Terlambat

155 48 15
                                        

Hallo nama gue Vianka Ayu, biasa di panggil Vianka/mbak Vian. Gue baru lulus dari SMA tercinta gue, SMAN 22 Madiun.

Rencananya abis ini, gue mau daftar dan nerusin ke sekolah pramugari.
Karna pramugari adalah cita-cita yang gue punya waktu kecil.

Gak butuh waktu yang terlalu lama untuk di terima karna syarat sudah terpenuhi semua. Gue di karantina selama setahun lamanya untuk belajar dan menguasai bahasa asing.

Selama di karantina gue dan semua temen2 gue di perbolehkan pulang cuman 2 bulan sekali dan 1 minggu lamanya.

Gue udah 2x bolak balik Surabaya-Madiun buat pulang ke rumah gue. Berarti juga gue udah 4 bulan di karantina. Bulan ke 6, besok adalah tanggal dimana murid2 di karantina ini di perbolehkan pulang kerumah masing2.

@skip

Matahari mulai naik dengan sinarnya yang menyilaukan mata. Gue bergegas untuk mengambil air wudhu dan segera sholat karna hari ini gue bangun kesiangan. Setelah sholat gue mandi dan bersiap2 untuk pulang dan menunggu di jemput kedua orang tua gue ditempat karantina yang bisa gue bilang ini adalah sekolah sesudah SMA.

Kini gue udah rapih dengan rok merah panjang semata kaki, dengan kemeja panjang berwarna putih dan kalung berwarna merah yang pernah gue bawa dari rumah.

Sambil menunggu orang tua gue, gue asik nonton berita di tv. Terdengar dari luar ada orang yang mengetuk pintu kamar gue. Dan ternyata itu adalah Audrey.

Audrey berseru "van, nanti kalo lo pulang terus udah balik kesini lagi. Lo harus cerita sama gue apa aja yang lo lakuin selama liburan!"
Gw "yaampun, iya iya drey. Nanti gue ceritain, pulang aja belom"
Audrey "hehehe, pagi2 gini lo udah rapih banget deh"
Gw "iya drey, kemaren ortu gue bilang paling jam 10 udah sampe sini"
Audrey "oh gitu, tapi kan masih lama van. Van, masa gue nanti di jemputnya jam 12"
Gw "ya gak apa2 drey, yang penting rapih dulu hehhehe. Gapapa drey, masih banyak kok temennya"
Audrey "iyasih. Oh iya, pinjem novel lo dong van, gue nemenin lo disini gak papa kan?"
Gw "ambil tuh di bawah laci tv, iya gak apa2 kok. Kayaknya lo kasian banget deh hahhahaa" kata gw yang meledek
Audrey "sial lo hahaha"

Gue bertanya sama Audrey "lo udah sarapan belom drey?"
Audrey "belom nih van, tau aja kalo gue belom sarapan. Masakin gue makanan dong van"
Gue "iya gue masakin, lo mau makan apa? Tapi lo mandi dulu sana balik ke kamar lo"
Audrey "apa aja deh, iyaiya gue balik dulu ke kamar"

Disini, kamar2nya sama seperti apartemen. Terdiri dari 1 kamar, 1 kamar mandi, 1 dapur dan 1 ruang tamu. Walaupun ruang tamunya gak pernah di tempatin sama orang.

Kalau hari dimana murid2 disini pulang, disini dari pagi udah gak ada orang yang biasanya masakin sarapan, makan siang dan makan malam. Karna hitungannya murid disini libur, bekerja pun libur. Maka kalau masak mesti masing2.

Bahan makanan di kulkas gue abis. Terpaksa gue mesti ke Circle buat beli bahan2 masakan gue.

Sampai di Circle dekat dengan karantina gue langsung milih bahan2 yang gue butuhin. Spageti, saus sambal, bawang bombai, daging ayam giling dan sosis.

Sesampainya di kamar, gue langsung memainkan pisau untuk memotong bawang bombai dan sosis.
Gue ngeluarin panci kecil buat ngerebus spagetinya.
Sambil menunggu spagetinya matang, gue menumis bawang bombai yang udah di cincang2, setelah wangi gue masukin danging giling yang udah gue cuci pakai air bersih, sosis, tak lupa saus sambal dan bumbu penyedap.
Setelah spageti matang, gue tiriskan. Wangi saus ini berjalan hingga keluar kamar gue.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 26, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

TerlambatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang