Ayah duduk di samping Megan, menatap dengan wajah serius seolah ingin menyidang anak semata wayangnya. Ia tahu, kali ini pasti akan membahas tentang itu lagi, perjodohannya dengan anak milik perusahaan ternama Grand Rizzle. Megan hanya mengira, perjodohannya hanya untuk menguntungkan dan mengangkat nama perusahaan milik ayahnya.
"Aku tetep nggak mau ayah, " tolaknya mentah-mentah.
"Megan, dia anaknya baik dan pendidikannya juga bagus, ayah juga kenal banget sama keluarganya," bujuk ayah untuk kedua kalinya.
"Aku, udah pernah bilang ayah," Megan pergi tanpa menghiraukan ayahnya.
"Megan!"
"Udah, biarkan dia sendiri dulu," tukas ibu sambil meredakan amarah ayah.
Bugh!! Bugh!! Bugh!!.. Pukulan Jab melayang di samsak tinju, di susul dengan pukulan uppercut dari kepalan megan di ruang latihan sebelah kamarnya, ia memukul dengan pukulan bertubi-tubi, melampiaskan semua rasa kekesalannya.
Ah! Sial! Megan melempar sarung tinju yang dipakainya.
Megan mengambil kunci sepeda dan pergi ke suatu tempat untuk mencairkan suasana hatinya. Ia masih berharap semoga perjodohan itu dibatalkan, keinginannya akan kebebasan dan menikmati masa muda bersama teman-temanya masih melekat di pikirannya.
Terlihat tempat yang sangat ramai dipenuhi oleh sepeda motor sport, tempat dimana ajang balap Super Bike diadakan selama beberapa tahun sekali, sirkuit balapan.
"Hei, Megan!" lambai Vanessia. "Hei!" Megan menuju kesana bersalaman dan duduk disebelahnya. Ada beberapa temannya juga yang di kursi penonton menyaksikan kejuaraan Super Bike.
Megan mencari-cari keberadaan kekasihnya, Bastian, yang sedang mengikuti ajang balap tersebut. Hingga ia menemukan lelaki yang memakai helm biru sedang mengendarai Yamaha YZF-F1 bewarna hitam. Semangat Bastian! batinnya dalam hati. Motornya melintasi tikungan hairpin, tikungan ganda yang berlawanan dengan jarak yang sangat dekat membuat Bastian kewalahan. setelah ia menikung ke kiri, ia harus segera banting ke kanan.
kemudian melewati jalan yang lurus, setelah itu melewati kerb , tepian lintasan balap hingga hampir tergelincir dari area balapan. Megan tegang, takut Bastian akan jatuh dari motornya.
"Bastiaan!!.." teriak teman-teman Bastian yang menyemangatinya.
Suara penonton menemani ajang balap tersebut semakin ramai, putaran demi putaran tikungan tajam dilewati oleh para pembalap membuat suasana semakin menegangkan. Kemudian para pembalap melewati pit lane dan menghentikan kendaraannya di pit stop untuk pengisian bahan bakar dan penggantian ban, setelah itu dilanjutkan dengan putaran terakhir.
Di putaran terakhir, Bastian berada di posisi 7 kemudian menyusul ke posisi 4, masih belum berakhir, ia berusaha menyusul ke posisi depan, dan ditikungan camber ia berhasil menyalip ke posisi ke 2, Bastian semakin mempercepat kecepatan motornya hingga sampai di area garis finish.
"Pemenang dari ajang balap tahun ini, Ezra nicholl, Bastian Alfero, dan Elmero harvey!" Juri mengungmumkan pemenang kemudian diiringi sorak penonton dan tepuk tangan.
"Selamat ya," ucap Megan kepada Bastian.
"Dasar, kamu telat datengnya," Bastian mengacak rambut Megan hingga sedikit berantakan disusul dengan senyuman. Padahal Bastian menunggu Megan di Paddock Area sebelum balapan di mulai.
"ihh entar berantakkan.. iya iya sorry, kan yang penting aku udah dateng," kata Megan.
"Iyaa Megaan," Bastian merangkul pundaknya. Rasa kesalnya hilang sirna setelah bertemu dengan pacarnya, membuat moodnya membaik. Setelah itu mereka pergi ke Paddock Area agar Bastian bisa beristirahat.
CZYTASZ
Ecstasy love
Dla nastolatkówMegan, seorang mahasiswa jurusan keperawatan sekaligus 'single fighter' yang dijodohkan dengan anak pemilik perusahaan ternama, membuatnya memberontak dengan segala cara agar perjodohannya dibatalkan
