S A T U

151 36 20
                                        


☀️☀️ Pagi buta Arga masih setia pada ranjangnya. Sinar matahari sedang berjuang merayap di sela-sela jendela kamarnya. Ia merasakan suatu kehangatan menyelimuti wajahnya. Arga terbangun dengan mata masih sedikit tertutup. Ia merenggangkan seluruh ototnya dan beranjak dari ranjangnya. Ia membereskan tempat tidur dan beranjak menuju kamar mandi. Setelah membersihkan diri, ia memakai seragamnya yang masih putih bersih. Tidak lupa ia mempersiapkan buku-bukunya kemudian menuju ke dapur.

Hari ini adalah hari yang penuh warna🌈. Bagaimana tidak, hari ini adalah hari pertamanya memasuki sekolah. Setelah lulus SMP, Arga berencana memasuki SMA favoritnya. Tidak lain adalah SMAN 1 Cibinong Bogor, Jawa Barat. Sekolah tersebut tidak jauh dari rumahnya.
Setelah sarapan, dengan segera Arga berangkat. Tidak lupa ia pamit dengan Ibunya.

"Ibu Ayah, Arga berangkat. Assalamu'alaikum" ucap Arga seraya mencium tangan Ibu dan Ayahnya.

"Wa'alaikumsalam. Hati-hati di jalan, ya" balas Ibu dan Ayahnya.

☁️ Cuaca hari ini mendung, tanda sebentar lagi hujan akan turun. Karena suasana hatinya lagi senang, Arga tidak peduli pada cuaca yang akan melanda dirinya. Arga berangkat tidak diantar. Apalagi mengendarai motor ataupun mobil, seperti teman- temannya yang lain. Ia berangkat sendiri dengan mengendarai 🚴sepedanya yang sudah dimakan usia 2 tahun.

Saat di perempatan, tanpa dia sadari, ban sepedanya bocor🚲. "Aduh Yaampun, kenapa sih harus bocor nih ban. Mana mau buru-buru lagi ah elah nyusahin nih" keluh Arga . Sudah sekitar semenit mengeluh, akhirnya ia memutuskan membawa sepedanya ke bengkel. Tidak jauh dari tempatnya, Arga berhasil menemukan bengkel. Tetapi ketika Arga sampai di bengkel, bengkel tersebut tutup aduhh. Maka, seperti kejadian sebelumnya, ia kembali mengeluh. Benar-benar sial, terpaksa, Arga meninggalkan sepedanya di bengkel dan menuju sekolah dengan berjalan kaki.
Hari ini benar-benar sial. Ini hari pertama aku masuk sekolah, sudah dapat kesialan batin Arga sesekali menghembus napas.

🌧️🌧️
Beberapa menit Arga berjalan menuju sekolah, hujan turun sangat deras. Tentu saja Arga sangat terkejut. Guyuran demi guyuran hujan membasahi pakaiannya. Yah, mau gimana lagi, Arga harus mencari tempat berteduh. Arga berteduh di warung makan Padang dan harus desak-desakan.

Sebagian pakaiannya basah kuyup karena guyuran hujan yang deras. Arga membersihkan pakaiannya yang basah dengan sapu tangan yang ia bawa. "Kenapa sih hari pertamaku jadi seperti ini yang sangat sial. Ban kempes, bengkel yang tutup, dan sekarang hujan deras yaampun. Kesialan apalagi yang akan aku dapati" keluhnya sendiri yang tidak digubris oleh orang-orang disekitarnya.
Arga melirik jam tangan seorang mahasiswa yang berada di sampingnya. Arga merasa resah sekarang karena waktu sudah menunjukkan jam 6.33 WIB. Arga memang pergi pagi-pagi sekali, tapi karena kejadian yang menimpalinya sekarang, dia hanya bisa pasrah dan sesekali menghela napas. Dari kejauhan Arga bisa melihat sebuah angkutan umum. Ya, mungkin angkutan umum ini bisa membawaku ke sekolah pikirnya.
Ia memeriksa kantong bajunya, berharap dia tidak lupa membawa uang jajan yang telah dikasih Ibunya. Namun, itu hanya harapan belaka. Ia lupa membawa uang jajannya. Hanya secerak kertas yang sekarang dipegangnya sekarang,sial banget aku. Jika ia kembali ke rumah tidak mungkin bisa. Karna waktu tidak cukup untuk balik lagi. Arga kembali mengeluh dan mulai menangis. Pak tua yang bernama soeryono yang melihatnya menanyakan apa yang membuatnya menangis.

"Nak, kenapa kamu menangis?"kata pak Soeryono

"hiks... hiks hari ini hari pertama saya masuk sekolah, Pak. Tapi, saya harus merasakan kejadian yang tidak diduga. Ban sepeda saya bocor saat dalam perjalanan. Saat sepeda saya bawa bengkel, bengkelnya tutup. Dan saat saya berangkat dengan berjalan kaki, hujan turun" keluhnya seraya menghapus butiran air matanya."kata Arga"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 29, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ApessWhere stories live. Discover now