ketika rasa suka
bermetafora menjadi cinta
dan waktu terus saja mendesak
menimbulkan rasa rindu
rasa yang jelas tak bermakna untukmu
harus kah hasrat dan rasa ini kupadamkan
tapi bagaimana caranya?
"membaringkan tubuh di atas kasur begitu sangat ku rindukan rasanya tulang-tulang ku remuk semua karena terlalu lama duduk di atas kursi kantor ini." keluh Tasya gadis dewasa yang kerap dipanggil Ta itu kepada sahabatnya Yuda.
" Sabar Ta, sebentar lagi kelar kok." balas Yuda pemuda dewasa yang memiliki lekuk wajah yang hampir sempurna.
" Aduh Yud, kayaknya aku butuh pijatan deh." rengek Ta pada Yuda.
" Manja banget sih, Ta lanjut sana selesaikan semua file itu baru kita pulang." perintah Yuda.
Ta melanjutkan pekerjaannya sesuai perintah yuda. Mereka memang sudah sahabatan sejak kuliah dulu itulah sebabnya Yuda sudah terbiasa dengan kelakuan Ta yang rewel dan manja banget. Walau dengan kelakuannya yang seperti itu Yuda tetap menyayangi Ta dengan tulus sebagai sahabatnya, yah hanya sebatas sahabat. Tapi bisakah Ta menerima Yuda hanya sebagai sahabat tidak lebih, jawabannya tidak. Ta sangat menyukai Yuda bahkan mungkin sudah sangat mencintainya bagaimana tidak jatuh cinta dengan perawakan Yuda yang sesempurna itu dan lagi sifat care Yuda siapapun itu pasti jatuh cinta padanya tapi sayangnya Yuda hanya menganggap Ta sebagai sahabat tidak lebih.
senja sudah menampakkan wajahnya tapi file masih bertumpuk di atas meja kantornya
membuat Ta sangat jengkel. sudah seharian dia menginput file yang diperintahkan bosnya tapi msih belum kelar juga dan ini berarti dia harus kerja lembur lagi. Ta mulai muak dengan pekerjaannya tapi apa boleh buat hanya pekerjaan ini yang bisa membuatnya bisa terus bersama Yuda. Tapi beberapa hari ini yuda mulai cuek dengannya terkadang dia diabaikan olehnya.
Ta tidak bisa dia cuekin yuda karena jika itu terjadi dia tidak akan bisa fokus pada pekerjaan. Dan hal itu sudah terjadi berkas yang seharusnya sudah di input itu harus terhandle karena mood Ta yang sedang buruk. Seharian di kantor Ta hanya melamun. Pikirannya di penuhi teka-teki tentang Yuda. Alsan mengapa Yuda cuek padanya. Ta hampir frustasi karena memikirkan pekerjaannya ditambah dengan masalah Yuda yang menghindarinya.
Akhirnya Ta memutuskan untuk berbicara dengan Yuda. Dia ingin mencari tahu alasan Yuda menghindar darinya beberapa hari ini. Ta melihat sekelilingnya mencari keberadaan pria itu. Tapi netranya belum juga melihat sosok itu. Ta mulai berdiri dari kursinya dan mencari Yuda. Setelah sekian lama mencari Yuda akhirnya menemukannya. Tapi mata Ta menyipit saat melihat Yuda. Dia sadar bahwa Yuda tak sendiri dia bersama seorang wanita. Dan yang menjadi pertanyaan di hati Ta. Siapa lagi wanita itu?.
Karena melihat Yuda berbicara dengan wanita lain dengan sangat akrab. Membuat mood Ta hancur. Dia memilih membatalkan niatnya untuk mengklarifikasi masalahnya dengan Yuda. Ta berlari keluar kantor. Dia tidak melewati pintu depan kantornya karena dia tidak ingin teman kantornya melihatnya menangis.
Ta terus berlari hingga dirinya tiba di sebuah kursi dekat taman kantornya. Dia menangis tersedu-sedu. Dia kecewa dengan tingkah Yuda yang selalu saja menyakitinya.
"Jika ku tau bahwa mencintaimu akan sesakit ini rasanya. mungkin aku akan memilih untuk membiarkan hatiku kosong selamanya ketimbang mengisinya dengan dirimu yang tak pernah menganggap ku ada". Batin Ta
Kini Ta sudah berhenti menangis walau matanya sembab karena seharian meneteskan air mata. Ta memutuskan untuk pulang.
YOU ARE READING
Rintik Sedu
Romanceharus kah aku tersenyum kala melihatmu bahagia bersama wanita lain dan di saat kepura-puraan ku menghancurkan hatiku, hingga menjadi pecahan yang tak mampu utuh lagi. Tasya
