ketika dunia seolah menolakmu apa yang kau lakukan? menghentikan waktu? tentu kau tidak akan bisa.
cukup melihat orang sekeliling tersenyum aku akan berusaha menarik dunia agar mau menerimaku.
Bisakah kau mendampingiku menuju cahaya kebahagiaan yang...
Seorang wanita sedang membersihkan meja yang sudah tidak digunakan oleh pelanggan. Waktu menujukkan pukul sepuluh malam dan shift wanita itu telah selesai. Jalanan sudah sepi dan hanya beberapa orang saja berlalu lalang. Waktunya untuk kembali bekerja ke tempat lainnya. Ia tidak peduli seberapa lelahnya dia bekerja yang hanya ia butuhkan adalah uang untuk biaya hidup. Jikalau tidak dia akan menjadi gelandangan yang kelaparan dan mati. Jika ia mati bagaimana nasib ayahnya? Ayahnya akan seorang diri di dunia ini.
"Thea ayo kita pergi. Aku akan menutup toko ini" ucapan tiba-tiba dari Layla -rekan kerja Athea- membuyarkan lamunannya.
Orang yang dipanggil Thea itu mengangguk "aku akan menyimpan apron dan lap ini terlebih dahulu. Tunggu aku! Jangan sampai kau kunci aku di toko ini. Ingat?!" Ucapnya sambil terkekeh.
"Baiklah baiklah. Aku tidak akan sekejam itu pada temanku sendiri. Kecuali kau lama menaruhnya. Aku akan keluar sediri tanpa dirimu" katanya dengan nada bercanda.
Mereka berdua tertawa bersama dengan ucapan yang tadi.
***
Bekerja sampai larut malam adalah hal yang sudah biasa bagi seorang wanita bernama Athea. Bekerja sudah menjadi kebiasaanya dari masa remaja. Karna yang ia pikirkan hanya untuk bertahan hidup dari kejamnya dunia. Seperti saat ini, selepas kerja dari sebuah caffeia melanjutkan kerja di sebuah minimarket 24 jam.
Saat ini ia sedang melakukan pengecekkan barang dari bulan kemarin hingga saat ini stok persediaan yang masuk di awal bulan.
"Nyx apakah kau tau catatan pemasukan barang bulan lalu? Aku ingin melihat rinciannya. Aku tidak menemukannya di ruangan" tanya Athea.
"Ah iya tadi aku lupa menyerahkan padamu. Catatan itu ada di depan dan aku akan mengambilkannya" sebelum pemuda itu berbalik untuk melangkah ia ditahan oleh Thea.
"Biar aku saja yang ambil. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu" Thea langsung pergi meninggalkan rekannya.
Thea berjalan sambil melihat catatan yang ia pegang. Ia mengecek apakah catatan bulan lalu sama dengan catatan yang dicatat. Ia sangat fokus sehingga ia tidak memperhatikan langkahnya. Tanpa sengaja ia menabrak seorang pria berperawakan tinggi, tampan dan pastinya mempesona. Ia masih memakai setelan kerjanya yang cukup rapih. Thea terpesona sampai lupa apa yang harus ia lakukan sekarang.
"Ah maaf tuan saya tidak senga-" ucapannya terhenti seketika ketika pria itu tiba-tiba pergi dari hadapannya. Pria itu menuju kasir dan setelah itu pergi.
"Pria yang tidak tau sopan santun. Aku hanya ingin meminta maaf padahal" oceh Thea yang merasa kesal karna diabaikan. "Yasudah daripada mengomel tidak jelas lebih baik aku melanjutkan saja pekerjaanku" lanjut Thea
†††
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.