ya, sudah lama sekali."
Pria berbaju merah —the landlord— mengajak pria berjaket itu memasuki sebuah ruangan lain dan segera menguncinya. Mata pria berjaket itu tiba-tiba berpendar kehijauan kala melihat berlian yang berada di tengah-tengah ruangan itu.
"Sejak kapan berlian itu ada padamu?" pria berjaket itu mengerutkan dahinya dan menatap si pemilik bangunan.
"Sudah ada padaku sejak lama, Sehun."
Sehun, pria berjaket hitam itu kembali menatap berlian itu. Sedetik kemudian, ia merasa kepalanya sakit dan ia refleks berteriak. "AKH!"
Seolah mengetahui apa yang akan terjadi pada Sehun, pria pemilik bangunan itu mengambilkan kursi untuknya. "Jangan banyak bicara. Berlian itu memang untukmu. Mulai sekarang, kau harus belajar mengendalikan kekuatanmu."
Sehun duduk dan mendongak, menatap lawan bicaranya, "Aku harus cepat, Shawn. Sebelum para Voltury kembali merebut berlian itu dan aku tidak mau jika mereka semakin kuat."
Shawn menghela napasnya. Ia menarik kursi lain dan duduk di hadapan Sehun. "Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. Setidaknya, untuk sekarang turuti ucapanku. Aku akan membantumu menghadapi para Voltury. Tidak hanya aku. Loey, Key, Dennis, dan Stefan juga akan membantumu."
"Tapi Voltury bedebah itu telah menculik dan menyandera Willis.."
"Aku tahu. Maka dari itu kita harus bersatu dan menyelamatkan saudara kembarmu. Dan juga... Menyelamatkan dunia." tekad Shawn. Sehun mengangguk menyetujui.
"Aku sangat berterima kasih. Aku sungguh beruntung berada di clan Salvatore dan bertemu dengan kalian."
"Beristirahatlah dahulu. Aku sudah menyiapkan darah rusa dan darah serigala hutan Beeman untukmu. Kau pasti haus dan membutuhkannya untuk memulihkan tenagamu, Saudaraku."
"Baiklah, Shawn. Aku ke atas dulu. Sampai jumpa esok."
Sidoarjo, 29 November 2019
ESTÁS LEYENDO
VOLTURY : a war between two clans
FanfictionVoltury vs Salvatore. siapa yang menjadi pemenangnya?
