01

1.5K 135 33
                                        

Katanya cinta itu buta, tapi bagaimana akan mencinta jika diri benar buta?

#.

Bandung, 20 Desember 2009

"Ibu, kenapa orang itu memakai tongkat?" "Dia buta nak, tidak dapat melihat" anak itu terdengar terkejut.

Tidak lama kemudian ada suara derap kaki ke arah ku "Haalooo, perkenalkan aku Luna kita temenan yuk!" Tangan lembutnya menggapai tanganku dan menggoyangkannya, awalnya aku agak terkejut dan takut namun aku merasa dia tulus, jadi lebih baik ku tanggapi saja "aku surya, iya ayo jadi teman baik hehe" aku berusaha menampilkan senyum terbaik ku.


Bogor, 20 Desember 2019

Sore ini hujan, aroma tanah mengeliliku dalam balutan selimut hangat, aku menggenggam sebuah figura yang kuyakini terdapat foto diriku dan anak itu, yang sudah tiada saat ini

Oops! Bu görüntü içerik kurallarımıza uymuyor. Yayımlamaya devam etmek için görüntüyü kaldırmayı ya da başka bir görüntü yüklemeyi deneyin.

Sore ini hujan, aroma tanah mengeliliku dalam balutan selimut hangat, aku menggenggam sebuah figura yang kuyakini terdapat foto diriku dan anak itu, yang sudah tiada saat ini.

Aku bangkit dari tidur malasku, rasanya punggungku sakit sekali, karna terlalu banyak tidur sepertinya haha.

Mataku terasa sembab setelah menangis, segera kucuci mukaku, airnya terasa dingin.. begitu menyejukan

4 langkah ke kiri adalah pintu kamar mandi, aku menghitung langkah ku 4 kali ke arah kiri, yah walaupun sebenarnya sudah tak perlu lagi aku menghitung langkah, tubuhku telah benar-benar menghafal rumah ini.

Namaku Surya Audirga, dan ya aku buta.. sejak lahir, tapi bukan aku menyalahkan Sang Khaliq atas yang terjadi padaku, walaupun jelas.. aku ingin dapat melihat dengan kedua mataku.

Aku membuka pintu belakang rumahku, segera aku berlari ke rerumputan yang sudah terlebih dahulu diterpa nikmatnya hujan, aku menengadah ke langit, ayo kita main hujan-hujanan!

#.

Pagi ini aku mengepak barang-barangku, aku berjalan kaki menuju sekolah, sekolahku adalah SMA biasa yang menerima anak berkebutuhan khusus sepertiku.

Sudah dua tahun aku bersekolah disini, tidak ada kejadian yang begitu menggembirakan, hari ini sama dengan kemarin, dan kemarin sama dengan kemarinnya lagi, begitu saja tanpa ada sesuatu yang menarik.

Lalu seketika aku merasakan suasana yang begitu kurindukan, suasana dari masa kecilku, tiba-tiba kenangan masa kecilku terulang kembali.

26 Januari 2010
Aku menuju rumah Luna untuk bermain, namun berbeda dari hari sebelumnya rumahnya terdapat banyak orang yang kuyakini sebagai pengangkut barang.

apa luna mau pindah rumah ya? Gumamku
Segera saja aku mempecepat jalanku kedalam rumahnya.

Aku merasakannya, anak berusia 6 tahun itu sedang berada didepan ku, aku merasakan kekhawatirannya.

"Luna, kamu baik-baik saja?" Aku mencoba menggenggam tangan lembutnya, namun ia menolak.

"Luna, kamu kenapa?" Dia menghela nafas "lupakan aku, kita enggak usah berteman lagi" tubuhku kaku, aku tak percaya teman baikku satu-satunya berkata demikian.

Aku mundur selangkah demi selangkah, lalu berlari secepat mungkin ke luar, entah kemana kakiku membawaku.

Lalu aku mendengarnya! Langkah kakinya, begitu cepat.. dia mengejarku! Aku merasa bahagia sekaligus sedih, kupercepat lajuku terus.

"Surya! Tunggu dulu!" Dia tidak menyerah mengejarku, kupercepat terus lajuku hingga..

Ciiiiiit, DUAAARR

Langkahku terhenti, dengan ragu aku mencoba menghadap belakang, suara pria berteriak menjadi pemecah air mataku.

"Dek tolong panggilkan ambulans, ada kecelakaan" suaranya benar-benar terdengar panik

#.

Hit vote button and follow for updates
꒰⑅ᵕ༚ᵕ꒱˖♡

Kabut [ Byun Baekhyun ] ✓Bağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin