Perasaanku (Mingyu)

752 184 51
                                        

Cast : Mingyu dan Dia (kamu)

Sudut pandang Migyu

Warning : Typo dan Eyd berantakan

------------------

MINGYU POV

Panas matahari cerah kali ini sangat membuatku sedih

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Panas matahari cerah kali ini sangat membuatku sedih.

Entah mengapa aku sangat membenci diriku saat ini.

Aku adalah sahabat yang jahat, melihat sahabatku, temanku, adikku, dan cintaku menangis dibawah pohon rindang belakang sekolah, malah merasa lega.

Entahlah, meskipun aku tidak suka melihat dia menangis , namun aku tidak rela ada yang memilikinya.

Bersamaan dengan rasa ini, aku seperti ingin mengungkapkan semuanya tapi aku terlalu egois.

Aku tidak suka ada yang berubah.

Aku takut bila dia akan pergi jika tau aku suka padanya.

Bukan hanya suka ... Aku amat sangat mencintainya.

Begitu dalam,

hingga jika dia mati mungkin aku akan ikut mati dan menyerahkan nyawaku untuk menggantikan tempatnya.

Semua hal akan ku lakukan untuknya. Dan aku hanya berharap bisa terus disisinya..

Kusudahi lamunanku dan akhirnya ku lihat dia disana, masih menangis dengan sedikit terisak-isak.

Aku pun menghampiri dan ber akting seolah tak hawatir .

Lalu kusapa dia dari balik pohon.

"Masih nangis ndut?Ayolah jangan seperti anak kecil. Ini sudah kali ke 20 kau dihianati bukan honeey??" Godaku terhadapnya.

Memang kami biasa seperti ini. Saling menggunakan kalimat kesayangan yang malah membuat pacarnya ilfeel terhadap hubungan kami.

Mengingat kami sudah bersahabat sejak SD jadi kami sudah sangat amat dekat.

"Huu..hu...waa... (berlari langsung memelukku erat) gamau lagi punya pacar model begitu Dear"

Dia mengeratkan badannya ke pelukanku. Badannya yang hanya setinggi dadaku membuat wajahnya tertahan di sana. Jika dia mendengar degub jantungku, pasti dia pikir aku sakit jantung karena saat ini debarannya kencang dan keras.

Aku terdiam memeluk sambil mengusap kepalanya.
"Udah, kamu cari lagi oke?Masa kalah sama Raffi Ahmad yang mantannya banyak..hemm?" Setelah berkata demikian, aku mengecup dahinya perlahan lalu menatapnya. Akhirnya dia sudah tidak menangis lagi.

Seperti biasa ritual yang aku lakukan setelah dia putus dengan pacarnya adalah membelikan eskrim.

Setelah itu dia akan berceramah panjang lebar tentang keburukan pacarnya.

[END] Seventeen Story (Oneshot) || BxG Stories to obsess over. Discover now