Di suatu kaki gunung terdapat suatu desa yang terkenal akan legendanya. Legenda bunga bakung bersepuh emas yang membawa kekayaan dan keberuntungan luar biasa, juga pengorbanan besar yang harus dilalui untuk mendapatkannya. Banyak kisah dan rumor yang beredar mengenai tumpahan darah yang menjadi pondasi desa, tulang belulang yang berderak dalam api unggun, dan daging yang terlalu lezat untuk berasal dari hewan.
Selain bunga bakung bersepuh emas, desa jni juga terkenal akan tradisinya yang kental dan keenganan mereka melakukan komunikasi dengan dunia luar. Makin tua umur bumi, semakin jauh mereka mundur ke kaki gunung dan memutus kontak dengan dunia luar. Keberadaan mereka kurang dari seratus tahun kemudian, menjadi suatu mitos; sekadar cerita sebelum tidur bagi anak anak dan bualan orang dewasa.
Nama desa tersebut tidak ada lagi yang ingat, terkubur dalam sejarah, mitos, legenda, bualan. desa legenda di kaki pegunungan Aldea yang diburu para sejarawan dan ketamakan manusia, tempat kelahiran bunga bakung bersepuh emas. kisah emas yang terbentuk dari darah, suatu bunga yang tidak pernah hidup; Aldea.
YOU ARE READING
rencana dan pertemuan; revisi
Short StoryRencana Rei, pertemuan Hilda. Semua berawal dari desa yang tidak pernah hidup, dan berakhir dengan hidupnya kematian itu sendiri. Inilah Aldea, yang bukan tempat dan benda hidup.
